’Free Bird’: Manusia Merdeka dalam Kandang Wi-Fi
If I leave here tomorrow, would you still remember me? Pertanyaan dalam lagu Free Bird Lynyrd Skynyrd itu terdengar sederhana, tetapi di zaman kontemporer ia menjelma gugatan eksi...
Ini pertanyaan yang begitu sering kita dengar dalam masyarakat, jawabannya ya dan tidak. Faktanya memang ada obat-obat yang jika dikonsumsi dalam waktu lama dapat merusak ginjal. Sebaliknya, ada obat-obat tertentu yang menurut rekomendasi medis, memang harus dikonsumsi dalam jangka waktu panjang. Justru jika dihentikan penggunaannya akan dapat menyebabkan gagal ginjal.
Memahami keduanya merupakan hal yang begitu penting. Karena keduanya menyangkut kesehatan ginjal, satu organ vital yang kerap menjadi momok bagi masyarakat. Namun realitanya, kekeliruan persepsi masyarakat membuat kedua hal ini menjadi terbolak-balik. Sungguhlah kalau demikian, dalam terapi komprehensif, selain diet seimbang, olahraga teratur dan obat tepat, edukasi menjadi isu sangat penting dan strategis.
Ginjal dalam tubuh berperan sebagai organ pembuangan. Sebagai satu organisme hidup, maka tubuh sudah tentu menghasilkan limbah sebagai produk sampingan dari pembentukan energi dan berbagai kebutuhan biokimia sel. Limbah yang dihasilkan terutama adalah air, elektrolit dan sampah-sampah sisa protein. Oleh karenanya, jika terjadi gagal ginjal maka tubuh akan keracunan limbahnya sendiri. Dapat memberikan gejala sesak nafas akibat cairan masuk ke peparu. Juga dapat menimbulkan mual-mual yang sering cuma dikira maag, bahkan gangguan kesadaran dan kejang-kejang jika limbah tubuh masuk hingga ke otak.
Dalam keadaan normal, ginjal seharusnya dapat menghasilkan volume air kencing sekitar 1.5 hingga 2 liter dalam sehari. Saat terjadi gagal ginjal stadium akhir, ginjal menghasilkan air kencing sangat sedikit bahkan dapat sampai tak ada produksi urine sama sekali (anuria). Dalam keadaan ini, tak ada pilihan lain, harus dilakukan tindakan cuci darah atau cangkok ginjal. Jika tidak, maka dapat terjadi keadaan yang mengancam jiwa. Berbagai penyakit medis dapat menimbulkan gagal ginjal, diantaranya darah tinggi dan kencing manis.
Darah tinggi dan penyakit diabetes, jika tak diobati dengan baik dapat menyebabkan komplikasi stroke, serangan jantung dan gagal ginjal. Penanganan kedua penyakit ini selalu harus memadukan psikologis yang baik, diet seimbang, olahraga teratur dan obat yang tepat. Karena keduanya merupakan penyakit menahun, maka penyakit darah tinggi dan diabetes memerlukan pengobatan rutin dan terus-menerus. Jika tidak, maka cukup mudah dapat dipahami pada pasien akan terjadi berbagai komplikasi tersebut, salah satunya gagal ginjal yang kemudian memerlukan tindakan cuci darah. Maka dapat disimpulkan, minum obat jangka panjang pada penyakit-penyakit darah tinggi dan diabetes tidaklah menyebabkan gagal ginjal, melainkan sebaliknya justru melindungi ginjal.
Lalu obat-obat apa yang dapat menyebabkan gagal ginjal? Obat-obatan yang diketahui secara luas menyebabkan kerusakan ginjal adalah golongan obat-obat rematik. Sehingga diharapkan sekali penggunaannya tidak dilakukan terus-menerus dan dalam jangka waktu yang lama, kecuali menurut petunjuk dokter.
