"Mebalih Jegog Malu" di Jegog Spirit Festival 2025
HUJAN mengguyur Jembrana dari sore hari, Jumat, 19 Desember 2025. Namun tetabuhan Jegog tetap terdengar dari pinggir jalan utama Denpasar-Gilimanuk. Festival Spirit Jegog Jembrana...

Jika menemukan lontar "longgar" aksaranya seperti dalam gambar di atas, antara aksara satu dengan lanjutannya dibiarkan terbuka, ini artinya saat menyalin lontar babonnya (sumbernya) telah rusak atau lobang tidak terbaca.
Penyalin konsisten menyalin dengan "melonggarkan" sebanyak berapa aksara tidak terbaca atau lobang.
Ada harapan nantinya kalau ketemu lontar-lontar sejenia bisa ditambahkan yang "longgar" tersebut sesuai acuan lontar yang sama.
Lontar longgar dalam foto ini adalah lontar sangat langka, mungkin satu-satunya lontar yang masih selamat berisi, tabik, Agastya Stawa. Satu lagi berisi Gayatri Mantra.
Kedua lontar longgar ini punya isi sangat penting.
— Sebab ada terdengar keraguan atau selentingan yang mempertanyakan: Apakah Gayatri Mantra itu ada di Nusantara secara utuh? Gayatri Mantra dalam Puja Trisandhya kita sekarang, dalam lontar ini, disebut sebagai SANG HYANG BRAHMA GAYATRI. Ada juga SIWA GAYATRI atau RUDRA GAYATRI. Setidaknya ada dua lontar kuno saya baca berisi Mantra Gayatri. Penelitian lain, Goudriaan and Hooykaas (1971), telah memberikan titik terang keberadaan Gayatri Mantra dari tradisi kuno Bali dan Jawa Kuno.
— Sementara itu, dengan ada stawa pada Rsi Agastya dengan bahasa Sanskerta sangat utuh dan gramatika luar biasa dalam lontar ini, bisa memunculkan pertanyaan: Apakah stawa ini warisan puja dari tradisi Prambanan? Medang Kemulan? Lontar salinan ini bisa jadi telah berusia 400 tahun. Jika demikian, tentunya, lontar yang disalin pasti dari abad-abad sebelum.
Lontar-lontar longgar seperti ini sangat menarik karena kita bisa melihat konsistensi penyalinannya, dan punya potensi kalau sumber atau babonnya dari masa silam yang jauh. [T]
HUJAN mengguyur Jembrana dari sore hari, Jumat, 19 Desember 2025. Namun tetabuhan Jegog tetap terdengar dari pinggir jalan utama Denpasar-Gilimanuk. Festival Spirit Jegog Jembrana...
Hari pertama Jegog Spirit Festival 2025, Jumat, 19 Desember, di Anjungan Cerdas Rambut Siwi, Jembrana, diisi dengan berbagai kegitaan edukatif dan kompetisi, sekaligus meriah. Itu...
AKHIR tahun di Denpasar selalu punya dua wajah. Di satu sisi, ia menjadi ruang perayaan, temu kreativitas, dan etalase budaya yang hidup. Di sisi lain, langit kerap menyimpan keju...
Tak ada yang dapat sepenuhnya menghindar dari lagu ini, sebab jejaknya telah lama terpahat dalam ingatan: “I Love You More Than You’ll Ever Know” dari Blood, Sweat & Tears. Di...
Tidak ada satu pun negara di dunia yang tidak melakukan pembangunan. Pembangunan akan terus berlangsung seiring dengan perjalanan sebuah negara. Dalam prosesnya, pembangunan harus...
HUBUNGAN Papa dan Mama sangat aneh. Mereka tidak pernah bertengkar, tapi juga tidak pernah tampil mesra. Mereka bersikap sopan terhadap satu sama lain. Mereka juga membagi pekerja...
SKETSA MALAM Saban malam kau berceritaseseorang yang memahat mayatnyamenjelma penari api oleh dendamnya. Kegilaan mempesona jiwanya menemukangua purba dan lukisan perburuan...
BALI kerap dipuja sebagai surga dunia. Pulau kecil ini hadir dalam imajinasi global sebagai lanskap eksotis: sawah berundak hijau, pantai berkilau, ritual keagamaan yang sakral, s...
MENGUSUNG tema wisata, literasi, seni, dan budaya, sebuah acara “dadakan” diadakan di Desa Adat Gulinten, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali. Kegiatan ini sebagai ajang b...
PERJALANAN saya ke Kota Jakarta kali ini memang berbeda. Sudah 15 kali ke Jakarta, naik bus 6 kali, 9 kali naik pesawat udara. Tapi kali ini saya naik kereta api dari Surabaya, te...