Objek Wisata Ciung Wanara: Legenda Sarat Intrik Politik
TERLETAK di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, situs Ciung Wanara menjadi objek wisata alam, budaya dan sejarah yang banyak dikunjungi. Ciun...
Masyarakat awam kadang berpikir kalau lontar-lontar isinya melulu black magic atau ajaran kuno. Kenyataan banyak yang tidak seperti itu.
Ada beragam lontar yang sangat "modern" seperti catatan absensi atau list anggota kelompok arisan atau pinjaman keuangan sebuah kampung. Lontar ini bisa disebut "lontar sekaa". Selain "lontar sekaa" ada "lontar ayahan" yang berisi kewajiban yang dikenakan pada krama. "Lontar kekenen" lain lagi, ini lontar berisi "kekenan" (apa yang dikenakan/diwajibkan untuk disumbang) ketika karya/odalan atau perayaan pura. Lontar "paling modern" adalah "lontar pajak tanah", temasuk di dalamnya pilpil.
Lontar pajak tanah adalah bukti pembayaran pajak tanah yang dinilai 'paling bernilai tinggi". Lontar ini ditandai dengan stempel kerajaan pada ujungnya, lalu berisi keterangan luasan dan lokasi tanah, dengan nama pemiliknya. Batas-batas tanah umumnya disebutkan. Dari bukti pembayaran pajak ini aset keluarga yang dulunya hanya berupa pipil bisa diproses menjadi sertifikat hak milik (SHM). Lontar-lontar ini berguna sebagai pelengkap dalam proses mengurus pipil menjadi sertifikat. Ini juga bisa menjadi bukti aset jika berurusan dengan pinjam-meminjam di masa lalu.
Lontar-lontar pajak tanah sangat diperlukan di zaman land reform masa kolonial. Banyak tanah diambil penguasa ketika itu kalau tidak bisa bayar pajak, kata para tetua. Kalau mampu membayar pajak dan bisa mengurus pipil, apalagi punya posisi sebagai pejabat kolonial, dan mahir berbahasa Belanda, yang bersangkutan akan sangat diuntungkan. Banyak "tanah gege" bisa dijadikan bagian dari "tanah milik" bila dekat dengan penguasa ketika itu. Jangan tanya kekuasaan para raja ketika itu. Ini sebab sampai kini — kalau tidak habis terjual — lingkar keturunan para raja dan sekitarnya masih berlimpah tanah waris. Umumnya juga lokasinya di titik-titik paling strategis dan punya harga jual tinggi.
Sekarang, yang terpenting dari keberadaan dari Lontar Pajak Tanah adalah tanahnya juga masih di tangan pewaris lontar. Ada pernah bahkan cukup sering terjadi, begitu sebuah keluarga ketemu lontar-lontar pembayaran pajak, mereka lantas mencari tanah leluhurnya itu, lalu mengklaim bahwa tanah itu milik keluarga mereka. Tentu tidak semudah itu. Lontar-lontar pajak tanah bukan sertifikat tanah. Bisa jadi tanahnya sendiri telah dijual, tinggal lontar-lontar disimpan di rumah. Lontar-lontar bukti pajak ini bernilai tinggi, tentunya, kalau tanahnya masih sampai sekarang belum dijual ke investor atau belum sempat pindah tangan.
Banyak lontar pembayaran pajak tinggal lontarnya saja, tanahnya telah dijual karena judi atau berbagai alasan. Yang tertinggal hanya lontar-lontar pajak berserak di rumah pewarisnya, sementara itu tanahnya entah milik siapa sekarang. [T]
TERLETAK di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, situs Ciung Wanara menjadi objek wisata alam, budaya dan sejarah yang banyak dikunjungi. Ciun...
— Catatan Harian Sugi Lanus, 3 September 2025 Pemandangan yang menyambut kita sebelum mendarat di airport Ngurah Rai Bali adalah wajah bopeng pesisir terumbu karang ratusan hek...
KABAR wafatnya Dr. Jane Goodall, seorang ilmuwan besar, pegiat lingkungan, sekaligus utusan perdamaian PBB, tentu meninggalkan duka mendalam bagi dunia. Pada usia 91 tahun, ia ber...
Pengantar FENOMENA jual beli artikel penelitian, jurnal, bahkan buku akademik, kini kian menjadi praktik yang lazim di dunia akademik Indonesia. Apa yang semestinya lahir dari...
DI tengah hiruk-pikuk modernisasi, ada sosok yang tetap setia menjaga irama gamelan Bali. Dia adalah I Nyoman Tamat, S.Pd., M.Pd.. Ia bisa disebut sebagai seorang maestro gamelan...
TIDAK ada satupun aspek kehidupan yang dapat lepas dari politik. Itu adalah fakta yang harus kita sadari. Menurut Aristoteles dalam bukunya The Politics disebutkan bah...
JIKA ada di antara sidang pembaca yang budiman yang coba ingat-ingat pada tahun 80-an, banyak rumah-rumah orang Indonesia sederhana saja. Banyak yang berdinding papan, perabotan s...
GENDERANG kesetaraan gender sebagai isu prioritas gobal sebenarnya sudah dipukul sejak tahun 2018 dalam Annual Meetings IMF-WBG melalui Seminar Womesn’s Participation for Economic...
Lupita Sari Dewi dan Andy Sri Wahyudi berpameran bersama dengan menampilkan karya-karya rupa yang menarik perhatian di Museum dan Tanah Liat, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Yogyak...
ADA ungkapan lama yang tetap relevan hingga kini: Vox Populi, Vox Dei — suara rakyat adalah suara Tuhan. Ungkapan ini seolah menemukan momentumnya kembali saat tembok di kawasan G...