Kiri dan Kanan - Catatan Pembacaan Ensiklopedi Kiwa Tengen
Sebanyak dua puluh buah cakep lontar menjadi rujukan penting dalam Ensiklopedi Kiwa Tengen [selanjutnya disingkat EKK] karya team penyusun dari Bali Wisdom. Di antara dua puluh ca...

Jika menemukan lontar "longgar" aksaranya seperti dalam gambar di atas, antara aksara satu dengan lanjutannya dibiarkan terbuka, ini artinya saat menyalin lontar babonnya (sumbernya) telah rusak atau lobang tidak terbaca.
Penyalin konsisten menyalin dengan "melonggarkan" sebanyak berapa aksara tidak terbaca atau lobang.
Ada harapan nantinya kalau ketemu lontar-lontar sejenia bisa ditambahkan yang "longgar" tersebut sesuai acuan lontar yang sama.
Lontar longgar dalam foto ini adalah lontar sangat langka, mungkin satu-satunya lontar yang masih selamat berisi, tabik, Agastya Stawa. Satu lagi berisi Gayatri Mantra.
Kedua lontar longgar ini punya isi sangat penting.
— Sebab ada terdengar keraguan atau selentingan yang mempertanyakan: Apakah Gayatri Mantra itu ada di Nusantara secara utuh? Gayatri Mantra dalam Puja Trisandhya kita sekarang, dalam lontar ini, disebut sebagai SANG HYANG BRAHMA GAYATRI. Ada juga SIWA GAYATRI atau RUDRA GAYATRI. Setidaknya ada dua lontar kuno saya baca berisi Mantra Gayatri. Penelitian lain, Goudriaan and Hooykaas (1971), telah memberikan titik terang keberadaan Gayatri Mantra dari tradisi kuno Bali dan Jawa Kuno.
— Sementara itu, dengan ada stawa pada Rsi Agastya dengan bahasa Sanskerta sangat utuh dan gramatika luar biasa dalam lontar ini, bisa memunculkan pertanyaan: Apakah stawa ini warisan puja dari tradisi Prambanan? Medang Kemulan? Lontar salinan ini bisa jadi telah berusia 400 tahun. Jika demikian, tentunya, lontar yang disalin pasti dari abad-abad sebelum.
Lontar-lontar longgar seperti ini sangat menarik karena kita bisa melihat konsistensi penyalinannya, dan punya potensi kalau sumber atau babonnya dari masa silam yang jauh. [T]
Sebanyak dua puluh buah cakep lontar menjadi rujukan penting dalam Ensiklopedi Kiwa Tengen [selanjutnya disingkat EKK] karya team penyusun dari Bali Wisdom. Di antara dua puluh ca...
Dewasa ini, keadaan media sosial sangatlah mendominasi setiap ruang dan waktu manusia. Sebagian besar orang saat ini menggunakan media sosial baik dalam pekerjaannya maupun dalam...
25 Nopember 2019, jagat media sosial dipenuhi dengan stories, time line ucapan dan pemberian hadiah berupa coklat ataupun bunga kepada guru. Ucapan penuh inspirasi mengharu biru m...
Tabu.Project penerima Hibah Seni Kelola 2019 mempresentasikan garapan kolaboratif mereka pada Diskusi dan Lokakarya Parade Teater Canasta 2019. Kelompok yang digawangi oleh kawan-...
Ketika membicarakan tentang ruang pertunjukan teater, jarak antara penonton dan panggung seperti sengaja diciptakan: baris kursi penonton bertingkat disediakan agar penonton dapat...
edisi 25/11/19 KOPLAK menggaruk kepalanya yang tidak gatal selalu saja banyak hal-hal di negeri ini yang membuatnya patah jantung. Seluruh aktifitasnya jadi tidak menarik lagi....
Sedari mereka tak diberikan tanda, mereka pun tak dibalas jasanya. Begitu kiranya semboyan yang relevan untuk kondisi guru dimasa kini. Pertama, izinkan saya mengucapkan Selamat H...
Sebuah tempat, kain-kain hitam terbentang membatas ruang. Cermin-cermin digantung berjajar di bawah tali yang saling silang. Dua perempuan berjalan perlahan saja, mengisahkan seja...
Di Banjar Gulinten, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Karangasem, terdapat gerakan literasi sederhana untuk anak-anak, yakni menulis dan membaca buku sembari memanjat pohon jamblang....
Saya senang sekali mendengar kabar bahwa Nadiem Makarim diberi mandat sebagai Menteri Pendidikan Indonesia. Keputusan Bapak Presiden Jokowi ada benarnya juga. Indonesia butuh pemi...