Michel Platini Menuai Karma di Stade de France
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
Album kedua ini diluncurkan pada tanggal 31 Maret 2019. Dalam albumnya terdapat sembilan lagu. Album kedua #akebuleleng diluncurkan dalam bentuk fisik CD audio. Penggarapan album kali ini membutuhkan waktu satu tahun.
Begitu kutipan yang diambil dari siaran pers yang dibagikan saat peluncuran album, yang bertempat di Rumah Musik Demores, Pantai Penimbangan, yang menjadi basecam #akebuleleng.
Jujur saja, saya sangat senang ketika mendengar #akebuleleng akan meluncurkan album kembali. Sebagai penikmat musik lokal buleleng, saya selalu bergembira ketika mendengar ada grup band lokal yang berani meluncurkan single lagu meraka bahkan jika sampai meluncurkan album. Hal Ini menandakan bahwa kehidupan kreatif musisi-musisi Buleleng masih memiliki nyawa. Sebagai sebuah band dan musisi, mempunyai album merupakan salah satu tonggak kekhidupan mereka, bukti dari kesenimanan yang dimiliki.
Terlepas dari hal positif yang dilakukan oleh #akebuleleng yang telah menghasilkan dua buat album, saya yakin diluar sana (masih disekitaran Buleleng) pasti ada musisi yang nyinyir kepada #akebuleleng. “Pantas aja bisa bikin dua album, mereka punya studio rekaman toh!!!” (sekedar informasi bahwa Demores Rumah Musik adalah studio rekaman yang dimiliki oleh Gde Kurniawan, pentolan #akebuleleng”).
Walau punya studio musik sendiri, mari kita coba hitung secara ekonomi, berapa kisaran dana yang dikelurkan oleh #akebuleleng untuk album keduanya. Biaya rekaman di Buleleng satu lagu hingga mixing, ada pada kisaran satu juta rupiah. Dalam album #akebuleleng ada sembilan lagu, jadi totalnya sembilan juta rupiah. Biaya pembuatan keping cd audio lengkap dengan covernya, kita perkirakan harganya dua puluh ribu rupiah, dengan minimal cektak 100 keping jadi harganya sekitar dua juta rupiah.

Untuk rekaman dan membuat keping CD saja dana yang dihabiskan sudah Rp. 11.000.000. Ditambah dengan pembuatan satu video klip sekitar empat juta rupiah, totalnya menjadi Rp. 15.000.000 setara dengan gaji satu tahun seorang guru kontrak di Buleleng. Pantas saja jika banyak musisi yang sedikit nyinyir dengan #akebuleleng. Segitu saja membahasnya ya…
Setelah melakukan peluncuran album, saya diberikan satu CD album #akebuleleng, ada sembilan lagu, 1. Semangart Berkarya, 2. IKAKU, 3. Depang Anake Ngadanin 4.Sahabat Sejati 5. Paedah 6. Lagu Luu 7. Suksma Meme Bapa, 8. Rasa Cinta Pertama 9.Perbedaan Bukan Alasan. Semua lagunya sudah saya dengarkan, sebagai teman perjalanan di dalam mobil (jika lagi bawa mobil karena pemutar CD cuma ada di mobil hehehe).
Saat mendengarkan lagu #akebuleleng seluruhnya, saya langsung terbayang dengan ES ANCRUK. Es Ancruk adalah salah satu varian es campur yang cukup melegenda di Buleleng. Kata ancruk sama dengan hancur, jadi bisa dibayangkan tampilan esnya. Penjual Es Ancruk yang melegenda di Buleleng, dulu ada di pasar senggol sebelah barat kantor Telkom Singaraja. Sudah lama tidak beli es ancruk semoga masih ada dagangnya.
Isian dari Es Ancruk cukup banyak, saking banyaknya jadi terlihat hancur. Didalam es ancruk, seperti es campur yang didalamnya, isi bubur sagu, ongkoe, agar-agar, kolang paling, kolek, susu, kolek mutiara, dan masih ada isi lainnya yang tidak jelas saya tau namanya. Seperti itulah isian dalam lagu dan musik #akebuleleng di album “Semangat Berkarya”
Sekarang #akebuleleng beranggotakan lima orang personil awalnya tujuh orang, dua orang mengundurkan diri. Dengan berlima, materi lagunya menjadi Ancruk, padahal mereka #akebuleleng mengaku dalam album kedua kali ini, materi lagu dibuat lebih sederhana dan easy listening dan lebih real saat dibawakan saat live perfomance.
Pengabungan berbagai genre musik dalam album kedua ini, benar-benar dilakukan secara ancruk. Lagu yang paling saya suka, adalah lakgu ke 5 yang berjudul paedah. Sentuhan gendang pantura dalam lagu paedah bikin sangat menyenangkan, maklum saya orang indonesia dangdut is my life, dangdut is the music of my country.
