Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
APAKAH AKAR setiap keberadaan? Hening.
Apakah puncak segenap keberadaan? Hening.
Dibaca layaknya pohon, hidup dalam kehidupan ini merupakan pertumbuhan dari Hening ke Hening:
Yang senantiasa setia memangku, memeluk, mengasuh, menghidupi akar-akar yang tidak kelihatan di bawah tanah itu adalah Hening Tanah Ibu Bumi Pertiwi.
Yang senantiasa setia memayungi, mengayomi, menaungi pucuk-pucuk di puncak ketinggian sana itu adalah Hening Langit Bapa Angkasaraya.
Hening Langit Angkasaraya menebarkan sinar Matahari dengan daya penghijau sebagai energi penghidup, lalu menebarkan air hujan yang diserap disimpan dalam pelukan tanah Ibu Bumi Pertiwi, untuk kemudian disusupkan dialirkan ke dalam sekujur tubuh pohon, layaknya sang Ibu Kandung menyusui sang putra-putri.
Di sela-sela Hening Tanah Ibu Bumi Pertiwi dan Hening Langit Bapa Angkasaraya, memang, ada pula dinamika angin: terkadang halus lembut berembus mendesir sepoi-sepoi, ada kalanya pula liar menggoyang mengguncang-guncang kencang. Tapi, bukankah angin itu senantiasa hadir menjalankan tugas guna memastikan kekuatan pohon-pohon yang berkehendak bertumbuh maju lebih jauh merengkuh Hening demi Hening?
Sepanjang hayat di kandung badannya, pepohonan tiada sekali pun pernah ditinggalkan maupun menanggalkan Hening. Setiap kali detik-detik saat terlewati, Hening senantiasa setia menemani perjalanan pertumbuhan pepohonan:
Ke bawah akar-akar pepohonan kian kuat kokoh dan dalam berpelukan mesra dengan Hening Tanah Ibu Bumi Pertiwi.
Ke samping ranting-ranting pepohonan kian luas-lebar merindangi ruang-ruang yang mengitari mengelilingi pokok pepohonan; dan ke atas pucuk-pucuk di puncak semakin tinggi merengkuh Hening Langit Bapa Angkasaraya.
Begitulah makna bertumbuh ataupun maju, dalam ”bahasa pohon” yang dikontribusikan begitu mewujudnyata pada hidup dan kehidupan ini sepanjang hayat: mencakup semua arah dengan sama indah, sehingga menjadi sempurna.
Belajar dari cara pepohonan meng-ADA, kita patut jujur mengakui: betapa kerap kalah indah dan sempuna mewujudnyatakan makna hening, tumbuh, dan maju itu.
Pertumbuhan usia tak senantiasa berbanding lurus dengan pertambahan kedewasaan sikap hidup dalam kehidupan. Kemajuan pendidikan dan ekonomi tidak pula serta merta seiring sejalan dengan kesadaran dan kesantunan hidup yang menghargai kelangsungan kehidupan bersama.
Kerap kali kita justru menuai sebaliknya: tumbuh dan maju dalam satu hal di permukaan, namun mundur dan mengerdil dalam banyak hal yang esensial nan substansial. Tak jarang, memang, kita kalah wicaksana, kalah jujur, tinimbang pepohonan karena kepintaran pikiran, sehingga membikin hidup cenderung menikung: bukan dari Hening ke Hening, justru berkelok dari riuh ke gaduh.
Selamat menyempurna dalam Hening Nyepi. Dumugi kaswecanan kapaica Santa Santih Rahayu sareng sami. [T]
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...