Jika Film Horor Indonesia Seperti “Bokep” – Bukan Salah Setan!
APA yang terbayang di pikiran anda ketika mendengar kata “horor”? Hmm, hantu atau setan? Ya, bisa jadi. Kepanikan, ketakutan, atau terror? Ya, bisa jadi. Secangkir Kopi Vietnam? H...
I Made Arya Dwita Dedok adalah satu perupa dari Bali yang mewakili Indonesia. Ia mengatakan, pameran ini penting karena aura berimajinasi akibat pikiran positif dan molekul-molekul pikiran, terasa asyik diajak berkarya. Rasa haus dalam diri dalam berkarya tumbuh seiring aura positif dipancarkan. “Bertemu rekan seniman lintas negara membuka cakrawala kesenirupaan antar perupa itu sendiri,” ujar Dedok.
Indonesia mengirimkan sebanyak 12 perupa. Selain I Made Arya Dwita Dedok yang menggandeng istrinya, juga seorang perupa Grace Tjondronimpuno. Perupa Bali lain yang sering berpameran luar negeri adalah I Ketut Lekung Sugantika. Tuan rumah Singapura mengikutkan partisipasi lebih dominan yakni 17 perupa. Sementara Malaysia paling sedikit menyertakan perupanya yakni sebanyak 6.
Dedok menambahkan pemeran seperti ini membuktikan bahwa sekat dan perbedaan tidak.jadi masalah justru satu hati karena lewat seni. Dalam pameran ini, gayung bersambut akan menjadi perayaan karya besar oleh perupa yang datang. Mereka berlatar belakang yang berbeda berkumpul melupakan egomoni negara berkalaborasi mengambil isu-isu nyata dalam hidup sehari-hari serta merespon sesuatu yang menarik dalam perhatianya.
Pameran ini benar-benar kalaborasi yang membumikan segala bentuk intrik masing-masing pembeda baik personal maupun negara. (T)
APA yang terbayang di pikiran anda ketika mendengar kata “horor”? Hmm, hantu atau setan? Ya, bisa jadi. Kepanikan, ketakutan, atau terror? Ya, bisa jadi. Secangkir Kopi Vietnam? H...
MEMBACA buku sejarah adalah membaca penafsiran-penafsiran. Membaca buku sejarah adalah membaca kejadian masa lampau yang hanya mungkin ditilik kembali dengan membangun serpihan-ser...
Cerpen: I Putu Agus Phebi Rosadi DI ruang tamu, tiga orang interogator telah duduk di depanku. Matanya tajam. Seperti ingin mencengkram leherku. “Tuan-tuan. Jangan memandang seper...
DI tengah rapat kantor, tiba-tiba telepon selular bergetar. “Halo.” Setengah berbisik. “Lagi sibuk?” suara di sana. “Lagi meeting, apa kabar?” Ujung-ujungnya: “Ada stok naskah cerp...
POLEMIK drama gong tampaknya terus berlanjut, dan tentu saja akan bagus jika polemik itu terus berlanjut sampai seni pertunjukan itu benar-benar lahir kembali dan hidup. Jika ada “...
TIDAK ada yang bisa membantah jika saya penggemar sejati film-film Warkop DKI – Dono, Kasino, Indro. Jauh-jauh dari Bali Barat saya melesat ke Denpasar ketika film Warkop DKI Rebor...
ANAKMU bukanlah anakmu, mereka adalah anak zaman. Tak ada hak bagi orangtua untuk mengungkung jiwa mereka, kendatipun rumah disiapkan buat raga mereka. Paling tidak, itulah pendapa...
SEBUAH ruang, satu tempat, sebuah wilayah, bagi manusia Bali, bisa diartikan sebuah arsitektur yang unik dan otentik. Dalam ruang itu orang Bali melakukan aktivitas, bergumul sehar...
SETIAP orang pasti pernah merasakan takut, tidak peduli tua atau muda. Rasa takut adalah salah satu emosi dasar sama seperti bahagia, sedih, marah dan sejenisnya. Menurut Kamus Bes...
LELAKI ABSTRAK Pada hamparan kanvasmu balon-balon meletus menjadi wara-warni pelangi gugusan mega awan pudar langit terhimpit mendung ditimpa matahari siluet senja halim...