Kekhasan yang ada dalam lirik lagu dialbum kedua #akebuleleng, mereka mencoba memperkanalkan kata-kata lokal yang familiar di Buleleng, seperti kata gocingan yang artily Rp. 5.000,- kata yang populer karena pengaruh warga cina yang ada di Buleleng. Kata paedah menurut orang Buleleng dapat diartikan sedanga dalam keadaan banyak uang. Dalam bahasa Indonesia kata paedah di tulis dengan huruf F “Faedah”. Penggunaan huruf E dalam kata “Faedah” merupakan proses pengenalan dari bahasa daerah. Kata Faedah merupaka serapan dari bahasa Arab. Wah malah jadi bahasa kata nihhh…
Seperti itulah lagu #akebuleleng yang benar-benar superit es ancruk. Berantakan hancur namun nikmat untuk didengarkan.
Setelah meluncurkan album kedua, saya yakin #akebuleleng akan banyak mengisi di panggung-panggung musik yang ada di Buleleng, bain diacara Pemerintah maupun acara swasta. Dengan bukti keseriusan dalam berkarya di dunia musik wajar #akebuleleng mendapatkan banyak panggung, walau event di Buleleng lebih banyak diselenggarakan oleh Pemerintah bukan berarti #akebuleleng adalag musisi plat merah.
Dengan biaya produksi yang cukup banyak yang dikeluarkan oleh #akebuleleng untuk menjaga eksistensinya, banyak job manggung menjadi saluki satu usaha untuk balik modal. Jadi para musisi di Buleleng jangan nyinyir ya… kalau #akebuleleng banyak ngisi di event pemerintah. Kalau ingin kecipratan Paedah-nya, ayo bikin lagu sendiri, bikin album sendiri. Cukuplah panggung-panggung musik di Buleleng di isi dengan band yang hanya bisa nyanyiin dan ngenakin lagu orang lain yang sudah terkenal.
Mari ramaikan panggung musik di Buleleng dengan musisi dan lagu karya sendiri. Jangan juga merasa sumbar setelah merilis satu, dua single saja. Teruslah berkarya ramaikan blantikan musik buleleng dengan karya-karya musisi Buleleng. Biar banyak punya follower di IG, jika sudah banyak job pasti datang dan pasti jadi “PAEDAH”
Selamat #AKEBULELENG [T]
Menjelang kick-off, sambil sesekali menatap langit-langit Stade de France, Antoine Griezmann khidmat menyanyikan La Marseillaise, ekspresi Christiano Ronaldo datar-datar saja melaf...
MASIH ingat dulu orang tua kita sering menasehati dan melarang agar tidak duduk di bantal yang ada di tempat tidur. Jika hal itu dilakukan konon bisa membuat bisulan atau dalam ba...
Judul Film: Petani Terakhir # Sutradara: Dwitra J. Ariana # Produser: Maria Ekaristi & Agung Bawantara # Produksi: Sanggar Siap Selem, 2016. PERMASALAHAN kehidupan petani di In...
DI Bali, selama berabad-abad, seni-seni yang berakar pada tradisi, terus lahir. Dan tentu saja sangat beragam. Jaman dulu seni tak hanya lahir dari tangan seniman karawitan seperti...
Pelawak drama gong, I Wayan Tarma (62) yang terkenal dengan nama Dolar, meninggal Sabtu (9/7) sekitar pukul 05.30 Wita. Ia meninggal ketika seni drama gong yang melambungkan namany...
DNA literasi berbangsa terbentuk sungguh unik sejak dulu kala. Nenek moyang bangsa Indonesia merupakan penutur andal di dunia. Ini dibuktikan dengan adanya beragam cerita rakyat da...
TRADISI adalah perayaan kebersamaan. Juga di Bali. Untuk menjaga kebersamaan nyama Bali mempertahankan sekaligus tetap merayakan tradisi di era digital ini. Sebut saja tradisi magi...
GELIAT seni di Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, kembali semarak. Di bulan ramadhan ini gaung kegiatannya sampai merambah ke Desa Arosbaya. Seperti yang terjadi Minggu (3/7). Se...
PERADABAN dunia mengenal sedikit orang hebat. Einstein, Newton, Galileo, adalah manusia-manusia hebat, seperti juga Napoleon, Socrates, Machiavelli, Karl Marx, Adam Smith, Shakespe...
UNGKAPAN “apalah artinya sebuah nama”, bagi saya memiliki makna kebalikannya. Dalam realitas budaya dan adat, nama memiliki banyak arti dan makna, mulai dari yang sederhana hingg...