Diikuti Makhluk Gaib Seusai Piknik
BERWISATA atau piknik ke Bali adalah dambaan banyak siswa sekolah. Pulau ini sudah dikenal di seluruh dunia. Bahkan banyak masyarakat dunia yang lebih mengenal Bali ketimbang Indo...
Pandemi Covid 19 telah mengubah tatanan kehidupan. Perubahan juga terjadi pada proses pembelajaran. Selama pandemi Covid 19 pembelajaran tatap muka diganti dengan pembelajaran daring. Perubahan ini tentu mengakibatkan perubahan pendekatan pada proses pembelajaran. Proses pembelajaran dilakukan dengan menekankan pada pembelajaran yang berpihak pada siswa.
Pembelajaran daring yang dilakukan tentu mengalami kendala. Kendala tersebut berupa kendala jaringan. Khusus untuk siswa Sekolah Dasar, tidak semua siswa memiliki hand phone. Siswa menggunakan hand phone orang tuanya dalam mengikuti pembelajaran. Siswa juga tidak bisa menyelesaikan tugas tepat waktu karena hand phone-nya masih dipakai oleh orang tua siswa. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru dapat memantapkan pembelajaran yang berdiferensiasi. Guru dapat merancang pembelajaran berdasar pada situasi yang dialami siswa.
Pembelajaran diferensiasi adalah model pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dasar pemikiran pembelajaran diferensiasi adalah siswa memiliki kesiapan belajar, minat ,dan profil belajar yang berbeda. Oleh karena itu, guru melakukan pembelajaran yang memfokuskan pada implementasi berbagai metode pembelajaran sehingga pembelajaran itu menyenangkan, relevan (sesuai dengan kondisi) dan menarik bagi siswa
Pembelajaran dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan siswa dan disesuaikan dengan kendala yang dialami siswa sehingga pembelajaran bermakna bagi siswa. Rancangan pembelajaran bermakna akan menumbuhkan minat belajar siswa. Agar kebutuhan siswa terakomodasi dalam pembelajaran guru harus melakukan analisis mengenai kesiapan belajar siswa, minat siswa, dan profil belajar siswa.
Kesiapan belajar merupakan kesiapan siswa untuk mempelajari materi pelajaran yang akan dibahas. Untuk menggali lebih mendalam mengenai pengetahuan siswa, guru secara maksimal menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran sehingga pembelajaran diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan siswa.
Minat siswa perlu diketahui oleh guru sehingga pembelajaran benar-benar bermakna bagi siswa. Guru dapat mengemas pembelajaran sesuai dengan minat siswa. Dengan itu, minat siswa dapat tumbuh dari dalam diri siswa. Guru dapat melibatkan siswa dalam menentukan tujuan pembelajaran sehingga pembelajaran yang dirancang benar-benar bermakna bagi siswa. Siswa dalam proses pembelajaran tidak akan dijejali dengan materi yang menekankan pada konten pembelajaran tetapi siswa memperoleh pengalaman dalam pembelajaran.
Profil merupakan pendekatan pembelajaran yang disukai siswa dalam pembelajaran. Hal itu dipengaruhi oleh cara berpikir siswa, kecerdasan, budaya, latar belakang, jenis kelamin, dll. Masing-masing siswa mempunyai cara belajar yang berbeda dengan yang lain. Ada siswa yang suka belajar kelompok dan ada juga siswa yang tidak suka belajar berkelompok. Ada siswa yang suka berdiskusi dalam belajar. Ada siswa yang tidak menyukai diskusi. Ada siswa yang kelihatan pasif dalam pembelajaran tetapi ketika dilakukan asesmen, siswa tersebut tuntas dalam pembelajaran. Ketiga aspek tersebut perlu dianalisis sebelum guru melakukan pembelajaran sehingga tujuan pembejaran dapat tercapai dengan maksimal. Guru merancang pembelajaran dalam bentuk pembelajaran yang berdiferensiasi.
