‘Brown Sugar’ dari The Rolling Stones dan Ingatan Perbudakan
MUSIK populer kerap dipahami sebagai hiburan ringan, namun sejarah menunjukkan bahwa ia sering kali menjadi medium artikulasi pengalaman sosial yang kompleks, bahkan traumatik....
Tulisan ini sangat lama sekali tercipta. Entah karena penulis yang penuh kesibukan diterpa ganasnya kuliah onlen atau penulis sedang sangat malas untuk menulis karena bahan yang ala kadarnya. Hahaha.... itu hanya bercanda.
Dari beberapa bulan ini, mungkin berbulan-bulan sudah tulisan ini terbengkalai. Tetapi, setelah berkelana kesana-kemari dan tidak sengaja menemui supir truk di setiap perjalanan pasti akan selalu ada cerita baru untuk dibahas. Keunikan ini hanya bisa ditemui pada supir-supir angkutan barang yang memang hanya menghabiskan setengah hidupnya di jalanan.
Setiap mobil yang dibawa pasti akan terkesan akan membosankan jika tidak dimodifikasi sedemikian indah. Selain untuk enak dipandang oleh mata supir sendiri agar tak bosan di jalan, juga enak dilihat orang di penggir jalan, atau orang yangs ama-sama di jalanan.
Maka dari itu, banyak mobil truk yang kadang terlihat menor. Ada yang mengecat mobilnya dengan warna yang terang benderang, mencolok mata. Bukan hanya dari segi cat-mengecat saja, ada juga desain interior yang memang kadang dipaksakan mewah, seperti lampu disko di dalam mobil, jok dan dashboard yang dimodifikasi sedemikian mewah hingga sound yang bisa membuat dada gemetar.
Itu semua dilakukan hanya untuk kesenangan diri saat membawa mobil agar supir truk sendiri tidak bosan dengan perjalanan yang kadang sangat-sangat jauh.
Bukan hanya interior dan eksterior yang bisa menemani perjalanan para supir. Ingat! Masih ada banyak sekali doa yang sering tertulis di depan sampai di belakang mobil. Jika saja bisa dibandingkan dengan tubuh manusia, doa-doa itu adalah tatto yang selalu melingkari tubuh selamanya. Itu adalah sebuah karya seni yang harus melekat.
Salah satu contoh adalah “Doa Ibu” banyak sekali supir truk yang memasang stiker doa ibu yang lekat menemani perjalanan. Mungkin saja doa-doa ibu yang selalu menyertai agar perjalanan aman, damai dan tentram.
Ingat kembali, supir truk sangat bosan berlama-lama di jalan. Jika saja jalan mobil lambat, istri dan anak pasti menunggu di rumah.
Supir truk adalah makhluk paling setia di bumi, jangankan untuk meraba wanita lain, melirikpun mungkin tak akan sanggup. Karena beberapa peringatan dari istri yang jika dilarang akan membuat perang dunia ketiga. Jika tidak percaya, kawan-kawan pembaca bisa lihat gambar di bawah ini.
Peringatan! Tulisan ini ditulis oleh manusia terkuat di bumi. Jika berani tertawa, ada supir yang tertekan kawan-kawan.

Ini adalah tulisan terakhir yang akan mengejutkan kawan-kawan pembaca. Siapkan mental dan sediakan kopi bersama rokok. Kopinya jangan campur arak.
Pernah kawan-kawan pembaca berpikir, bagaimana supir truk dengan aliran kiri? Ada kawan-kawan. Itu adalah sebuah revolusi untuk supir truk. Sebuah perlawanan kaum bawah yang mengatas namakan perjuangan kawan-kawan!
Ya, mulai dari stiker tokoh-tokoh Indonesia sampai Barat. Hanya saja kali ini saya tidak mendapatkan sebuah foto. Tetapi percayalah, saat kawan-kawan melihat sebuah truk yang berisi gambar tokoh-tokoh itu dan beberapa kata-kata mutiaranya, selamat! Kawan-kawan adalah orang spesial yang dituju Tuhan untuk mengenal revolusi supir truk.
Ah, satu lagi. Sebelum menutup tulisan ini. Jika kawan-kawan juga menemukan sesosok Pablo Escobar di dinding truk, mereka bukan mengangkut ganja, sabu atau jenis narkoba lain. Mereka hanya mengangkut bawang. [T]
BACA JUGA:
Berat Hati Meninggalkan, Berat Muatan Harus Diantar | Gesah Supir Truk #1
MUSIK populer kerap dipahami sebagai hiburan ringan, namun sejarah menunjukkan bahwa ia sering kali menjadi medium artikulasi pengalaman sosial yang kompleks, bahkan traumatik....
BUNG Karno adalah presiden Indonesia yang memiliki cita rasa seni yang tinggi. Dari 8 PresidenIndonesia,Bung Karno, Abdul Rachman Wahid (Gus Dur), dan Susilo Bambang Yudoyonomenon...
SAYA menulis ini bukan hanya untuk diri saya sendiri, tetapi untuk banyak seniman yang mungkin merasakan hal yang sama. Mereka yang menghabiskan waktu bertahun-tahun menempuh pend...
DESA Pedawa di Kecamatan banjar, Buleleng, yang dikenal dengan adat dan budaya yang unik kembali menjadi tujuan pengabdian akademik. Pada hari Rabu, 10 Juni 2026, tim Pengabdian k...
Hari itu, Kamis, 11 Juni 2026, para siswa yang tergabung dalam OSIS dan MPK (Majelis Perwakilan Kelas) SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) berkunjung ke Yayasan Bali Baby...
DALAM kehidupan sehari-hari, kata "absen" sangat akrab digunakan oleh masyarakat. Di sekolah, guru sering mengatakan, "Ayo, sebelum belajar kita absen dulu." Di lingkungan peke...
SUATU pagi di Ubud, seorang wisatawan asing duduk bersila di atas matras yoga. Ia memejamkan mata. Di hadapannya terbentang hamparan sawah yang hijau. Burung-burung berkicau. Angi...
KOMITMEN dalam menjaga kelestarian lingkungan terus ditunjukkan oleh Fakultas Vokasi Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPB Internasional). Melalui Program Studi D4 Man...
DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu menebar cahaya sekaligus memberi sihir warna...
DI atas meja makan rumah tangga Indonesia, tempe bukan sekadar lauk pendamping yang hadir sebagai pelengkap nasi. Melainkan pilar ketahanan pangan yang paling jujur, sebuah warisa...