Catatan Perjalanan Janger Beringkit
JIKA menuju Tabanan dari arah Denpasar tentu akan melewati Desa Adat Beringkit di Kawasan Kecamatan Mengwi, Badung. Ketika mendengar Beringkit, yang paling familiar adalah pasar h...
Kehidupannya masa kini adalah titik kulminasi dari seluruh kehidupannya. Perceraiannya dua kali sangat banyak memberinya waktu belajar. Sempat kehilangan hak asuh Kinanti anak tunggalnya sempat membuatnya limbung. Dia juga meninggalkan dunia dokter yang digelutinya.
Ia kini menjadi seniman pelukis, penulis dan penyendiri. Namun Ibu Tini menyadari bahwa kini ia memang lebih nyaman sendiri. Perceraiannya yang kedua mengajarkannya bahwa perceraian adalah sebuah cara mempersiapkan kematian yang damai.
Lalu mengapa Ibu Tini Wahyuni mau menerima tawaran bermain di project 11 Ibu 11 Panggung 11 Kisah ini. “Alasan saya menerima teater ini ada dua. Pertama tujuan yang ditawarkan project teater ini. Sebab tujuannya adalah untuk mendengar, berbagi, dan mengijinkan saya menjadi diri sendiri, maka saya tertarik. Kedua, karena project teater bagi saya adalah sebuah terapi, bagi diri saya dan bagi orang lain yang mengalami kisah mirip seperti saya. Dengan mendengar cerita saya, barangkali orang dapat mengambil pelajaran bermakna tentang hidup, perceraian dan kematian.”
Ia berkata jujur. Ibu Tini Wahyuni adalah seorang dengan kepribadian INTJ (Introversion, Intuition, Thinking and Judgement). Jumlah perbandingan orang dengan INTJ di seluruh populasi di dunia adalah 1-2 persen.
Demikian langkanya kepribadian ini menyebabkan orang dengan INTJ sangat jarang memiliki teman dekat. Kecenderungan seorang dengan INTJ adalah suka menyendiri, berpikir sendiri, menganalisis dan menghakimi. Dia bisa menjadi sangat sinis bagi orang lain. Juga menjadi pemikir yang tidak bisa ditawar.
Ibu Tini mengambil tes untuk mengetahui kepribadian dalam rangka ingin mengetahui apa yang terjadi pada dirinya sehingga ia menghadapi serentetan ‘chaos’ dalam hidupnya. Dia mencari tahu dan meneliti dirinya sendiri. Ketika ia mengambil tes ini, usianya 48 tahun. Apakah terlambat? Tidak.
Dari sana, ia belajar menerima, bahwa menjadi seorang INTJ adalah sebuah kelemahan namun juga kekuatan jika bisa dikelola dengan baik. Ibu Tini bermeditasi dan belajar berdamai dengan diri sendiri. Alhasil, revolusi terbesarnya adalah menjadi diri sendiri dan mulai belajar menerima kehadiran orang lain.
Dia menerima project 11 Ibu 11 Kisah 11 Panggung karena ingin berbagi dengan orang lain dengan cara memberikan versi terbaik dirinya. Ibu Tini Wahyuni adalah sebuah contoh bahwa penerimaan terhadap diri sendiri adalah awal revolusi besar yang akan berlanjut pada revolusi –revolusi besar lainnya. (T)
JIKA menuju Tabanan dari arah Denpasar tentu akan melewati Desa Adat Beringkit di Kawasan Kecamatan Mengwi, Badung. Ketika mendengar Beringkit, yang paling familiar adalah pasar h...
SEJAK Kamis, 21 Mei 2026 ada semangat hidup sehat dan kebersamaan yang dihadirkan di Dewata Mas Futsal di Jalan Raya Mas, Ubud, Gianyar. Mereka-mereka yang ada di sana hadir untuk...
MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026, ibarat membaca buku novel yang dimulai dari...
Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari lingkungan akademik dan pergaulan s...
Jamaras Hujan rintik di jalanan becek tak hentikan langkah untuk berikrarKampung itu menjadi saksi dua hati jatuh hati dengan hati-hatiSiapa yang mulai mengucap janji tak begit...
RASA-RASANYA kau tak akan kuat memendam sendiri masalahmu ini. Kau yang semata wayang, kau yang ditinggal ayahmu saat umurmu angka 5, kau yang hidup hanya berdua dengan ibumu yang...
SAAT gelisahku, saat bongkar-bongkar buku lama berdebu – saya justru tertarik drama-drama karya William Shakespeare. Setelah mencoba memahami lakon Macbeth – selanjutnya saya m...
LAGU “The Park” dari album Salisbury karya Uriah Heep sering dipahami sebagai balada progresif yang kontemplatif dan melankolis. Dengan vokal falseto lembut dari David Byron dan i...
ADA satu kalimat yang beberapa tahun terakhir identik dengan Arsenal: trust the process. Kalimat itu awalnya lebih sering menjadi bahan olokan dibanding sumber optimisme. Arsenal...
DI sebuah pagi yang riuh, sekelompok anak muda berjalan beriringan di jalanan desa Ketewel, Gianyar. Di tangan mereka, suling, kendang, dan perangkat gamelan lainnya dimainkan den...