Razia Warung? Ah, Saya Selalu Sukses Puasa Dikurung Warung
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
Begitu dengan Sekeha Teruna Dira Darma, Banjar Lebah Sari, Mengwi, Badung. Di bawah kreator seniman Ngurah Vandji, mereka mengkreasikan ogoh-ogoh yang diberi tema Wisnu Murti Tiga Sakti.
Kata Ngurah Vandji, Wisnu adalah wujud pemelihara yang disimbolkan dengan air. Manisfestasinya bisa jadi dua sifat, yakni pemelihara yang berfungsi sebagai sumber kehidupan dan juga pelebur tatkala air bah, banjir, atau tsunami. Dua sisi yang berbeda tergantung dari mana menilai ataupun menelisik kekuatan tersebut.
Konteks dalam karya, Ngurah Vandji bagimana meminimalisir kekuatan yang satu sisi ini menjadi lebih menguntungkan bagi kehidupan manusia dengan menjaga keberadaan sumber air.
“Saya dan sekaha teruna mengimplementasikan sebuah lakon dari air yaitu Wisnu ketika beliau memurti dan memperlihatkan sifat-sifat dan wujud buthanya sebagai sebuah bencana. Tiga sakti sendiri bermakna sebagai penguasa tiga sifat yaitu satwan rajas dan tamas, sebab ketiga sifat inilah yang mempengaruhi keseimbangan pikiran dalam buana alit dan secara tidak langsung mempengaruhi tatanan alam semesta yaitu bhur bwah dan swah,“ ujarnya.
Di balik pesona air, Ngurah Vandji berpesan, melalui karya kita tetap menjaga dan menghargai alam terutama pada air, agar tidak kebablasan mengeksploitasi air dan mencemari sungai serta lautan.
Ketika kita mampu bersahabat dan menghormati alam, maka alam sendiri akan menjaga dan bisa memberi kehidupan kepada kita, begitupun sebaliknya.
“Alam dan lingkungan sendiri terbentuk dari sifat-sifat kita seperti apa sikap dan sifat kita dalam memaknai alam..maka alam sendiri akan memantulkan hal yg sama kepada diri kita,“ tuturnya.
Ngurah Vandji sebagai konseptor ogoh-ogoh merangcang dari mulai penggarapan sejak sebulan lalu, hingga kini sudah rampung. Tentunya keberadaan pembina di sekeha itu turut andil memberikan motivasi dan dukungan dari Nyoman Ginten tiada lain adalah Klian Dinas Banjar setempat. [T]
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
JUDUL tulisan ini merupakan tema diskusi Kupang Pesta Monolog yang coba menggali daya vital teater dan perannya dalam kehidupan konkret (aktual). Bahwa teater sebagai seni...
DI Bali, lumrah bila di tempat atau kawasan yang disucikan, jika melihat sesuatu, umpamanya benda, hewan atau binatang (langka), orang sering menyebutnya “Due”. (“Due” dibaca seper...
“KINI banyak pengarang muda yang bagus. Banyak sekali,” kata Seno Gumira Ajidarma saat ngobrol singkat pada suatu pagi dengan tatkala.co di Honeymoon Guest House, Ubud, 6 Juni lalu...
SEBUAH analog yang saya anggap pas untuk menggambarkan budaya korupsi di Indonesia adalah tradisi buang sampah sembarangan. Meski lingkungan jadi kotor, menghilangkan rasa nyaman,...
HALO sahabat mahasiswa super di manapun kalian berada, selamat beraktivitas. Semoga semua hidup berbahagia dan dalam lindungan dosen yang maha buasnya. Sangat super sekali kita mas...
Buta paling buruk adalah buta politik. Dia yang buta politik adalah dia yang tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahw...
DUNIA pendidikan, modal utama dalam perkembangan peradaban manusia. Inovasi-inovasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir terlahir di dalamnya. Sejarah perubahan besar-bes...
PAWAI pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 dibuka Presiden Joko Widodo alias Jokowi, di depan Monumen Bajra Sandi, Denpasar, Sabtu (11/6). Dan betapa senang mendengar Presiden...
Menikah itu sulit, tapi bercerai ternyata jauh lebih sulit. Saat mau menikah, yang penting hanya sedikit kemantapan hati, komitmen untuk sama susah sama senang, izin orang tua, sed...