Pesta Kesenian Bali: Keroncong Tidak Mati
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
Bunga-bunga ditabur di atas pemakaman. Bingkai-bingkai papan ucapan duka yang biasanya terbuat dari gabus atau sterofoam pun biasanya diberi hiasan bermotif bunga-bunga. Apa memang bunga adalah lambang duka cita? Atau mungkin lambang kematian?
Tapi ketika orang pacaran kenapa lantas si kekasih memilih bunga sebagai ungkapan perasaannya? Lelaki memberi bunga pada wanita karena dia sayang dan cinta. Bunga jadi lambang perasaan suka, cinta, dan romantisme.
Dalam segi bahasa pun "bunga" selain bermakna sebagai wujud bunga itu sendiri tapi jika diberi imbuhan ber dan ditambah pengulangan kata sehingga jadi "berbunga-bunga" maka maknanya akan jadi senang atau gembira.
Hal ini juga semakin diperkuat lagi dalam frasa "bunga tidur" yang maknanya adalah mimpi. Kata bunga dalam idiom itu merujuk pada makna hiasan yang bila diruntut lagi akan mengarah pada keindahan dan kebahagiaan. Dalam bahasa Madura pun, ungakapan bahasa halus dari senang adalah "bhunga".
Aneh, apa sebenarnya makna bunga? Apakah ketika memberi bunga untuk mengiring kematian itu artinya sedang berbunga-bunga (bahagia)? Tentu tidak kan!? Atau sedang jatuh cinta? Pada siapa? Orang mati? Tentu tidak juga kan!? Atau ketika memberi bunga pada kekasih itu artinya kita sedang berduka? Kan bunga juga diberikan ketika ada orang mati.
Bunga juga digunakan sebagai ungkapan kecantikan dan keelokan. Seperti idiom bunga bangsa dan kembang (bunga) desa. Bunga itu lambang kecantikan. Juga, bunga biasanya diidentikan dengan wanita, kecewek-cewekan, feminis. Kalau ada cowok suka bunga atau motifmotif bercorak bunga, maka biasanya akan dikatai banci.
Sampai di sini, takdir bunga nyatanya hanya ada dua. Kalau tidak diberikan ketika ada kematian ya akan jatuh ke tangan wanita. Tapi tetap tidak bisa diterima, kalau bunga diidentikan dengan wanita dan keindahan memang masuk akal karena bunga itu memang indah begitu juga wanita.
Tapi dalam hal kematian, kenapa harus bunga yang dijadikan lambang pengungkap rasa duka? Dari keindahan ke kematian, kan jauh amat dan gak nyambung. Atau jangan-jangan kematian itu indah lantas ditaburi bunga-bunga? Tapi bila memang indah kenapa orang-orang berduka ketika mengunjungi pemakaman, kok bukan bahagia (berbunga-bunga)?
Sampai di sini mungkin kita bisa menyetujui apa yang dikatakan Pasha Ungu dalam salah satu lirik lagunya bahwa "Bunga adalah bahasa rasa" dengan bunga orang-orang mencoba mengungkapkan perasaannya baik duka, suka, cinta, maupun bahagia. Cukup dengan bunga, semua apa yang ingin diungkapkan telah terwakilkan tanpa berpanjang lebar mengatakannya.
Persoalannya sekarang, ungkapan perasaan yang mana yang bisa diwakili dengan memberi bunga? Atau itu hanya konstruksi budaya saja? Ok, perbedaan adalah keniscayan.
Lalu apa gunanya saya menulis ini? Atau lebih baik aku beri kamu bunga saja biar kamu ngerti? Eaaa. (T)
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
Apakah yang paling membanggakan dari makhluk yang bernama manusia? “Kreativitas.” Itulah jawabnya. Manusia menjadi “lebih” ketimbang binatang karena memiliki ruang yang sangat luas...
Sebagai orang yang tidak berkompeten dalam bidang bahasa Bali, mungkin saya akan tulah idup karena apa yang akan saya paparkan barangkali banyak bohongnya. Saya bukan orang yang la...
Kaohsiung adalah kota terbesar kedua di Taiwan setelah Taipe. Di kota itulah saya berada, awal Juni 2016. Seperti sebuah mimpi, dari Singaraja – kota tempat tinggal saya - segalany...
FENOMENA The Great Pacific Garbage Patch menjadi bukti betapa kita sebagai manusia telah membunuh bumi dengan plastik. Miliaran ton sampah plastik terapung di laut, membuat jutaan...
KEMISKINAN, di Bali, bisa berarti sebuah upacara. Warga Desa Trunyan di Desa Kintamani, Kabupaten Bangli, sebelum berperilaku menjadi manusia miskin melakukan ritus kecil: membakar...
JIKA hobi facebook-an, singgahlah sesekali ke halaman Punk Kwala Ngibur. Bisa kita nikmati komik berbahasa Bali dari tingkat paling kepara sampai sor se-singgih-singgihnya. Tulisan...
MUNGKIN saya sudah terlambat menguraikan hal ini. Karena saat ini sudah makin banyak masyarakat yang menolak reklamasi Teluk Benoa. Namun dalam konteks ini, saya meyakini bahwa leb...
Bahasa menunjukkan bangsa. Itu peribahasa yang akrab saya dengar di Sekolah Dasar dulu yang bertahun-tahun kemudian saya amini kebenarannya. Kultur sebuah bangsa, seturut makna per...
Judul Buku : Badriyah Pengarang : Ayu Weda Penerbit : Gambang Buku Budaya Tahun Terbit : Maret 2016 Jumlah Halaman : xiv + 207 halaman ISBN : 978-602-6776-15-0 SELURUH cerita dala...