Bulan Juni Milik Empat Presiden
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
Tim balaganjur dari Kelusa di Festival Payangan 2018[/caption]
Festival Payangan ini menyasar seluruh Iapisan masyarakat di Kecamatan Payangan untuk berpartisifasi secara aktif mensukseskan Festival Payangan tahun 2018. Festival Payangan dilaksanakan mulai tanggal 28 Oktober sampai dengan 2 Nopember 2018 dengan mengambil tempat di Catus Pata Bencingah Agung Payangan. Semarak kegiatan Festival Payangan diramaikan denngan beberapa kegiatan, diantaranya : Parade Baleganjur, Gong Kebyar, Bondres, Sendratari, dan Drama.
Khusus untuk Parade Baleganjur diikuti oleh 9 Desa di Kecamatan Payangan, yang menarik perhatian baleganjur duta Desa Kelusa yang diwakili oleh Sekaa Gong Teruna Tirta Madya, Desa Pakraman Yehtengah. Mengangkat tema "Banyu Ranu" yang menceritakan ekspetasi air yang merupakan pemantik kehidupan. llmu sains menyatakan bahwa tanah adalah media, dan air adalah sumber kehidupan. Media mana yang terdapat air, di sana pula kehidupan dapat balangsung.
Seirama dengan hal tersebut, penata tabuh dan gerak I Kadek Angga Supandi Artha, S, Sn mencoba mengangkat kearifan lokal banjar Yeh Tengah dalam garapan musik baleganjur. Kebergantungan masyarakat Yeh Tengah terbadap sumber-sumber air yang ada membuat kehidupan masyarakat setempat menjadi makmur. segala sesuatu dipirantikan oleh air mulai dari keseharian hingga keupacaraan.
Oleh sebab itu, timbulah hubungan antara manusia dengan alam seperti dalam tri Hita Karana agar terciptanya keharmonisan. Semua hal tersebut berusaha ditransformasikan atar dasar pemikiran dalam bentuk komposisi baleganjur yang dikombinasikan dengan gerak, bermaksud untuk memersuasi masyarakat agar menjaga lingkungan sekitar.
Festival Payangan tahun 2018 bagaikan spirit semangat kepemudaan di Kecamatan Payangan. Seperti yang disampaikan oleh Ir. Soekarno pada jaman perjuangan mencapai kemerdekaan yaitu "Seribu orang tua bisa bermimpi, satu orang pemuda bisa mengubah dunia".
Maka itu mari kita sebagai generasi muda menjaga kelangsungan hidup sesama manusia, manusia dengan lingkungan dan hubungan manusia dengan Tuhan. Karena hal tersebutlah yang akan menciptakan keharmonisan dalam hidup. (T)
“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” (Ir. Soekarno). PEMERINTAH Provinsi Bali sejak Gubernur Wayan Koster meray...
īśāvāsyam idaṁ sarvaṁ yat kiñca jagatyāṁ jagat |tena tyaktena bhuñjīthā mā gṛdhaḥ kasyasvid dhanam || "Seluruh alam semesta ini, apa pun yang bergerak di dunia yang bergerak in...
ADA satu pemandangan yang hingga kini selalu mengusik. Seorang barista selesai meracik secangkir kopi, lalu menyadari ada kesalahan kecil. Mungkin ukuran gelasnya keliru, jenis su...
PADA tanggal 14 Juni 2026, saya mengikuti acara kolaborasi Grab Bali Nusra dengan Bali Book Party. Museum Pasifika Nusa Dua adalah lokasi acara diselenggarakan. Siang hari, ...
Kenapa jagat sosmed Bali semakin dijangkiti fenomena: Ngandang Nganjuh. Secara harfiah, istilah ini menggambarkan tindakan yang melintang (ngandang) dan mendorong atau memaksak...
PAGI saat Hari Suci Kuningan, sebagian keluarga sudah mengenakan pakaian adat sebelum fajar menyingsing. Sebagian lagi masih sibuk menata banten, memasak, atau menunggu anggota ke...
DI Desa Kembang Asri hiduplah seekor babi betina bernama Ica. Ia adalah babi kesayangan Made Subur. Ica tumbuh sehat dan jinak. Ia juga sangat menyayangi majikannya. Selain Ica...
KUCING aku seekor kucing yang memanjat jendelamukau penghuni yang selalu menutupnya,bersantai menenteng cangkir teh yang pekat. aku mengeong dan mengamuk, mendesis,mencakar-...
"Gemerlap lampu Manhattan tidak pernah mampu menggantikan cahaya seekor kunang-kunang." KALIMAT itu memang tidak pernah ditulis secara harfiah oleh Umar Kayam dalam cerpennya S...
DALAM sejarah musik populer abad ke-20, sedikit lagu yang mampu merangkum pengalaman eksistensial manusia dalam lirik sesederhana “Knockin’ on Heaven’s Door.” Ditulis oleh Bob Dyl...