Arsitektur Bali Bukan Sekadar Pilihan Desain ---Mengapa Begitu?
JIKA seseorang ditanya mengapa datang ke Bali, jarang sekali jawabannya karena ingin melihat gedung tinggi, kawasan bisnis modern, atau deretan bangunan pencakar langit. Orang dat...
Begitu dengan Sekeha Teruna Dira Darma, Banjar Lebah Sari, Mengwi, Badung. Di bawah kreator seniman Ngurah Vandji, mereka mengkreasikan ogoh-ogoh yang diberi tema Wisnu Murti Tiga Sakti.
Kata Ngurah Vandji, Wisnu adalah wujud pemelihara yang disimbolkan dengan air. Manisfestasinya bisa jadi dua sifat, yakni pemelihara yang berfungsi sebagai sumber kehidupan dan juga pelebur tatkala air bah, banjir, atau tsunami. Dua sisi yang berbeda tergantung dari mana menilai ataupun menelisik kekuatan tersebut.
Konteks dalam karya, Ngurah Vandji bagimana meminimalisir kekuatan yang satu sisi ini menjadi lebih menguntungkan bagi kehidupan manusia dengan menjaga keberadaan sumber air.
“Saya dan sekaha teruna mengimplementasikan sebuah lakon dari air yaitu Wisnu ketika beliau memurti dan memperlihatkan sifat-sifat dan wujud buthanya sebagai sebuah bencana. Tiga sakti sendiri bermakna sebagai penguasa tiga sifat yaitu satwan rajas dan tamas, sebab ketiga sifat inilah yang mempengaruhi keseimbangan pikiran dalam buana alit dan secara tidak langsung mempengaruhi tatanan alam semesta yaitu bhur bwah dan swah,“ ujarnya.
Di balik pesona air, Ngurah Vandji berpesan, melalui karya kita tetap menjaga dan menghargai alam terutama pada air, agar tidak kebablasan mengeksploitasi air dan mencemari sungai serta lautan.
Ketika kita mampu bersahabat dan menghormati alam, maka alam sendiri akan menjaga dan bisa memberi kehidupan kepada kita, begitupun sebaliknya.
“Alam dan lingkungan sendiri terbentuk dari sifat-sifat kita seperti apa sikap dan sifat kita dalam memaknai alam..maka alam sendiri akan memantulkan hal yg sama kepada diri kita,“ tuturnya.
Ngurah Vandji sebagai konseptor ogoh-ogoh merangcang dari mulai penggarapan sejak sebulan lalu, hingga kini sudah rampung. Tentunya keberadaan pembina di sekeha itu turut andil memberikan motivasi dan dukungan dari Nyoman Ginten tiada lain adalah Klian Dinas Banjar setempat. [T]
JIKA seseorang ditanya mengapa datang ke Bali, jarang sekali jawabannya karena ingin melihat gedung tinggi, kawasan bisnis modern, atau deretan bangunan pencakar langit. Orang dat...
KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., berbagai program revitalisasi...
DI salah satu sudut ruang pamer lantai dasar gedung Fakultas Bahasa dan Seni UPMI Bali, sebuah lukisan terpajang dalam bingkai hitam. Di depannya, seorang mahasiswa berdiri sembar...
PERINGATAN Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan anak di Indonesia. Melalui kolaborasi antara Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLA...
ANTARA Bung Karnodan Chairil Anwar adalah Bung Sjahrir. Chairil Anwar sebagai pengarang berhasil mengintip dan menguntit Bung Sjahrir untuk mengorek informasi tentang Bung Karno....
DI Desa Adat Pecatu, hujan tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa alam. Ia adalah harapan, doa, sekaligus sumber kehidupan yang dinantikan ketika musim kering datang. Dari tradisi...
Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini dua cerita yang telah direvitalisa...
Niels Bohr dan Kerendahan Hati di Hadapan Misteri DALAM sejarah sains modern, nama Niels Bohr sering dikaitkan dengan lahirnya mekanika kuantum dan Interpretasi Kopenhagen. Nam...
JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar dari isi rekeningnya: semesta pasti punya rencana khusus...
Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah, hutan tua mendekapnya denganakar-akar yang t...