Razia Warung? Ah, Saya Selalu Sukses Puasa Dikurung Warung
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
“Dalam timbunan sampah masih kau berucap
bahwa hidup perlu dimaknai
tidak cukupkah dengan sebuah pengakuan
bahwa sejatinya dirimu adalah dirimu,”
orang-orang di pinggir hati itu menggerutu
sambil menghirup kenikmatan semu.
Ia telah jalani mencari jalan
yang ujungnya di belahan jantung
tak ada kata hanya sunyi
mencari nama diri
“Namamu terukir dengan kata cinta
namamu kuucap dengan kata bisu
namamu terasa tanpa rasa
namamu tersenyum tanpa kumaknai”
orang-orang di pinggir hati itu
menghitung denyut jantungnya
dengan hitungan tanpa angka
Ia berlari sambil memegang harapannya
entah kapan sunyi akan menjemputnya?
ia tersenyum mencari-cari dirinya
yang mengental dalam lipatan-lipatan
yang membisu karena menanti itu
bukankah jalannya.
Semarapura, 2021
lukisan hitam putih yang kupesan
terpasung di dinding hati
ia pancarkan irama tanpa alur
kupajang sepanjang ini
kunikmati serasa melati
memutih mewangi
apakah akan abadi?
entah kenapa angin menggoyangkan
“Lihat! Aku semakin usang
kau lupa mencerahkan
hingga buram tanpa terbaca”
Aku tersenyum
“Akan kuberi warna baru
yang tak sewarna lagi denganmu
biarkan saja seperti itu
karena kau sudah berlalu”
“Tidak!Tidak! Beri aku warna
yang berwarna
yang menerangi kanvasnya
hingga aku lebur padamu
hingga aku selalu merindu
merindu hati yang menyendiri.”
Semarapura, 2021
“sitangsu janganlah berduka
kalau kecantikanmu kunikmati malam ini
sumpahku yang mengikatnya
sumpah itu suci mesti kutepati
kala yang merundukkanmu.
“sitangsu beragam purnama kulewati
tuk cumbui indah wajahmu,
tapi kau selalu berkata
bahwa aku bukan pilihanmu
aku cemburu sitangsu
kau bercengkerama dengan wisnu, surya,
tapi denganku kau palingkan muka.
hari ini milikku, sitangsu
kunikmati indahmu dalam temaran
tak usah bersedih karena sedih itu
tak mengubah jalanmu”
kalarau terus berguman
ia kaget saat percumbuannya
mesti berakhir tanpa akhir.
“Ah, ketungan itu, membangunkan
keterikatan mengikatku.”
Purnama Sadha, 2021
____
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
JUDUL tulisan ini merupakan tema diskusi Kupang Pesta Monolog yang coba menggali daya vital teater dan perannya dalam kehidupan konkret (aktual). Bahwa teater sebagai seni...
DI Bali, lumrah bila di tempat atau kawasan yang disucikan, jika melihat sesuatu, umpamanya benda, hewan atau binatang (langka), orang sering menyebutnya “Due”. (“Due” dibaca seper...
“KINI banyak pengarang muda yang bagus. Banyak sekali,” kata Seno Gumira Ajidarma saat ngobrol singkat pada suatu pagi dengan tatkala.co di Honeymoon Guest House, Ubud, 6 Juni lalu...
SEBUAH analog yang saya anggap pas untuk menggambarkan budaya korupsi di Indonesia adalah tradisi buang sampah sembarangan. Meski lingkungan jadi kotor, menghilangkan rasa nyaman,...
HALO sahabat mahasiswa super di manapun kalian berada, selamat beraktivitas. Semoga semua hidup berbahagia dan dalam lindungan dosen yang maha buasnya. Sangat super sekali kita mas...
Buta paling buruk adalah buta politik. Dia yang buta politik adalah dia yang tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahw...
DUNIA pendidikan, modal utama dalam perkembangan peradaban manusia. Inovasi-inovasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir terlahir di dalamnya. Sejarah perubahan besar-bes...
PAWAI pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 dibuka Presiden Joko Widodo alias Jokowi, di depan Monumen Bajra Sandi, Denpasar, Sabtu (11/6). Dan betapa senang mendengar Presiden...
Menikah itu sulit, tapi bercerai ternyata jauh lebih sulit. Saat mau menikah, yang penting hanya sedikit kemantapan hati, komitmen untuk sama susah sama senang, izin orang tua, sed...