Terbentuk pada tahun 2016, Soulfood yang berdiri kokoh dengan jenis musik Soul/RnB menjadi bagian tubuh yang utuh meliputi didalamnya ada Lyta (vokal), Bam (gitar) dan Palel (drum) sebagai formasi lengkap. Perjalanan yang cukup lama di dalam bermusik dan menemukan formula yang pas membuahkan hasil yang menyenangkan saat ini. Tepat tahun 2020 ini, Soulfood telah menelurkan 2 buah single bertajuk Mi Say dan Ain’t No Money It’s Okay yang bisa didengarkan via digital platform.
Lyta (vokal), Bam (gitar) dan Palel (drum)
Tidak puas dengan hanya menelurkan 2 single saja, Soulfood mulai memproduktifkan diri mereka untuk membuat sebuah maestro karya yang akan siap dirilis pada waktu dekat ini dengan mengeluarkan suatu Extended Play yang bertajuk It Won’t Over dibawah naungan label yang cukup terkenal masa kini, Pohon Tua Creatorium berhasil mengeksekusi EP mereka dengan cukup baik.
Berisikan 5 lagu berbahaya diantaranya ada It Won’t Over bercerita tentang suara kebebasan di dalam berkarya melalui proses yang cukup panjang untuk bisa melangkah membuat suatu karya yang lebih hebat lagi menuju suatu keinginan yang dicapai. Kuncinya adalah suatu kebersamaan dan suatu konsistensi didalamnya.
Pada lagu nomor 2 bertajuk Ain’t No Money It’s Okay bercerita tentang tidak pentingnya memiliki uang. Lebih tepatnya bukan pentingnya uang tersebut, tetapi bukan suatu yang utama. Paling utama adalah terus berkarya supaya menghasilkan uang lebih banyak. Kemudian ada Fly yang bercerita tentang jangan pernah pamrih jika kita melakukan hal apa pun atau pun memberikan sesuatu ke orang. Itu akan tidak membuat diri kita akan tidak baik ke depannya.
Berkeluh kesah adalah hak semua orang, tetapi jika berkeluh kesah di dalam rentan waktu yang intens, tidak akan menjadikan diri kita apa-apa. adalah It Does Make Alright dan yang terakhir ada Mi Say bercerita tentang polemik yang dihadapkan masa kini yang terjadi berlangsung lama, lagu ini ingin mengajak untuk tetap semangat menjalani hidup ini dengan cara nikmati saja hidup ini!
Semoga album ini bisa diterima oleh semua orang dan bisa membuat hari-hari ini lebih semangat lagi. Jangan menyerah untuk melakukan apa yang bisa kita lakukan! Just do it! [T] [*]
Pasca sukses
tahun 2018 lalu, pelatihan penjurian untuk remaja Youth Jury Camp Minikino Film
Week digelar kembali tahun ini. Youth Jury Camp adalah salah satu program
pelatihan pe...
Pameran di Bentara
Budaya Bali, 17-28 Mei 2019, ini mencerminkan dinamika seni rupa sebelum dan sesudah
era Pita Maha– didirikan pada 29 Januari 1936 oleh Tjokorda Gde Agung Sukaw...
Gedung Ksirarnawa Art Center, Taman Budaya Denpasar, cukup ramai walau kursi penonton tidak penuh. Beberapa anak-anak dan orang dewasa membaur menjadi penonton pementasan berjudul...
Sakti itu bisa terbang tanpa naik pesawat terbang.
Sakti itu bisa
berjalan di atas padi yang sedang berbuah, tanpa merusaknya. Sakti itu bisa
berubah menjadi kilat atau peti...
Bagi orang yang sangat mengikuti dinamika politik di Bali pasti akan mengenal akronim Desa SCTP (Sidatapa, Cempaga, Tigawasa dan Pedawa) di Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali. Trage...
Apabila ditanya, bagaimana bayangan saya tentang Bali, saya
akan menjawab ayam dan anak-anaknya di samping dapur yang mengepul, halaman
dengan tanah yang terlihat coklat, dan seba...
Tiap kali saya diajak berbicara tentang sampah,
membaca berita-berita yang mengulas sampah di media sosial, tau melihat
langsung sampah di depan mata saya, terutama sampah plastik...
Begitu memasuki wilayah Desa Petandakan di Kecamatan Buleleng, Bali, saya disambut dengan hamparan sawah yang masih asri di kiri-kanan
jalan. Meski lokasi desa itu tak jauh
dari k...
Hari itu, Jumat 17 Mei 2019. Waktu sudah menunjukkan
jam 15.30 Wita, langkah saya tertuju pada mesin absen sidik jari yang tertempel
di sudut tembok kantor tempat saya bekerja. Ma...
Berbicara tentang pendidikan
kerap kali kita akan dikaitkan dengan banyak hal. Sudahkan pendidikan mampu
mendidik generasi, sudahkan pendidikan efektif bagi perkembangan masyaraka...