Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
Pemilu tahun ini memang agak ruwet. Bukan hanya memilih presiden dan wakil presiden, tapi masih ada empat surat suara lain yang harus dicoblos. Mulai DPRD Buleleng, DPRD Bali, DPR-RI, dan DPD-RI.
Kalau soal Pilpres, ini tidak begitu ruwet. Hanya ada dua pilihan. Bisa pilih nomor urut 01 atau bisa pilih nomor urut 02.
Nah memilih calon anggota legislatif (caleg) ini yang ruwet. Di tempat tinggal saya saja, di Kecamatan Sukasada, ada 49 orang caleg yang berambisi jadi anggota DPRD Buleleng.
Itu baru tingkat kabupaten. Belum lagi tingkat provinsi, tingkat pusat, juga DPD-RI. Jumlahnya pun saya tak ingat, apalagi nama-namanya.
Masalahnya adalah, sebagai pemilih, saya tak begitu mengenal caleg-caleg yang mencalonkan diri. Di penjuru kota, hanya ada baliho yang dipajang. Berisi logo partai, nomor urut, foto caleg, dan nomor caleg. Ada yang menambah motto, kata-kata mutiara, juga pantun.
Sebagai pemilih yang (sok) idealis, yang saya butuhkan sebenarnya bukan hanya sekadar nama, foto, dan nomor urut. Misalnya paparan visi, misi, dan program kerja.
Visi, misi, dan program kerja, baiknya tak hanya disampaikan saat simakrama saja. Tapi dipajang dalam bentuk baliho juga.
Kalau hanya dalam bentuk simakrama, tidak ada waktu untuk mencermati. Masa saya harus mendatangi simakrama caleg satu persatu. Syukur-syukur kalau mereka memang bikin simakrama. Kalau caleg hanya dipasang untuk memenuhi kuota, ya kemungkinan besar caleg itu tidak akan kampanye.
Saat ini setahu saya, baru satu caleg yang memajang baliho yang dilengkapi visi, misi, dan program kerja. Itu pun caleg yang maju sebagai calon anggota DPD-RI. Namanya tak usah lah saya sebutkan. Biar saya tak dikira jadi tim pemenangan.
Ada baiknya para caleg meniru caleg-caleg imajiner yang diusung Koalisi Tronjal-Tronjol Maha Asyik. Meski kesannya cuma main-main, para caleg imajiner ini bukan hanya sekadar jual tampang dan nomor urut. Tapi juga menawarkan program kerja.
Andai caleg-caleg imajiner itu benar-benar masuk dalam daftar calon, bisa jadi saya akan memilih mereka. Biar #SmackQueenYaQueen seperti Nurhadi-Aldo. [T]
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...