Rumor Demo 4 November - Provokasi Media dan Jurnalisme Damai
KEMARIN banyak yang bertanya, “Benar akan ada demonstrasi besar-besaran 4 November nanti?” “Demo penistaan agama di Jakarta?” “Isu yang diseret-seret ke ranah politik.” Bukan orang...
Semua tahu, semenjak merebaknya Covid-19, tingkat perekonomian Indonesia turun drastis. Bagaimana tidak, Karyawan banyak yang di-PHK, menimbulkan peningkatan angka pengangguran, bahkan pendapatan pedagang-pedagang kaki lima kini kian tumpul.
Masyarakat mengeluh, meringkik, menangis karena keadaan ekonomi mereka. Pulau Bali yang dikenal dengan pulau pariwisata juga menurun ekonominya, hotel-hotel, restoran, tempat wisata sudah cukup banyak yang tutup karena bangkrut, sepi, tidak ada wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung. Sungguh sangat menyedihkan melihat situasi seperti ini.
Dampak pandemi ini memang sangat menyakitkan, namun masyarakat Indonesia tetap tidak boleh lemah tidak boleh kalah melawan virus ini. Masyarakat harus semangat bekerja untuk agar perekonomian keluarga terus menjadi lebih baik.
Ada tips-tips yang akan saya berikan agar tetap memiliki daya juang yang tinggi dalam bekerja, yaitu :
Artinya kita harus bersyukur memiliki pekerjaan saat ini yang kita emban atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa karena kita tidak menjadi pengangguran di era pandemi seperti ini yang susah dalam mencari pekerjaan.
Artinya kerja kita adalah tanggung jawab kita, sehingga kita harus menyelesaikan suatu pekerjaan yang komitmen sesuai yang diharapkan.
Artinya ketika bekerja harus dilandasi dengan semangat pengabdian sehingga akan muncul motivasi yang mendorong untuk bekerja dengan tuntas dan penuh integritas.
Artinya ketika kita bekerja dilandasi dengan semangat untuk beribadah, maka disetiap gerak dan langkah kita akan dicatat sebagai kebaikan.
Artinya dalam bekerja agar tidak monoton, maka harus memiliki kreatifitas dengan menggunakan cara yang cepat, tepat, cermat serta bermanfaat.
Artinya setiap pekerjaan akan terkait dengan pelayanan, jadi harus bekerja dengan kerendahan hati yang akan menghasilkan kinerja paripurna.
Selain itu, walaupun tingkat angka pengangguran cukup tinggi, alangkah baiknya orang-orang yang masih menganggur tetap melakukan hal-hal kegiatan produktif untuk mencari peluang bisnis kekinian di masa pandemi. Ada sejumlah tips untuk ini.
Artinya melihat lebih jeli di masyarakat sekitar peluang bisnis disaat pandemi, misalnya masyarakat saat ini tentu lebih banyak melakukan aktivitas belanja online, belajar online , sehingga bisnis yang dapat dilakukan melakukan penjualan barang-barang rumahan, kuliner, dan menjadi guru privat, dan masih banyak lainnya.
Artinya setelah mendapatkan ide bisnis harus disesuaikan mana yang sekiranya masuk dengan anggaran modal awal yang dimiliki, serta harus memahami aspek-aspek apa saja yang bisa ditekan pengeluarannya atau aspek-aspek apa saja yang dapat membantu memaksimalkan pendapatan.
Artinya dalam membangun sebuah bisnis harus menentukan secara speisifik target yang dituju untuk ditawarkan produk yang akan dijual kepada target tersebut, dengan demikian akan semakin mudah dalam menyusun rencana strategi bisnis, dan juga harus menentukan kompetitor-kopetitor yang ada, sehingga dapat mempermudah untuk mencari inovasi dalam menjalankan bisnis.
Artinya di era yang serba digital saat ini, peran media sosial memberikan dampak positif yang cukup besar dalam mengembangkan bisnis, memaksimalkan penggunaan media sosial sebagai salah satu senjata promosi bisnis, karena saat ini masyarakat lebih banyak mempromosikan bisnis secara online dimasa pandemi seperti ini karena belum bisa bertatap muka. Jadi itulah beberapa tips yang dapat saya sampaikan untuk memulai bisnis dimasa pandemic.
Walaupun masih dalam suasana pandemi, kita sebaiknya tidak boleh menyerah dan kalah dengan situasi seperti ini, tetap harus berusaha dan terus berusaha, jika gagal, harus bangkit kembali dan coba lagi, bekerjalah dengan ikhlas, buang rasa keluhanmu, karena orang yang dikatakan sukses adalah orang yang gigih dan pantang menyerah. [T]
KEMARIN banyak yang bertanya, “Benar akan ada demonstrasi besar-besaran 4 November nanti?” “Demo penistaan agama di Jakarta?” “Isu yang diseret-seret ke ranah politik.” Bukan orang...
Hai Gess! Kenken Kabare, Gess? Nu inget nyoblos, Gess? Calon Tunggal di Buleleng jani, Gess. Memusuh jak KOTAK KOSONG, Gess. Musuh ngenah aluh ngelawan! Musuh sing ngenah, kaden al...
Sekilas MEA ASEAN sebagai pasar tunggal kemudian disebut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), seperti dimuat pada laman Kementerian Luar Negeri RI (www.kemlu.go.id), Selasa 17 Maret 20...
BELAJAR dari figur dan tokoh perempuan, itulah barangkali pesan utama dari buku kumpulan cerpen berbahasa Bali terbaru I Made Suarsa, “Luh-Luh”. Buku ini memuat 19 cerpen yang kese...
Dear para jomblo di muka Bumi ini, Aku adalah kawanmu yang masih setia. Menjomblo bersama kalian adalah sebuah anugerah tak terbatas. Terima kasih karena kalian juga masih setia...
TIDAK banyak yang mengira bahwa kini masyarakat Eropa ternyata malas dalam mempelajari bahasa asing. Meski perkembangan pendidikan di Eropa sangatlah pesat, siapa sangka bahwa mere...
Prodi Pendidikan Seni Rupa, FBS, Undiksha, Singaraja, menggelar pameran bertajuk “Qilin” (Membaca Sosial Budaya Warga Pecinan Kota Singaraja) di Neka Art Museum, Jalan Sanggingan C...
SARJANA. Bak mobil yang telah turun kastanya dari kebutuhan tersier menjadi kebutuhan primer. Sarjanapun, maknanya semakin memudar. Terlalu banyak sarjana modern yang merasa sal...
ANDA pernah jatuh cinta? Baiklah, yang sudah pernah jatuh cinta sebelumnya pasti akan mengerti tentang pembahasan kali ini. Jika belum pernah, sayang sekali, anda hanya akan bisa...
Cerpen: Komang AstiariAKU rindu kampung halaman. Aku rindu nenek. Kepergiannya masih menyakitkan bagiku, batinku belum mampu menerima dia sudah pergi, selamanya. Apakah Tuhan mengg...