“Jesus Bless You” – Tentang Saya dan Agama
SAYA suka lagu-lagu yang memberikan getaran yang baik pada suasana hati dan hidup saya. Karena itu saya menggunakan aplikasi karaoke di smartphone untuk memudahkan saya menyanyi di...
Atas dasar tersebut, apapaun yang dilakukan di luar kebiasaan orang tidaklah berarti bagi seorang yang sudah tidak suka. Parahnya lagi mengkritik bukan ranah kemampuannya, ada saja yang dibilang sepertinya suara burung yang berkicau tanpa nada dan bising.
Bercerminlah pada diri agar bisa melihat diri sendiri secara utuh. Instropeksi diri adalah cara mengolah ego dan emosi yang berujung pada ketenangan. Apresiasilah bila mana sahabat kita telah melakukan sesuatu sehingga kemunculan berkreativitas semakin produktif.
Cuma di sini perlu adanya sebuah kritik bukan berdasarkan suka dan tidak suka. Lebih elegan dengan cara ini mengkritisi seorang lebih damai. Bukan anti kritik, butuh kritik dalam setiap kegiatan berkreativitas hal itu sangat dibutuhkan sebagai penimbang.
Sejuk dalam menjalani kehidupan di jaman kontenporer melihat dua sisi muka (bercermin), gejolak emosional menilai sesuatu lebih berimbang tidak hanya berbicara tapi bisa dipertangungjawabkan pernyataan yang sudah diucapkan.
Memang sulit sekali mengontrol sebuah hegomoni di jaman serba cepat, paling tidak untuk mendapatkan sebuah rujukan hidup “mulat sarira”.
I Ketut Suasana seorang perupa mengapresiasi kegelisahannya melihat manusia sekarang yang bisanya hanya melihat satu muka, satu sisi. Perupa yang lebih dipanggil dengan nama Kabul ini mencari akar diri mengembangkan, menggapai tempat puncak dalam hidup.
Manusia mulai lupa mengenal dirinya sendiri secara utuh. Pengenalan pada dirinya akan lebih mudah mencari kelemahan dan kelebihan. Perenungan perjalann kehidupan baik buruk yang sudah terlewati menjadi sebuah perenungan ke masa depan lebih semarak penuh warna.
Dogma dan doktrin atas segala perbedaan adalah cara menumbuhkan “warna“ yang sudah digambarkan kembali pada akar pribadi masing-masing dalam menyikapi persoalan pelik itu.
Orang dengan mudah sekali terjun ke spektrum tersebut dengan dalih apapaun demi melampiaskan hegomoni semata. Mencari kesalahan tapi lupa akan kesalahan diri seperti pepatah bilang “gajah di pelupuk mata tak terlihat”.
Dalam karya-karya lukisnya, Kabul juga menyinggung soal kebisingan gedung terhormat dan dikatakan suci, keramat serta angker. Gedung rakyat yang penghuninya penuh dengan intrik gaduh lupa tupoksi. Bukannya hasil kinerja jadi kebanggan, malah ikut meramaikan kegaduhan tak ada hasilnya.
Tontonan kemewahan yang diperlihatkan secara drastis mengubah paradigma mereka. Tatkala kesadaran mereka lupa tanggungjawab mereka sebagai pelayan masyarakat, ketika itu terjadi menolak kesadaran diri. Setiap detik banyak sekali rasanya terlewati yang mahal adalah instropeksi diri. (T)
SAYA suka lagu-lagu yang memberikan getaran yang baik pada suasana hati dan hidup saya. Karena itu saya menggunakan aplikasi karaoke di smartphone untuk memudahkan saya menyanyi di...
ADA semacam protes di media sosial, kenapa wayang wong, sebagai kesenian klasik adiluhung yang baru saja ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda, justru dipe...
SEPAK bola kampung kini hanya fosil ingatan. Mungkin karena kampung selalu dirundung revolusi yang dialirkan zaman. Sawah-sawah, bahkan kebun yang dulu menjadi arena laga sepak bol...
KINI sudah masuk tahun ajaran baru. Sejumlah kampus sudah bersiap-siap menghadapi mahasiswa baru. Tentu, semua tahu, hari-hari pertama mahasiswa baru disibukkan dengan orientasi ka...
BEGITU puluhan penari memasuki panggung di depan Tugu Singa Ambara Raja, sore menjelang senja di Singaraja terasa lebih berwarna dari biasanya. Warna-warna itu bukan hanya memancar...
Judul Buku: Sayap Anjing (Kumpulan Cerpen) # Penulis: Triyanto Triwikromo #Halaman: 144 pages # Penerbit: Buku Kompas # Tahun: 2003 # ISBN: 9797090914 (ISBN13: 9789797090913) /...
BULELENG Festival (Bulfest) dibuka 2 Agustus ini dan akan berlangsung 6 Agustus 2016. Ini Bulfest keempatkali sejak digelar pertamakali, Agustus 2013. Di Bali, Bulfest memiliki gem...
Ini pengalaman ketika saya mengajar di sebuah sekolah dasar di Alor, NTT, sebagai guru dalam program SM3T (Sarjana Mendidik di daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal). SEPERTI b...
MISI belum tuntas! Komunitas Masyarakat Lumpur Bangkalan terus bikin kegiatan. Setelah terlaksananya acara Festival Puisi Bangkalan, 20-21 Mei 2016, kini tengah bersiap-siap mengge...
SIAPA saja yang suka memuji dan mengagung-agungkan Bali, pasti bertemu subak. Mereka yang berniat mengikuti alur jejak watak manusia Bali, seyogyanya juga mengakrabi subak. Bagaima...