Terdapat tiga elemen penting yang akan dilakukan dalam pembelajaran berdiferensiasi yaitu konten, proses, dan produk. Konten berhubungan dengan materi yang akan dipelajari. Misalnya, guru akan mengajarkan matematika dengan tujuan agar siswa bisa membaca waktu. Dalam pembelajaran tersebut ada siswa yang belum memahami konsep angka, ada juga yang belum mengerti mengenai konsep waktu dan mungkin beberapa siswa sudah memahami dan bisa membaca waktu dengan baik. Bagi siswa yang tingkat kesiapannya baik, siswa tersebut tidak akan mengalami masalah dalam pembelajaran. Bagi siswa yang tingkat kesiapannya belum memadai, guru perlu melakukan modifikasi dan adaptasi pembelajaran berdasarkan tingkat kesiapan siswa tersebut.
Proses merupakan aktivitas siswa dalam mendapatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan. Aktivitas belajar dapat ditingkatkan menghubungkan materi yang akan dibahas dengan materi yang sudah dibahas sebelumnya. Guru dalam pembelajaran menyampaikan kepada siswa kegiatan yang dilakukan setelah pembelajaran. Disamping itu, guru dapat melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan model-model pembelajaran yang inovatif sehingga proses pembelajaran menarik bagi siswa. Misalnya siswa dapat menulis teks ekposisi berdasar pada minat siswa. Siswa yang mempunyai minat olah raga dapat membuat teks eksposisi yang berkaitan dengan olah raga. Siswa yang mempunyai minat seni, mereka dapat membuat teks eksposisi tentang kesenian.
. Produk merupakan bukti apa yang sudah mereka pelajari dan pahami. Murid-murid akan mendemonstrasikan atau mengaplikasikan mengenai apa yang sudah mereka pahami. Produk yang dihasilkan siswa berdasar pada minat siswa. Hal ini tentu membuat pembelajaran lebih bermakna. Siswa dapat membuat tugas yang berupa produk disesuaikan dengan apa yang siswa alami selama belajar di rumah. Dalam membuat teks narasi misalnya, siswa dapat membuat berdasar apa yang siswa alami bersama keluarga selama masa pandemi Covid 19. Produk yang dibuat akan merubah sisw dari consumer of knowledge to produce with knowledge. [T]
BERWISATA atau piknik ke Bali adalah dambaan banyak siswa sekolah. Pulau ini sudah dikenal di seluruh dunia. Bahkan banyak masyarakat dunia yang lebih mengenal Bali ketimbang Indo...
PERBEDAAN pandangan antara pemerintah dan komunitas, terutama komunitas orang muda sering dianggap sebagai persoalan komunikasi. Seolah-olah, jika dialog diperbaiki, maka kesalahp...
PULUHAN pesawat kertas melayang serentak dari atas panggung SD Negeri 1 Ungasan, Badung. Para siswa bersama guru yang berdiri berdampingan melemparkannya ke arah depan, seolah men...
APA yang paling dikhawatirkan oleh para pebisnis atau penanam modal di Indonesia selama era reformasi bukan pada keamanan akan tetapi tidak adanya kepastian hukum. Ada tiga&...
Dari Puputan Badung Menuju Perjuangan Zaman Kini PADA tanggal 20 September 1906, dunia menyaksikan sebuah peristiwa yang hingga kini masih menggema dalam kesadaran kolektif mas...
PERJALANAN Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Bali, tidak bisa dilepaskan dari organisasi induknya yakni Nahdlatul Ulama (NU), yang sudah eksis berdiri di Bali sebelum periode kemerdeka...
“Salah satu hal yang membuat pelecehan sulit dikenali adalah karena ia sering hadir dalam bentuk yang tampak biasa: candaan, gurauan, atau perilaku yang dianggap lumrah dalam perg...
JUNIadalah bulan keenam dalam Tarikh Kalender Masehi, semua orang tahu. Juni adalah bulan pertengahan tahun, semua orang juga tahu. Juni adalah bulan kelahiran dan kewafatan Bung...
SINGARAJA – TATKALA.CO | Tahun 2026 ini, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menyediakan total daya tampung sebanyak 8.484 kursi untuk jenjang S1, S2, S3, profesi,...
“Kalau menurutmu, apa yang paling menentukan nasib manusia?” tanya Wayan Tulus sambil memeriksa saluran air yang mengaliri sawahnya. Di sampingnya, Made Jembar sedang men...