Memuja Saraswati, Keriangan yang Sama dari Seluruh Dunia
“Pencarian ilmu pengetahuan akan dan bisa membawa manusia mengenali Tuhan-nya.” Hal itu merupakan bagian dari surat yang ditulis fisikawan tersohor Albert Eistein, tahun 1954,...
Masyarakat awam kadang berpikir kalau lontar-lontar isinya melulu black magic atau ajaran kuno. Kenyataan banyak yang tidak seperti itu.
Ada beragam lontar yang sangat "modern" seperti catatan absensi atau list anggota kelompok arisan atau pinjaman keuangan sebuah kampung. Lontar ini bisa disebut "lontar sekaa". Selain "lontar sekaa" ada "lontar ayahan" yang berisi kewajiban yang dikenakan pada krama. "Lontar kekenen" lain lagi, ini lontar berisi "kekenan" (apa yang dikenakan/diwajibkan untuk disumbang) ketika karya/odalan atau perayaan pura. Lontar "paling modern" adalah "lontar pajak tanah", temasuk di dalamnya pilpil.
Lontar pajak tanah adalah bukti pembayaran pajak tanah yang dinilai 'paling bernilai tinggi". Lontar ini ditandai dengan stempel kerajaan pada ujungnya, lalu berisi keterangan luasan dan lokasi tanah, dengan nama pemiliknya. Batas-batas tanah umumnya disebutkan. Dari bukti pembayaran pajak ini aset keluarga yang dulunya hanya berupa pipil bisa diproses menjadi sertifikat hak milik (SHM). Lontar-lontar ini berguna sebagai pelengkap dalam proses mengurus pipil menjadi sertifikat. Ini juga bisa menjadi bukti aset jika berurusan dengan pinjam-meminjam di masa lalu.
Lontar-lontar pajak tanah sangat diperlukan di zaman land reform masa kolonial. Banyak tanah diambil penguasa ketika itu kalau tidak bisa bayar pajak, kata para tetua. Kalau mampu membayar pajak dan bisa mengurus pipil, apalagi punya posisi sebagai pejabat kolonial, dan mahir berbahasa Belanda, yang bersangkutan akan sangat diuntungkan. Banyak "tanah gege" bisa dijadikan bagian dari "tanah milik" bila dekat dengan penguasa ketika itu. Jangan tanya kekuasaan para raja ketika itu. Ini sebab sampai kini — kalau tidak habis terjual — lingkar keturunan para raja dan sekitarnya masih berlimpah tanah waris. Umumnya juga lokasinya di titik-titik paling strategis dan punya harga jual tinggi.
Sekarang, yang terpenting dari keberadaan dari Lontar Pajak Tanah adalah tanahnya juga masih di tangan pewaris lontar. Ada pernah bahkan cukup sering terjadi, begitu sebuah keluarga ketemu lontar-lontar pembayaran pajak, mereka lantas mencari tanah leluhurnya itu, lalu mengklaim bahwa tanah itu milik keluarga mereka. Tentu tidak semudah itu. Lontar-lontar pajak tanah bukan sertifikat tanah. Bisa jadi tanahnya sendiri telah dijual, tinggal lontar-lontar disimpan di rumah. Lontar-lontar bukti pajak ini bernilai tinggi, tentunya, kalau tanahnya masih sampai sekarang belum dijual ke investor atau belum sempat pindah tangan.
Banyak lontar pembayaran pajak tinggal lontarnya saja, tanahnya telah dijual karena judi atau berbagai alasan. Yang tertinggal hanya lontar-lontar pajak berserak di rumah pewarisnya, sementara itu tanahnya entah milik siapa sekarang. [T]
“Pencarian ilmu pengetahuan akan dan bisa membawa manusia mengenali Tuhan-nya.” Hal itu merupakan bagian dari surat yang ditulis fisikawan tersohor Albert Eistein, tahun 1954,...
“Orang mati, bukanlah karena sungai yang deras dan punya jeram-jeram terjal atau pesawat terbang dalam sekapan badai, orang mati karena sebuah hukum kekekalan energi yang eksak. C...
Kelompok Perupa Bali yang selama ini kosisten berkarya dan berpameran, Militan Art adalah nama kelompok perupa yang dibangun mengairahkan insan seni rupa hingga menggelar exhibiti...
Film Sexy Killers sudah dibicarakan banyak orang, seperti banyak pejabat, banyak tokoh politik, banyak seniman, banyak praktisi lingkungan, aktivis lingkungan, dan banyak pihak la...
Beberapa waktu lalu, 7 Mei 2019, saya menonton satu nomor pertunjukan berjudul, Pentas Drama Musikal Pan Balang Tamak, dipentaskan Yayasan Pendidikan Dria Raba di Gedung Ksirarnaw...
Kalau pas melintas di Pasar Penebel, di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, mampirlah sebentar ke sebuah warung kecil. Lokasinya di utara pasar, tepatnya sebelah barat jal...
Apa yang spesial dari sebuah pesta dansa? Saya tidak tahu karena saya belum pernah berdansa. Bagaimana bergerak mengikuti irama musik, melangkahkan kaki, gerak tangan dan ju...
Kiccho manussapatilabho kiccham maccana jivitam Kiccham saddhammassavanam kiccho buddhanamuppado . Sungguh sulit untuk dapat terlahir sebagai manusia, sungguh su...
Puasa, entah itu merupakan satu kewajiban agama, sebuah tradisi bersama ataupun suatu kesadaran personal, secara biologis, itu dipastikan sehat. Esensi biologisnya mungkin dapat d...
Merayakan kemenangan presiden pilihan hati, bisa dilakukan dengan berbagai cara. Kalau orang lain mungkin dengan berpesta pora, beda dengan teman saya ini. Dia memilih menyepi, ma...