‘Tangis Alam’ Agus Murdika
SALAH satu karya yang cukup mendapat perhatian beberapa teman perupa pada pameran senirupa dalam rangka Ulang Tahun ke 29 Galang Kangin adalah karya Agus Murdika yang berjudul “Go...

Jika menemukan lontar "longgar" aksaranya seperti dalam gambar di atas, antara aksara satu dengan lanjutannya dibiarkan terbuka, ini artinya saat menyalin lontar babonnya (sumbernya) telah rusak atau lobang tidak terbaca.
Penyalin konsisten menyalin dengan "melonggarkan" sebanyak berapa aksara tidak terbaca atau lobang.
Ada harapan nantinya kalau ketemu lontar-lontar sejenia bisa ditambahkan yang "longgar" tersebut sesuai acuan lontar yang sama.
Lontar longgar dalam foto ini adalah lontar sangat langka, mungkin satu-satunya lontar yang masih selamat berisi, tabik, Agastya Stawa. Satu lagi berisi Gayatri Mantra.
Kedua lontar longgar ini punya isi sangat penting.
— Sebab ada terdengar keraguan atau selentingan yang mempertanyakan: Apakah Gayatri Mantra itu ada di Nusantara secara utuh? Gayatri Mantra dalam Puja Trisandhya kita sekarang, dalam lontar ini, disebut sebagai SANG HYANG BRAHMA GAYATRI. Ada juga SIWA GAYATRI atau RUDRA GAYATRI. Setidaknya ada dua lontar kuno saya baca berisi Mantra Gayatri. Penelitian lain, Goudriaan and Hooykaas (1971), telah memberikan titik terang keberadaan Gayatri Mantra dari tradisi kuno Bali dan Jawa Kuno.
— Sementara itu, dengan ada stawa pada Rsi Agastya dengan bahasa Sanskerta sangat utuh dan gramatika luar biasa dalam lontar ini, bisa memunculkan pertanyaan: Apakah stawa ini warisan puja dari tradisi Prambanan? Medang Kemulan? Lontar salinan ini bisa jadi telah berusia 400 tahun. Jika demikian, tentunya, lontar yang disalin pasti dari abad-abad sebelum.
Lontar-lontar longgar seperti ini sangat menarik karena kita bisa melihat konsistensi penyalinannya, dan punya potensi kalau sumber atau babonnya dari masa silam yang jauh. [T]
SALAH satu karya yang cukup mendapat perhatian beberapa teman perupa pada pameran senirupa dalam rangka Ulang Tahun ke 29 Galang Kangin adalah karya Agus Murdika yang berjudul “Go...
BARU-BARU ini, Bill Gates kembali melontarkan pernyataan yang cukup mengagetkan. Salah satu orang terkaya di dunia itu mengatakan, teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin be...
DALAM membuat musik atau lagu, teknologi yang sekarang terus berkembang seharusnya membuat semua orang tambah kreatif. Tinggal mempelajari bagaimana musik bisa diolah dengan perke...
PADA suatu sore yang muram saya berbincang sambil minum teh dengan Joko Pinurbo di teras rumahnya. Entah bagaimana tiba-tiba dia berbicara tentang berita surat kabar sekian tahun...
SYAHDAN dua puluh satu tahun silam, pada tahun 2004, Dewan Kesenian Jakarta membuat acara bertajuk “Cakrawala Sastra Indonesia”. Selain pentas sastra juga diterbitkan serangkaian...
SALAH satu karya yang menarik pada pameran senirupa “Metastomata : Metamorphosi Manifesto Galang Kangin” di Neka Art Museum, Ubud – 18 April hingga 18 Mei , adalah karya Way...
"Ingat, kamu jangan sampai lupa. Sebut nama Allah ... Allah ... Allah ... ketika kamu sedang mengerjakan ujian. Semalam kamu sudah belajar toh?" kata Mak Kaeh kepada Samsul saat p...
LEGENDA HARIMAU JAWA aum harimau jawahanya tinggal gema di dinding-dinding guamerobek kesunyian belantara sampai ke riuh kotatinggal gema memantul-mantul di seluruh suasanatak...
DESA wisata adalah ujung tombak pariwisata kita. Dari Sabang hingga Merauke, desa-desa wisata telah menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga ma...
GEDUNG Cita Kelangen di kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Bali, Kamis, 1 Mei 2025, dipenuhi atmosfer musik tak biasa. Di dalam gedung itu, Program Studi (Prodi) Musik, Fakultas...