Tentang Lauk yang Dipindahkan Diam-Diam dari Piring MBG
SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi orang tua Indonesia, terutama yang tumb...
Pandemi Covid 19 telah mengubah tatanan kehidupan. Perubahan juga terjadi pada proses pembelajaran. Selama pandemi Covid 19 pembelajaran tatap muka diganti dengan pembelajaran daring. Perubahan ini tentu mengakibatkan perubahan pendekatan pada proses pembelajaran. Proses pembelajaran dilakukan dengan menekankan pada pembelajaran yang berpihak pada siswa.
Pembelajaran daring yang dilakukan tentu mengalami kendala. Kendala tersebut berupa kendala jaringan. Khusus untuk siswa Sekolah Dasar, tidak semua siswa memiliki hand phone. Siswa menggunakan hand phone orang tuanya dalam mengikuti pembelajaran. Siswa juga tidak bisa menyelesaikan tugas tepat waktu karena hand phone-nya masih dipakai oleh orang tua siswa. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru dapat memantapkan pembelajaran yang berdiferensiasi. Guru dapat merancang pembelajaran berdasar pada situasi yang dialami siswa.
Pembelajaran diferensiasi adalah model pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dasar pemikiran pembelajaran diferensiasi adalah siswa memiliki kesiapan belajar, minat ,dan profil belajar yang berbeda. Oleh karena itu, guru melakukan pembelajaran yang memfokuskan pada implementasi berbagai metode pembelajaran sehingga pembelajaran itu menyenangkan, relevan (sesuai dengan kondisi) dan menarik bagi siswa
Pembelajaran dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan siswa dan disesuaikan dengan kendala yang dialami siswa sehingga pembelajaran bermakna bagi siswa. Rancangan pembelajaran bermakna akan menumbuhkan minat belajar siswa. Agar kebutuhan siswa terakomodasi dalam pembelajaran guru harus melakukan analisis mengenai kesiapan belajar siswa, minat siswa, dan profil belajar siswa.
Kesiapan belajar merupakan kesiapan siswa untuk mempelajari materi pelajaran yang akan dibahas. Untuk menggali lebih mendalam mengenai pengetahuan siswa, guru secara maksimal menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran sehingga pembelajaran diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan siswa.
Minat siswa perlu diketahui oleh guru sehingga pembelajaran benar-benar bermakna bagi siswa. Guru dapat mengemas pembelajaran sesuai dengan minat siswa. Dengan itu, minat siswa dapat tumbuh dari dalam diri siswa. Guru dapat melibatkan siswa dalam menentukan tujuan pembelajaran sehingga pembelajaran yang dirancang benar-benar bermakna bagi siswa. Siswa dalam proses pembelajaran tidak akan dijejali dengan materi yang menekankan pada konten pembelajaran tetapi siswa memperoleh pengalaman dalam pembelajaran.
Profil merupakan pendekatan pembelajaran yang disukai siswa dalam pembelajaran. Hal itu dipengaruhi oleh cara berpikir siswa, kecerdasan, budaya, latar belakang, jenis kelamin, dll. Masing-masing siswa mempunyai cara belajar yang berbeda dengan yang lain. Ada siswa yang suka belajar kelompok dan ada juga siswa yang tidak suka belajar berkelompok. Ada siswa yang suka berdiskusi dalam belajar. Ada siswa yang tidak menyukai diskusi. Ada siswa yang kelihatan pasif dalam pembelajaran tetapi ketika dilakukan asesmen, siswa tersebut tuntas dalam pembelajaran. Ketiga aspek tersebut perlu dianalisis sebelum guru melakukan pembelajaran sehingga tujuan pembejaran dapat tercapai dengan maksimal. Guru merancang pembelajaran dalam bentuk pembelajaran yang berdiferensiasi.
