Gabriela
Cerpen: Putri Handayani “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...
Pintu/lawang/kori di foto ini adalah situs yang "mengkonfirmasi" isi Babad Pasek.
Pasek Bale Agung Buleleng disebut dalam Babad Pasek mendapat tugas mengampu Bale Agung Buleleng. Sebagai pengampu Pura Bale Agung, keluarga ini secara khusus halaman rumahnya terhubung dengan Pura Bale Agung Desa Pakraman Buleleng. Pintu inilah penghubungnya.
Pintu ini memberi gambaran masa silam yang bisa kita interpretasi panjang lebar, bagaimana peran dan tupoksi jabatan Pasek, dengan referensi Babad Buleleng, juga menarik untuk membahas sejarah Buleleng. Pintu khusus ini menunjukkan keluarga ini punya peran sangat penting dalam pendirian pura yang menjadi pusat kegiatan spiritualitas dan sosial Buleleng di masa Kerajaan Gelgel.
Jika keluarga ini punya "lorong khusus", pengunjung umum, atau warga Buleleng yang lain, masuk-keluar pura ini melalui kori atau candi bentar umum, yang sangat megah dengan ukiran yang telah ada sebelum 1917, terletak di selatan Pasar Buleleng, barat jalan, di jalan raya Singaraja-Denpasar.
Selain sebagai situs Babad Pasek, pintu ini juga punya kaitan historis dengan perjumpaan ibu dan ayah Soekarno, Sang Proklamator dan Presiden RI Pertama. Di pekarangan dengan pintu lawang inilah Ibu Rai Srimben, ibu kandung Soekarno, dilahirkan. Di pura sebelah rumahnya, Pura Bale Agung, ia bertemu untuk pertama kalinya dengan Raden Soekemi, Ayahanda Soekarno, dengan Ibu Rai Srimben. Buah perjumpaan dan pernikahan mereka yang melahirkan sang proklamator. [T]
Cerpen: Putri Handayani “Gabriela, pohon beringin itu menari. Aku mengerjapkan kedua mataku. Pohon itu tetap menari. Kembali kukerjapkan kedua mataku sambil lalu mengusap-usapny...
TIGA RAMU MENGKUDU Daun; Petiklah aku Tiga kepik muda Ramu padu dengan segenggam garam Dan tiga biji beras genggam Hingga padu resep moyang Hingga...
BAGAIMANA harus melukiskannya, sebagian besar anak kos (mahasiswa) memang dikenal selalu mumet dengan hiruk pikuk perekonomian. Dari media sosial, hingga sosial media, tahu perekon...
Bayangkan sebuah hutan hujan tropis dengan vegetasi yang hanya terdiri dari satu jenis pohon, atau sebuah partitur musik yang notasinya hanya tersusun dari nada ‘do’. Menjemukan se...
Saya salah satu penikmat tari. Saya lahir dari darah seorang ibu, yang dikala mudanya pernah menjadi Penari Zapin Melayu, di salah satu sanggar yang boleh dikata cukup tua di Ponti...
BEBERAPA bulan lagi, tahun akan segera berpindah. Bali punya acara spesial di tahun 2017 & 2018. Suksesi pemegang otoritas pemerintahan provinsi dan beberapa kabupaten di Bali...
MENJADI kota niscaya menjadi modern. Premis ini berlaku pada cara pandang yang menempatkan dua kutub berbeda antara kota dan desa. Desa diasumsikan berbau tradisional, kota identik...
PARA penggiat sastra dan teater di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, bersorak ketika dua penulis dari kota itu, Joko Sucipto (puisi) dan Arung Wardana (drama), lolos untuk tampil dala...
Cerpen: Satia Guna Sebutlah aku wanita, mahluk yang menikmati penderitaan dengan berbagai macam rasa sakit. Sebutlah aku tanah, yang selalu diinjak tanpa menerima r...
KABAR DARI ZWOLLE Kenalkan aku pada wangi musim gugur Di tengah pesta roti dan remah-remahnya Yang terbang mengitari sungai Lalu singgah di beranda penuh cerita &n...