Manusia di Antara Binatang dan Tanaman
Dalam konteks mikrokosmos, ada tiga kelompok mukhluk hidup yang diciptakan oleh Tuhan yang Maha Pencipta yaitu: manusia, hewan/binatang, dan tumbuhan/tanaman. Dari ketiga k...

Jika menemukan lontar "longgar" aksaranya seperti dalam gambar di atas, antara aksara satu dengan lanjutannya dibiarkan terbuka, ini artinya saat menyalin lontar babonnya (sumbernya) telah rusak atau lobang tidak terbaca.
Penyalin konsisten menyalin dengan "melonggarkan" sebanyak berapa aksara tidak terbaca atau lobang.
Ada harapan nantinya kalau ketemu lontar-lontar sejenia bisa ditambahkan yang "longgar" tersebut sesuai acuan lontar yang sama.
Lontar longgar dalam foto ini adalah lontar sangat langka, mungkin satu-satunya lontar yang masih selamat berisi, tabik, Agastya Stawa. Satu lagi berisi Gayatri Mantra.
Kedua lontar longgar ini punya isi sangat penting.
— Sebab ada terdengar keraguan atau selentingan yang mempertanyakan: Apakah Gayatri Mantra itu ada di Nusantara secara utuh? Gayatri Mantra dalam Puja Trisandhya kita sekarang, dalam lontar ini, disebut sebagai SANG HYANG BRAHMA GAYATRI. Ada juga SIWA GAYATRI atau RUDRA GAYATRI. Setidaknya ada dua lontar kuno saya baca berisi Mantra Gayatri. Penelitian lain, Goudriaan and Hooykaas (1971), telah memberikan titik terang keberadaan Gayatri Mantra dari tradisi kuno Bali dan Jawa Kuno.
— Sementara itu, dengan ada stawa pada Rsi Agastya dengan bahasa Sanskerta sangat utuh dan gramatika luar biasa dalam lontar ini, bisa memunculkan pertanyaan: Apakah stawa ini warisan puja dari tradisi Prambanan? Medang Kemulan? Lontar salinan ini bisa jadi telah berusia 400 tahun. Jika demikian, tentunya, lontar yang disalin pasti dari abad-abad sebelum.
Lontar-lontar longgar seperti ini sangat menarik karena kita bisa melihat konsistensi penyalinannya, dan punya potensi kalau sumber atau babonnya dari masa silam yang jauh. [T]
Dalam konteks mikrokosmos, ada tiga kelompok mukhluk hidup yang diciptakan oleh Tuhan yang Maha Pencipta yaitu: manusia, hewan/binatang, dan tumbuhan/tanaman. Dari ketiga k...
“In order to cure the human body, it is necessary to have a knowledge of the whole of things” Hippocrates (460-377SM), dalam untaian kata-katanya yang begitu bersahaja...
Jika kau ke Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, kau menemukan banyak hal masih asli dan original. Tak usah sebut gula arena tau gula jaka dengan rasa manis yang istime...
“Siapa orang yang paling baik?” tanya seorang teman, 20 tahun, mahasiswa eksentrik yang berpikir agak berbeda dan sedikit di antara kebanyakan orang. “Apakah ibu, bapak, saudara,...
Perayaan Hari Raya Nyepi tahun 1941 saka adalah ajang kreatifitas berkarya bagi pemuda atau sekeha teruna. Kesibukan pun terlihat di balai banjar, kreator dan seniman dibantu seke...
PPL (Program Pengalaman Lapangan) bagi saya adalah pembelajaran sekaligus mengenang masa lalu dan mengenang masa-masa SMA dulu. Mengenang kembali bahagianya bangun pagi, mengenang...
Judul itu bukan bahasa gahol ala-ala. Muka itu wajah, gua itu goa. Artinya wajah yang terlihat seperti goa. Pastinya wajah goa itu terlihat gelap gulita, tidak terang benderang. T...
Program Sinema Bentara di Bentara Budaya Bali (BBB) bulan ini diselenggarakan selaras pameran Bali Architecture Week 2019: Popo Danes and Friends “Crafting The Archipelago” (9-17...
Berapa jumlah orang Bali yang jadi entrepreneur di Bali? Berapa jumlah orang Indonesia yang jadi entrepreneur? Jawabannya gak besar kalau dipersentsekan dengan jumlah penduduk kes...
Debat calon presiden edisi pertama yang sekaligus menjadi jilid kedua debat secara umum telah terlewati, Minggu 17 Febriari 2019, tadi malam. Layaknya debat pertama tempo hari, ha...