Terdapat tiga elemen penting yang akan dilakukan dalam pembelajaran berdiferensiasi yaitu konten, proses, dan produk. Konten berhubungan dengan materi yang akan dipelajari. Misalnya, guru akan mengajarkan matematika dengan tujuan agar siswa bisa membaca waktu. Dalam pembelajaran tersebut ada siswa yang belum memahami konsep angka, ada juga yang belum mengerti mengenai konsep waktu dan mungkin beberapa siswa sudah memahami dan bisa membaca waktu dengan baik. Bagi siswa yang tingkat kesiapannya baik, siswa tersebut tidak akan mengalami masalah dalam pembelajaran. Bagi siswa yang tingkat kesiapannya belum memadai, guru perlu melakukan modifikasi dan adaptasi pembelajaran berdasarkan tingkat kesiapan siswa tersebut.
Proses merupakan aktivitas siswa dalam mendapatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan. Aktivitas belajar dapat ditingkatkan menghubungkan materi yang akan dibahas dengan materi yang sudah dibahas sebelumnya. Guru dalam pembelajaran menyampaikan kepada siswa kegiatan yang dilakukan setelah pembelajaran. Disamping itu, guru dapat melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan model-model pembelajaran yang inovatif sehingga proses pembelajaran menarik bagi siswa. Misalnya siswa dapat menulis teks ekposisi berdasar pada minat siswa. Siswa yang mempunyai minat olah raga dapat membuat teks eksposisi yang berkaitan dengan olah raga. Siswa yang mempunyai minat seni, mereka dapat membuat teks eksposisi tentang kesenian.
. Produk merupakan bukti apa yang sudah mereka pelajari dan pahami. Murid-murid akan mendemonstrasikan atau mengaplikasikan mengenai apa yang sudah mereka pahami. Produk yang dihasilkan siswa berdasar pada minat siswa. Hal ini tentu membuat pembelajaran lebih bermakna. Siswa dapat membuat tugas yang berupa produk disesuaikan dengan apa yang siswa alami selama belajar di rumah. Dalam membuat teks narasi misalnya, siswa dapat membuat berdasar apa yang siswa alami bersama keluarga selama masa pandemi Covid 19. Produk yang dibuat akan merubah sisw dari consumer of knowledge to produce with knowledge. [T]
SIDANG pembaca yang budiman, sebagian besar dari kita mungkin tidak pernah mendengar orang tua mengucapkan kata cinta setiap hari. Generasi orang tua Indonesia, terutama yang tumb...
MENGUNJUNGI Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, yang terkenal dengan adat dan budaya yang unik, bagi publik akademik di kalangan kampus, bukan hanya untuk tujuan wisata, na...
PERNAHKAH Anda menyadari bahwa hidup kita hari ini perlahan-lahan dikendalikan oleh mantra tiga kode huruf? Dunia modern adalah rimba aksara yang serbacepat. Demi menghemat ene...
“Dini lade Pak Ngurah Rai nginep ajak pasukanne. Likangi ada, dini ada. Kak sing nawang, nak teka peteng. Di kenkenne, semengan ada bedik jumah. Nak, mekaad peteng, teka peteng. K...
Ketika diumumkan lomba dimulai, suasana ruangan mendadak dipenuhi suara riuh, sorak-sorai dan tepuk tangan sebagai dukungan dari penonton, suporter atau rekan satu hotel ataupun s...
JANGAN sepelekan tradisi menganyam. Seniman Bali, I Ketut Putrayasa membawa tradisi anyaman itu mendunia. Ia dipercaya membuat empat patung yang akan dijadikan ikon kampus di Turk...
PEED Aya atau Pawai Budaya dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII tahun 2026 akan hadir dengan wajah baru yang lebih dinamis dan atraktif. Pertunjukan seni berjalan ini...
KEMAJUAN teknologi digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi, memperoleh informasi, dan belajar. Dalam hitungan detik, seseorang dapat mengakses berbagai sumber pengetahua...
DERAP langkah beranjak naik, kain tirai perlahan mulai disingkapkan, lalu dengan segera bunyi-bunyian kendang, tembang dan segala perangkat kesenian jaranan, bergema meneror kedua...
LANGIT biru di atas pantai dan laut, di daerah Peninsula Island, Nusa Dua, Bali, dipenuhi warna-warni layang-layang yang menari mengikuti hembusan angin laut, Minggu 7 Juni 2026....