Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...

Di tengah banyaknya galeri yang gulung tikar disebabkan oleh seretnya perputaran roda bisnis seni rupa Indonesia, Nicolaus F Kuswanto atau yang akrab disapa Nico, justru menggunakan kesempatan ini untuk membuka sebuah galeri yang ia beri nama sebagai Galeri Zen1. Galeri yang terletak di kawasan Tuban-Bali ini akan dibuka Sabtu, 07 Maret 2020, dengan memberikan ruang kepada perupa-perupa terpilih untuk tampil menunjukkan kelihaian guratan tangannya di sebuah kanvas putih bersih.
Dan bukan hanya itu, sejumlah perupa pun tertantang untuk menghiasi galeri ini dengan menggunakan medium lain, seperti instalasi, patung dan juga mural. Atmi Kristiadewi, Bambang Adi Pramono, Dodit Artawan, Gede Jaya Putra, Hanh (Heart Lab), Inda Bagus Indra, Ida Bagus Putu Purwa, Ketut Sugantika, Kun Adnyana, Maureno Kustarjo, Michael Palinglingan, Nyoman Sujana Kenyem, Putu Bonuz, Sutjipto Adi, Teja Astawa, uuk Paramatha, V Dedy Reru, Wai, Waka adalah perupa-perupa yang karyanya berhasil dipamerkan pada acara ini.
Di dalam dunia seni rupa di Bali, tentu tidak asing dengan nama Nico. Nico yang merupakan owner Galeri Zen1 ini aktif membikin program-progran pameran, menjalin kemitraan dengan seniman hingga memasarkan karya di galeri-galeri yang pernah dikelolanya dulu. Yang ditampilkan bukan hanya karya perupa muda, tetapi juga perupa senior ternama. Tidak hanya perupa dari Bali, tetapi juga perupa dari luar pulau.
Tidak saja perupa Indonesia, tetapi juga perupa mancanegara. Pria yang sempat memenejeri galeri-galeri ternama ini memang telah lebih dulu menunjukan passion yang kuat terhadap seni rupa tanah air. Arief Bagus Prasteyo, penulis ternama yang turut dilibatkan dalam mengapresiasi pameran ini menyatakan kedekatannya dengan Nico.
“Sudah lebih satu decade saya mengenal Nico. Ia kerap kali meminta saya sebagai curator dalam setiap pameran lukisan yang dipersiapkannya. Sejak itu, hubungan baik kami berkanjut. Saya hampir selalu terlibat, sebagai curator atupun penulis, dalam puluhan pameran seni rupa yang terlahir dari tangan dingin Nico, di Bali maupun Jakarta,” kata Arief.
Acara yang akan dimulai pada pukul 18.00 wita ini sekaligus merupakan perayaan dalam rangka pembukaan Galeri Zen1 ini. Kata Zen1, yang diangkat menjadi nama galeri ini bisa dibaca “Seni”.
Unsur “Zen” tentu mengacu pada payung bisnis Zen Nagrisco Utama, yang merupakan nama besar dari perusahaan yang dimiliki oleh Nico, yang bergerak di bidang pengiriman barang (Zen Express), dan pembingkaian lukisan (Zen Agung Frame).
Di samping itu, angka 1 pada kata Zen1, merupakan lambing dari cita-cita untuk menjadi galeri nomer 1. “Menjadi yang terbaik, luhur, dengan harapan kami tampil dengan kemaksimalan. To be the best of the best.” Seru Nico.

Ditenagai oleh api kecintaannya terhadap seni rupa dan kecakapan membangun relasi dengan perupa dan kolektor, bisa jadi, Galeri Zen1 ini dapat nyata menjalani esensi Zen yang berkembang, yaitu membangkitkan kesadaran dan kekinian akan sebuah karya, yang melampuai pikiran dan penciptaan itu sendiri. [T]
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...