Oleh karena itu, pasien harus memahami bagaimana mencegah agar rematik atau radang sendi yang dideritanya dicegah agar tidak kumat sehingga tidak perlu minum obat rematik. Kalau toh perlu minum karena rematiknya kumat, sebaiknya dosisnya sesuai dan cukup diminum dalam jangka waktu yang pendek, sekitar tiga sampai lima hari saja. Kebiasaan membeli sendiri obat-obat rematik lalu tanpa disadari mengkonsumsinya dalam jangka waktu yang lama merupakan penyebab tersering gagal ginjal. Jadi, masyarakat harus cerdas dan memahami, obat-obatan dalam penanganan rematik bukanlah yang utama, yang terpenting adalah bagaimana paham caranya mencegah agar rematik itu tak sering kumat.
Meski penyebab utama radang sendi adalah faktor usia yang tak dapat dihindari, namun sebetulnya keparahannya selalu dapat dicegah atau diminimalisir. Jika usia merupakan faktor yang tidak dapat dimodifikasi, maka faktor-faktor lain yang memperberat jelas dapat dicegah.
Misalnya mengurangi berbagai aktifitas yang kurang baik untuk sendi seperti naik turun tangga, mengangkat beban terlalu berat atau duduk terlalu lama. Sebaliknya dianjurkan rajin jalan kaki pada track datar, menggerakkan sendi-sendi tubuh dalam keadaan duduk atau berbaring yang dikenal sebagai gerakan tanpa beban. Jika radang sendi dicetuskan oleh faktor metabolik dalam hal ini asam urat, maka disarankan cukup minum air, sebanyak 10-12 gelas sehari, menghindari asupan makanan yang mengandung asam urat seperti jeroan, kacang-kacangan, kulit dan alkohol. Nah, jika radang sendi mulai kumat, maka untuk mengurangi konsumsi obat, sebaiknya terapi dibarengi dengan tindakan fisioterapi.
Edukasi sungguh penting dalam bidang medis, karena penyakit dan pengobatan bukanlah persepsi melainkan kognisi.[T]
If I leave here tomorrow, would you still remember me? Pertanyaan dalam lagu Free Bird Lynyrd Skynyrd itu terdengar sederhana, tetapi di zaman kontemporer ia menjelma gugatan eksi...
SASTRA lama sering kali dipandang sebelah mata, dianggap sebagai artefak usang yang sudah ketinggalan zaman (out of fashion). Namun, sebuah pertanyaan kritis muncul: sejauh mana k...
LEBARAN tahun ini saya tidak ikut larut seperti masyarakat lain mengunjungi objek wisata. Tidak juga berdesak-desakan menghabiskan uang di pusat perbelanjaan. Hari fitri tahun ini...
PANGGUNG itu kecil saja. Tapi cukup untuk menampung ekspresi masyarakat Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Di atas panggung kecil itu pula, narasi tentang filosofi...
Di tengah hiruk-pikuk malam pengerupukan, sehari menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1948, ketika ogoh-ogoh diarak dalam gegap gempita, sosok ini justru hadir dalam kea...
BEL istirahat berbunyi. Anak-anak tampak sangat antusias dan sumringah keluar dari kelas melepas jenuh setelah hampir satu jam lamanya duduk menyimak pelajaran. Bebera...
Di Bali, pertanian sawah dan Subak bukan sekadar cara bercocok tanam, melainkan manifestasi dari political will penguasa sejak era awal terbentuknya kerajaan Bali kuno. Ketika...
— Catatan Harian Sugi Lanus, 22 Maret 2026 TAHUN 1995-1997 secara khusus saya mengatur waktu teratur berkunjung ke Ubud dan menginap bahkan tinggal di sana. Niatnya sederha...
YANG orang ingat dari Pramoedya Ananta Toer (Pram) adalah ikhtiarnya untuk menyelamatkan martabat manusia. Ia menulis tentang mereka yang kalah, yang dilindas sejarah besar....
Di hari yang seharusnya penuh pelukan, tidak semua orang benar-benar merasa pulang. Lebaran selalu datang dengan janji yang sama. Tentang maaf, tentang kembali, tentang kebahag...