Bulan Juni Milik Empat Presiden
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
Begitu dengan Sekeha Teruna Dira Darma, Banjar Lebah Sari, Mengwi, Badung. Di bawah kreator seniman Ngurah Vandji, mereka mengkreasikan ogoh-ogoh yang diberi tema Wisnu Murti Tiga Sakti.
Kata Ngurah Vandji, Wisnu adalah wujud pemelihara yang disimbolkan dengan air. Manisfestasinya bisa jadi dua sifat, yakni pemelihara yang berfungsi sebagai sumber kehidupan dan juga pelebur tatkala air bah, banjir, atau tsunami. Dua sisi yang berbeda tergantung dari mana menilai ataupun menelisik kekuatan tersebut.
Konteks dalam karya, Ngurah Vandji bagimana meminimalisir kekuatan yang satu sisi ini menjadi lebih menguntungkan bagi kehidupan manusia dengan menjaga keberadaan sumber air.
“Saya dan sekaha teruna mengimplementasikan sebuah lakon dari air yaitu Wisnu ketika beliau memurti dan memperlihatkan sifat-sifat dan wujud buthanya sebagai sebuah bencana. Tiga sakti sendiri bermakna sebagai penguasa tiga sifat yaitu satwan rajas dan tamas, sebab ketiga sifat inilah yang mempengaruhi keseimbangan pikiran dalam buana alit dan secara tidak langsung mempengaruhi tatanan alam semesta yaitu bhur bwah dan swah,“ ujarnya.
Di balik pesona air, Ngurah Vandji berpesan, melalui karya kita tetap menjaga dan menghargai alam terutama pada air, agar tidak kebablasan mengeksploitasi air dan mencemari sungai serta lautan.
Ketika kita mampu bersahabat dan menghormati alam, maka alam sendiri akan menjaga dan bisa memberi kehidupan kepada kita, begitupun sebaliknya.
“Alam dan lingkungan sendiri terbentuk dari sifat-sifat kita seperti apa sikap dan sifat kita dalam memaknai alam..maka alam sendiri akan memantulkan hal yg sama kepada diri kita,“ tuturnya.
Ngurah Vandji sebagai konseptor ogoh-ogoh merangcang dari mulai penggarapan sejak sebulan lalu, hingga kini sudah rampung. Tentunya keberadaan pembina di sekeha itu turut andil memberikan motivasi dan dukungan dari Nyoman Ginten tiada lain adalah Klian Dinas Banjar setempat. [T]
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat |tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasyasvid dhanam || "Seluruh alam semesta ini, apa pun yang bergerak di dunia yang bergerak in...
ADA satu pemandangan yang hingga kini selalu mengusik. Seorang barista selesai meracik secangkir kopi, lalu menyadari ada kesalahan kecil. Mungkin ukuran gelasnya keliru, jenis su...
PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua adalah lokasi acara diselenggarakan. Siang hari, ...
Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh. Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong atau memaksak...
PAGI saat Hari Suci Kuningan, sebagian keluarga sudah mengenakan pakaian adat sebelum fajar menyingsing. Sebagian lagi masih sibuk menata banten, memasak, atau menunggu anggota ke...
DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan jinak. Ia juga sangat menyayangi majikannya. Selain Ica...
KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk, mendesis,mencakar-...
"Gemerlap lampu Manhattan tidak pernah mampu menggantikan cahaya seekor kunang-kunang." KALIMAT itu memang tidak pernah ditulis secara harfiah oleh Umar Kayam dalam cerpennya S...
DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s Door.” Ditulis oleh Bob Dyl...