Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
Antida SoundGarden dan Bali Reggeaneration mempersembahkan gelaran acara Sunday Reggae Santay pada Minggu malam, 02 Februari 2020, di halaman rumah Antida SoundGarden. Acara ini dimeriahkan oleh sepuluh band-band Reggae Bali, yang selama ini telah konsisten menapakkan kakinya di ranah musik bergenre Reggae ini. Setelah sempat vacuum tiga tahun lamanya, kini Bali Reggaeneration kembali bangkit dan menunjukkan taringnya di panggung Antida SoundGarden.
Komunitas yang menamakan dirinya Bali Reggeaneration ini sangat semangat dalam menumbuh-kembangkan generasi-generasi berikutnya (regenerasi) di dalam musik reggae.
“Harapan ke depannya adalah memunculkan terus regenerasi musik Reggae di Bali, agar musik Reggae di Bali dapat menjaga eksistensinya,” ujar Made Mayun, selaku Ketua Bali Reggeaneration.
Di dalam perjalanannya, memang Bali Reggaeneration seringkali didukung oleh banyak pihak. “Semasih ada peluang dengan pihak manapun yang dapat diajak bekerjasama dengan Bali Reggaeneration yang saat ini memang masih dalam finansial nol, tentu membuat kami semangat. Hal ini tentu membuka ruang yang lebih besar dalam menjaring musisi-musisi reggae bali muda,” tambahnya.
Acara yang tepat dimulai pada pukul 17.00 ini menghadirkan sepuluh band Raggae Bali yang menghentak panggung dengan penampilan mereka masing-masing berdurasi tiga puluh menit. Kesepuluh band ini adalah Lubak Q_ul yang merupakan band pendatang baru Reggae ini; Sandi Lazuardi yang dikenal sebagai pemain saxophone dari band Double T, tetapi saat ini menampikan bandnya sendiri; Soullast yang terdiri dari orang-orang yang telah lama memakan garam panggung Reggae Bali; The Gunturs; band yang sudah tidak asing lagi di telinga para pendengar Reggae; Revelation, band Raggae yang pemainnya dasarnya bergenre rock; Rasta Flute, merupakan band yang mempunyai ciri khas tersendiri yaitu menggunakan instrument suling; Karniforasta, yang terdiri dari musisi-musisi muda yang sangat mencintai Reggae; Vermilion yang terdiri dari anak-anak muda yang bertalenta di music Raggae. Selain itu juga ada band yang bernama Upah Hidup.
Bukan hanya itu, acara ini menjadi semakin menarik, dan mengundang banyak penonton yang datang, juga dikarenakan ada “Mysteri Guest”. Tamu Misterius yang dimaksudkan adalah Small Axe dan Joni Agung. Tentu saja, ketika mendengar nama Joni Agung, anak-anak muda yang datang dengan mengenakan celana pendek dan kaos kaki tinggi sebetis ini ikut berjoget mengikuti irama Reggae. Melalui Joni Agung, mereka melihat kiblat musik Reggae Tanah Air, dan mungkin bukan hanya itu. Mungkin mereka percaya bahwa Reggae mempunyai filosofi, bukan sekadar hiburan, tetapi ada ide di baliknya, ada cara hidup di balik musiknya, yang tentu merupakan cara hidup positif dan progresif ke arah yang lebih baik. [T]
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...