Puisi-puisi Yahya Umar #Ramadan, Perjalanan Ruhani

Yahya Umar
by Yahya Umar — Juni 05, 2019 in Puisi

Tatkala.co

RAMADAN 1


Kelana rindu

di malam-malam beku

Perjalanan hati

di ruang-ruang sunyi

Jiwa yang dahaga

mereguk sukma ramadan


                        Ramadan 1439


PERJALANAN RUHANI


Ini perjalanan ruhani

Menapaki jejak-jejak nurani

Kidung-kidung suci lirih menembus hati

Airmata mengalir meresap ke pori-pori

Ini perjalanan ruhani

menghidupkan jiwa yang mati


                                Ramadan 1439


RAMADAN 2


Ramadan ya ramadan

Ajaklah matahari bicara

Jangan sesali siang yang tak sempurna mengantarkan cahaya

Sebab jiwa tak boleh leha

Mengeja makna Maha Kata

Ramadan ya ramadan

Ajaklah bulan bicara

Jangan tangisi malam yang tak sempurna meniupkan mimpi

Sebab hati tak boleh mati

Lailatul qadar sedang menanti


                                          Ramadan 2019


LUKA NEGERI


Luka negeri

Melumat ruhani

Lara menyanyi

Memangsa nurani

Bara menyala

Menerkam jiwa


                         2018


LUKA NEGERI 2


Lembaran sejarah negeri berpeluh api

Bagaimana bisa kutanam dahlia

Di taman-taman warisan bunda

Bagaimana kembang bisa tumbuh berbunga cinta

Luka menggores luka

Lembaran sejarah negeri berpeluh api

Rahim bangsa mengeram bara

Lara menyela

Menetas airmata

Api melahap api

Melukai semedi

Siapa lagi yang bisa merawat nurani


                                              Ramadan 2019

Tag: Puisi
Avatar

Yahya Umar

Related Posts
Cerpen

Penjara Perempuan

BY Susanti Dewi Oktober 05, 2019

Cerpen: Susanti Dewi Di sebuah kota, di Jalan Veteran, pohon-pohon menari di sepanjang jalan. Daun-daun jatuh berguguran dan meliuk-liuk terbang dibawa angin. Di saat-saat sepe...

Read More
Esai

Penjara “Status Quo”

BY Jaswanto Oktober 05, 2019

Seperti yang sering saya katakan, bahwa kampung saya, orang-orangnya masih berpikiran hirarkis dan sistem feodalisme masih ada sampai sekarang. Masih ada raja-raja kecil (priyai)...

Read More
Esai

Kamu Itu Daku

BY IGA Darma Putra Oktober 01, 2019

Kamu sama denganku. Sama-sama manusia yang lahir dari kandungan ibu dan kebingungan mencari ayah. Ibu adalah bumi, tempatmu berpijak. Ayah adalah langit, tempatmu bergantung. Jika...

Read More