Tuah Wanita Bali - Kebahagiaan saat Memberi
LAKI-LAKI menjadikan wanita sengsara, anak membuatnya bahagia. Sungguh? Betapa menyesakkan kisah ini, tapi ia bisa menjadi ungkapan dari zaman ke zaman: anak lebih dibutuhkan oleh...
Engkau yang cantik
Engkau yang manis
Engkau yang manja
Penggalan lirik lagu jadul itu membuat rindu masa lalu tumbuh kembali. Apalagi sambil dengar lagu sambil ngopi dan ditemani jaja bali yang rasanya seperti lirik lagu di atas. Itu lagu “Madu dan Racun” karya Arie Wibowo. Engkau yang cantik, engkau yang manis. Itulah jaja sengait.
Jaja sengait atau kue sengait dari Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali, bukan hanya manis. Tapi juga renyah dan menggoda. Camilan ini banyak disuka, karena menggunakan bahan yang didapat dari alam juga diolah secara alami. Proses manual yang dikerjakan oleh ibu-ibu rumah tangga untuk membuat jaja sengait itu entu juga memberi nilai plus yang berbeda.
Yang paling istimewa, jaja senggait pedawa selalu menggunakan pemanis gula aren pedawa, yakni gula aren yang diambil dari pohon aren yang ada Desa Pedawa. Tanpa gula pasir atau pemanis.
Jaja sengait dibuat dengan komposisi ubi jalar, dicampur gula aren, yang diracik sedemikian rupa,dikerjakan dengan secara sederhana. Jika Anda mampir ke Pedawa, tidak ada salahnya mencoba jaja sengait.
Banyak warung dan toko yang menjual camilan ini.. Dan akan gampang sekali mengenali senggait dati Pedawa dibanding senggait-sengait yang lain.

Inilah cara membuat jaja sengait:
Bahan:
Cara membuat:
Yang membuat jaja sengait dari Desa Pedawa berbeda dengan jaja sengait dari desa-desa lain adalah gulanya. Gula Pedawa, yakni gula merah yang dibuat dari pohon aren di Desa Pedawa, memang sudah terkenal keistimewaannya.
Pohon aren disebut juga pohon enau, atau di Bali biasa disebut pohon jaka, tumbuh leluasa di daerah perkebunan, di lereng bukit, di tepi sungai, di Desa Pedawa. Kini, pohon itu mulai ditanam lagi oleh kelompok pemuda Kayoman, selain untuk penghijauan, juga ditanam agar produksi gula aren tak punah di desa itu.
Di Desa Pedawa, juga di banyak desa lain di Bali, pohon aren itu pohon serbaguna. Selain menghasilkan tuak, gula, dan arak, buahnya juga bisa jadi camilan; kolang-kaling. Batangnya bisa dibuat sagu. Kulit batangnya keras dan kuat, biasa disebut uyung. Uyung bisa digunakan sebagai bahan bangunan, juga untuk perkakas rumah tangga.
Foto di bawah ini menunjukkan berbagai kegunaan pohon aren di Desa Pedawa.

Selain di dalam foto, terdapat banyak benda-benda lagi yang bahan-bahannya dibuat dari pohon aren dan bagian-bagiannya.
Ada juga bangku kecil yang biasa dipakai duduk di serambi.itu dibuat dari kulit pelepah daun jaka, biasa disebut dengan nama pugpug. Selain itu, beberapa bagian dari pembuatan bale sekepat juga biasa dibuat dari uyung.
Uyung juga banyak dibuat untuk patin tambah (tangkai cangkul), patin kandik (tangkai pisau besar), kursi dan meja belajar, pot bunga dan hiasan dindin
Jadi kesimpulannya banyak sekali kegunaan aren terutama untuk furniture sederhana ala desa. Percayalah, bahan-bahan itu kuat dan tahan lama. [T]
LAKI-LAKI menjadikan wanita sengsara, anak membuatnya bahagia. Sungguh? Betapa menyesakkan kisah ini, tapi ia bisa menjadi ungkapan dari zaman ke zaman: anak lebih dibutuhkan oleh...
BANYAK dari kita geli melihat seorang biker begitu sayang pada sepeda motornya. Setiap pagi dilap, dielus, ditepuk-tepuk. Malam sebelum tidur dilihat lagi, dilap, dielus lagi. Sea...
PAGI-PAGI di awal Juli aku ditelepon dramawan Putu Satria Kusuma. “Ole, Yudane sedang di Singaraja, tolong temani dia. Aku lagi di Denpasar,” kata Putu tentu dengan gaya bicara yan...
KITA bangsa yang pendek ingatan. Apa boleh buat. Sampai tingkat tertentu, dalam berkomunikasi pun tak ketinggalan kita memilih cara-cara ringkas. Bahkan jika itu harus dengan menyi...
KALAU sedang rikuh, kalau sedang tak kuat menahan pusing karena televisi terus saja menayangkan cerita-cerita seram, maka marilah kita mencoba mengingat satu sosok: Ibu. Kita akan...
Cerpen: I Putu Supartika TIDAK ada yang tahu sejak kapan pura kecil di tengah sawah itu berdiri. Yang pasti orang-orang di sekitar pura tahu pura itu sudah ada sejak kelahiran mere...
HIRUK-PIKUK perhelatan akbar sepakbola yang begitu menyedot antusiasme dunia dalam sebulan terakhir usai sudah. Piala Eropa (Euro) dan Copa America Centenario 2016 berakhir dengan...
PERNAH jadi trend sebuah berita bahwa ada sekolah di Kabupaten Gianyar yang hanya punya satu orang siswa kelas VI. Banyak kalangan berpendapat, dan tidak sedikit menyoroti bahwa in...
PESTA Kesenian Bali (PKB) ke-38 tahun 2016 berakhir. Banyak pentas seni lewat begitu saja, tapi banyak juga meninggalkan bekas dan kesan di hati sejumlah orang. Para seniman, terut...
WANITA itu terlihat pasrah. Matanya terpejam. Seolah bersiap melepaskan ruh dari raganya yang telah mati. Bagian bawah tubuhnya mengelupas, menjelma serpihan-serpihan tembaga. Itul...