Pesta Kesenian Bali: Keroncong Tidak Mati
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
Pintu/lawang/kori di foto ini adalah situs yang "mengkonfirmasi" isi Babad Pasek.
Pasek Bale Agung Buleleng disebut dalam Babad Pasek mendapat tugas mengampu Bale Agung Buleleng. Sebagai pengampu Pura Bale Agung, keluarga ini secara khusus halaman rumahnya terhubung dengan Pura Bale Agung Desa Pakraman Buleleng. Pintu inilah penghubungnya.
Pintu ini memberi gambaran masa silam yang bisa kita interpretasi panjang lebar, bagaimana peran dan tupoksi jabatan Pasek, dengan referensi Babad Buleleng, juga menarik untuk membahas sejarah Buleleng. Pintu khusus ini menunjukkan keluarga ini punya peran sangat penting dalam pendirian pura yang menjadi pusat kegiatan spiritualitas dan sosial Buleleng di masa Kerajaan Gelgel.
Jika keluarga ini punya "lorong khusus", pengunjung umum, atau warga Buleleng yang lain, masuk-keluar pura ini melalui kori atau candi bentar umum, yang sangat megah dengan ukiran yang telah ada sebelum 1917, terletak di selatan Pasar Buleleng, barat jalan, di jalan raya Singaraja-Denpasar.
Selain sebagai situs Babad Pasek, pintu ini juga punya kaitan historis dengan perjumpaan ibu dan ayah Soekarno, Sang Proklamator dan Presiden RI Pertama. Di pekarangan dengan pintu lawang inilah Ibu Rai Srimben, ibu kandung Soekarno, dilahirkan. Di pura sebelah rumahnya, Pura Bale Agung, ia bertemu untuk pertama kalinya dengan Raden Soekemi, Ayahanda Soekarno, dengan Ibu Rai Srimben. Buah perjumpaan dan pernikahan mereka yang melahirkan sang proklamator. [T]
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
Apakah yang paling membanggakan dari makhluk yang bernama manusia? “Kreativitas.” Itulah jawabnya. Manusia menjadi “lebih” ketimbang binatang karena memiliki ruang yang sangat luas...
Sebagai orang yang tidak berkompeten dalam bidang bahasa Bali, mungkin saya akan tulah idup karena apa yang akan saya paparkan barangkali banyak bohongnya. Saya bukan orang yang la...
Kaohsiung adalah kota terbesar kedua di Taiwan setelah Taipe. Di kota itulah saya berada, awal Juni 2016. Seperti sebuah mimpi, dari Singaraja – kota tempat tinggal saya - segalany...
FENOMENA The Great Pacific Garbage Patch menjadi bukti betapa kita sebagai manusia telah membunuh bumi dengan plastik. Miliaran ton sampah plastik terapung di laut, membuat jutaan...
KEMISKINAN, di Bali, bisa berarti sebuah upacara. Warga Desa Trunyan di Desa Kintamani, Kabupaten Bangli, sebelum berperilaku menjadi manusia miskin melakukan ritus kecil: membakar...
JIKA hobi facebook-an, singgahlah sesekali ke halaman Punk Kwala Ngibur. Bisa kita nikmati komik berbahasa Bali dari tingkat paling kepara sampai sor se-singgih-singgihnya. Tulisan...
MUNGKIN saya sudah terlambat menguraikan hal ini. Karena saat ini sudah makin banyak masyarakat yang menolak reklamasi Teluk Benoa. Namun dalam konteks ini, saya meyakini bahwa leb...
Bahasa menunjukkan bangsa. Itu peribahasa yang akrab saya dengar di Sekolah Dasar dulu yang bertahun-tahun kemudian saya amini kebenarannya. Kultur sebuah bangsa, seturut makna per...
Judul Buku : Badriyah Pengarang : Ayu Weda Penerbit : Gambang Buku Budaya Tahun Terbit : Maret 2016 Jumlah Halaman : xiv + 207 halaman ISBN : 978-602-6776-15-0 SELURUH cerita dala...