Razia Warung? Ah, Saya Selalu Sukses Puasa Dikurung Warung
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
***
Mata Klara sebab oleh air mata yang keluar tanpa bisa dibendung. “Begitu mudahnya engkau menangis,” ucap seorang lelaki separuh baya yang sedang berbaring di ranjang rumah sakit. “Tapi biarlah, seorang seniman terlampau lembut perasaannya. Ambilkan aku minum!” Klara tak juga bangkit dari kursi. Seluruh tubuhnya hanya terpaku, menatap tubuh ringkih lelaki paruh baya yang berbaring di depannya itu. Akhirnya ia tersadar ketika lelaki paruh baya itu mengulangi ucapannya. Lelaki paruh baya itu meneguk air dan merasa badannya agak nyaman dan hatinya agak kuat. “Pulanglah sekarang, aku lelah.” Klara memperbaiki letak pakaiannya. Mengusap air mata lelaki paruh baya itu dengan hati-hatinya, mengangguk, kemudian lenyap dari kamar.***
Segera Klara mengunci pintu dari dalam. Segera merubuhkan diri di ranjang dan meneruskan tangisannya. Kehidupan keras dan kejam selama itu telah dijalani kedua orang tuanya dengan keberanian, karena hanya mempunyai modal keberanian. Karena ada modal untuk menghadapinya: keyakinan, bahwa orang tuanya bisa juga hidup dari tangannya sendiri. Tapi dalam kepahitan dan kesakitan saat ini, siapakah yang punya modal untuk menghadapinya? Siapa yang mempunyai kekuatan untuk menyelamatkan ayahnya? Waktu pintu diketok dan dari luar terdengar ajakan makan, Klara tetap meneruskan tangisnya—menangisi sesuatu yang ia tidak mengerti. Tapi rasa sakit dan kepahitan itu terus membanjirkan air matanya. Dan malam itu adalah malam panjang yang berisi satu tubuh satu jiwa: Ibunya yang abadi dalam tulisan-tulisan juga dongeng sebelum tidur ayahnya dan ayahnya yang divonis dokter tidak akan hidup lama lagi sebab penyakit yang dideritanya. Ia rangkum itu untuk takkan dilepas-lepaskannya untuk selama-lamanya. Dan tentang dongeng-dongeng ayahnya sebelum ia tidur, akan senantiasa abadi. Dongeng tentang Ana, ibunya. Dan ia kembali menangis, ketika mengingat Ben, ayahnya sedang berbaring lemah tak berdaya di ranjang rumah sakit. (T)
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
JUDUL tulisan ini merupakan tema diskusi Kupang Pesta Monolog yang coba menggali daya vital teater dan perannya dalam kehidupan konkret (aktual). Bahwa teater sebagai seni...
DI Bali, lumrah bila di tempat atau kawasan yang disucikan, jika melihat sesuatu, umpamanya benda, hewan atau binatang (langka), orang sering menyebutnya “Due”. (“Due” dibaca seper...
“KINI banyak pengarang muda yang bagus. Banyak sekali,” kata Seno Gumira Ajidarma saat ngobrol singkat pada suatu pagi dengan tatkala.co di Honeymoon Guest House, Ubud, 6 Juni lalu...
SEBUAH analog yang saya anggap pas untuk menggambarkan budaya korupsi di Indonesia adalah tradisi buang sampah sembarangan. Meski lingkungan jadi kotor, menghilangkan rasa nyaman,...
HALO sahabat mahasiswa super di manapun kalian berada, selamat beraktivitas. Semoga semua hidup berbahagia dan dalam lindungan dosen yang maha buasnya. Sangat super sekali kita mas...
Buta paling buruk adalah buta politik. Dia yang buta politik adalah dia yang tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahw...
DUNIA pendidikan, modal utama dalam perkembangan peradaban manusia. Inovasi-inovasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir terlahir di dalamnya. Sejarah perubahan besar-bes...
PAWAI pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 dibuka Presiden Joko Widodo alias Jokowi, di depan Monumen Bajra Sandi, Denpasar, Sabtu (11/6). Dan betapa senang mendengar Presiden...
Menikah itu sulit, tapi bercerai ternyata jauh lebih sulit. Saat mau menikah, yang penting hanya sedikit kemantapan hati, komitmen untuk sama susah sama senang, izin orang tua, sed...