Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
Hari ini Google Doodle merayakan seorang seniman besar dan sosok penting bagi budaya Betawi di Indonesia. Siapa lagi kalau bukan, almarhum Benyamin Sueb. Sosok legendaris serba bisa yang akrab dikenal sebagai ‘Babe’ dengan seribu akal. Ingin mengenal alm. Benyamin lebih lanjut? Begini cara mengeksplor karya-karyanya:
Apa aja sih film hasil karya Babe?
Sepanjang hidupnya, beliau telah merilis 46 album studio dan membintangi lebih dari 50 film. Pasti sudah tidak asing lagi dengan karyanya, “Si Doel Anak Sekolahan” tapi apa saja sih film lainnya? Coba tanyakan ke Asisten Google, “Ok Google, film Benyamin Sueb”
Cari di Google dan streaming langsung film “Si Doel” 1 hingga 3 di aplikasi streaming pilihan Anda.
Ramaikan hari ini dengan lagu - lagu khas beliau...
Dari “Malam Minggu”, ‘Kompor Meleduk’ hingga ‘Ondel-ondel’, lagu ciptaan almarhum penuh dengan lirik asik dan diiringi dengan melodi khas. Suruh Asisten Google putarkan langsung aja! “Ok Google, mainkan lagu ondel - ondel Benyamin Sueb di YouTube” atau “lirik lagu Kompor Meleduk”.
“Banyak yang bisa kita pelajari dari perjalanan hidup Alm. Babe. Sampai sekarang pun kalau saya nonton kembali karya-karya beliau saya masih dapat menemukan hal baru; baik lawakannya, celetukannya, tingkah lakunya. Satu yang paling berkesan adalah bagaimana beliau terus menanamkan nilai hormat, terutama kepada orang tua. Semoga kita semua bisa memahami dan melestarikan budaya kita sendiri sebagai bentuk penghormatan kita kepada leluhur dan generasi sebelumnya.” ujar Iko Uwais, aktor dan pegiat ilmu bela diri pencak silat.
“Sebutan ‘muka kampung, rejeki kota"—yang penuh akal bulus’ seringkali muncul ketika kita berbicara tentang Alm. Babe Benyamin Sueb. Ada banyak hal yang kita bisa pelajari dari perjalanan hidup seniman legendaris ini. Mari kita terus lanjutkan semangat berkontribusi, juga melestarikan tradisi dan budaya yang berharga untuk generasi yang akan datang.” tutup Feliciana Wienathan, Communication Manager Google Indonesia. (AW/rls)
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...