Gabriela
Cerpen: Putri Handayani “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...
Engkau yang cantik
Engkau yang manis
Engkau yang manja
Penggalan lirik lagu jadul itu membuat rindu masa lalu tumbuh kembali. Apalagi sambil dengar lagu sambil ngopi dan ditemani jaja bali yang rasanya seperti lirik lagu di atas. Itu lagu “Madu dan Racun” karya Arie Wibowo. Engkau yang cantik, engkau yang manis. Itulah jaja sengait.
Jaja sengait atau kue sengait dari Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali, bukan hanya manis. Tapi juga renyah dan menggoda. Camilan ini banyak disuka, karena menggunakan bahan yang didapat dari alam juga diolah secara alami. Proses manual yang dikerjakan oleh ibu-ibu rumah tangga untuk membuat jaja sengait itu entu juga memberi nilai plus yang berbeda.
Yang paling istimewa, jaja senggait pedawa selalu menggunakan pemanis gula aren pedawa, yakni gula aren yang diambil dari pohon aren yang ada Desa Pedawa. Tanpa gula pasir atau pemanis.
Jaja sengait dibuat dengan komposisi ubi jalar, dicampur gula aren, yang diracik sedemikian rupa,dikerjakan dengan secara sederhana. Jika Anda mampir ke Pedawa, tidak ada salahnya mencoba jaja sengait.
Banyak warung dan toko yang menjual camilan ini.. Dan akan gampang sekali mengenali senggait dati Pedawa dibanding senggait-sengait yang lain.

Inilah cara membuat jaja sengait:
Bahan:
Cara membuat:
Yang membuat jaja sengait dari Desa Pedawa berbeda dengan jaja sengait dari desa-desa lain adalah gulanya. Gula Pedawa, yakni gula merah yang dibuat dari pohon aren di Desa Pedawa, memang sudah terkenal keistimewaannya.
Pohon aren disebut juga pohon enau, atau di Bali biasa disebut pohon jaka, tumbuh leluasa di daerah perkebunan, di lereng bukit, di tepi sungai, di Desa Pedawa. Kini, pohon itu mulai ditanam lagi oleh kelompok pemuda Kayoman, selain untuk penghijauan, juga ditanam agar produksi gula aren tak punah di desa itu.
Di Desa Pedawa, juga di banyak desa lain di Bali, pohon aren itu pohon serbaguna. Selain menghasilkan tuak, gula, dan arak, buahnya juga bisa jadi camilan; kolang-kaling. Batangnya bisa dibuat sagu. Kulit batangnya keras dan kuat, biasa disebut uyung. Uyung bisa digunakan sebagai bahan bangunan, juga untuk perkakas rumah tangga.
Foto di bawah ini menunjukkan berbagai kegunaan pohon aren di Desa Pedawa.

Selain di dalam foto, terdapat banyak benda-benda lagi yang bahan-bahannya dibuat dari pohon aren dan bagian-bagiannya.
Ada juga bangku kecil yang biasa dipakai duduk di serambi.itu dibuat dari kulit pelepah daun jaka, biasa disebut dengan nama pugpug. Selain itu, beberapa bagian dari pembuatan bale sekepat juga biasa dibuat dari uyung.
Uyung juga banyak dibuat untuk patin tambah (tangkai cangkul), patin kandik (tangkai pisau besar), kursi dan meja belajar, pot bunga dan hiasan dindin
Jadi kesimpulannya banyak sekali kegunaan aren terutama untuk furniture sederhana ala desa. Percayalah, bahan-bahan itu kuat dan tahan lama. [T]
Cerpen: Putri Handayani “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...
TIGA RAMU MENGKUDU Daun; Petiklah aku Tiga kepik muda Ramu padu dengan segenggam garam Dan tiga biji beras genggam Hingga padu resep moyang Hingga...
BAGAIMANA harus melukiskannya, sebagian besar anak kos (mahasiswa) memang dikenal selalu mumet dengan hiruk pikuk perekonomian. Dari media sosial, hingga sosial media, tahu perekon...
Bayangkan sebuah hutan hujan tropis dengan vegetasi yang hanya terdiri dari satu jenis pohon, atau sebuah partitur musik yang notasinya hanya tersusun dari nada ‘do’. Menjemukan se...
Saya salah satu penikmat tari. Saya lahir dari darah seorang ibu, yang dikala mudanya pernah menjadi Penari Zapin Melayu, di salah satu sanggar yang boleh dikata cukup tua di Ponti...
BEBERAPA bulan lagi, tahun akan segera berpindah. Bali punya acara spesial di tahun 2017 & 2018. Suksesi pemegang otoritas pemerintahan provinsi dan beberapa kabupaten di Bali...
MENJADI kota niscaya menjadi modern. Premis ini berlaku pada cara pandang yang menempatkan dua kutub berbeda antara kota dan desa. Desa diasumsikan berbau tradisional, kota identik...
PARA penggiat sastra dan teater di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, bersorak ketika dua penulis dari kota itu, Joko Sucipto (puisi) dan Arung Wardana (drama), lolos untuk tampil dala...
Cerpen: Satia Guna Sebutlah aku wanita, mahluk yang menikmati penderitaan dengan berbagai macam rasa sakit. Sebutlah aku tanah, yang selalu diinjak tanpa menerima r...
KABAR DARI ZWOLLE Kenalkan aku pada wangi musim gugur Di tengah pesta roti dan remah-remahnya Yang terbang mengitari sungai Lalu singgah di beranda penuh cerita &n...