Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
Pintu/lawang/kori di foto ini adalah situs yang "mengkonfirmasi" isi Babad Pasek.
Pasek Bale Agung Buleleng disebut dalam Babad Pasek mendapat tugas mengampu Bale Agung Buleleng. Sebagai pengampu Pura Bale Agung, keluarga ini secara khusus halaman rumahnya terhubung dengan Pura Bale Agung Desa Pakraman Buleleng. Pintu inilah penghubungnya.
Pintu ini memberi gambaran masa silam yang bisa kita interpretasi panjang lebar, bagaimana peran dan tupoksi jabatan Pasek, dengan referensi Babad Buleleng, juga menarik untuk membahas sejarah Buleleng. Pintu khusus ini menunjukkan keluarga ini punya peran sangat penting dalam pendirian pura yang menjadi pusat kegiatan spiritualitas dan sosial Buleleng di masa Kerajaan Gelgel.
Jika keluarga ini punya "lorong khusus", pengunjung umum, atau warga Buleleng yang lain, masuk-keluar pura ini melalui kori atau candi bentar umum, yang sangat megah dengan ukiran yang telah ada sebelum 1917, terletak di selatan Pasar Buleleng, barat jalan, di jalan raya Singaraja-Denpasar.
Selain sebagai situs Babad Pasek, pintu ini juga punya kaitan historis dengan perjumpaan ibu dan ayah Soekarno, Sang Proklamator dan Presiden RI Pertama. Di pekarangan dengan pintu lawang inilah Ibu Rai Srimben, ibu kandung Soekarno, dilahirkan. Di pura sebelah rumahnya, Pura Bale Agung, ia bertemu untuk pertama kalinya dengan Raden Soekemi, Ayahanda Soekarno, dengan Ibu Rai Srimben. Buah perjumpaan dan pernikahan mereka yang melahirkan sang proklamator. [T]
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...