The Cascades, Ketika Hujan tak Lagi Romantis
“Rhythm of the Rain” yang dinyanyikan oleh The Cascades tetaplah lagu yang sama seperti ketika pertama kali kita memutarnya puluhan tahun silam. Pianonya masih berdenting dengan j...
[caption id="attachment_3361" align="alignnone" width="695"]
All In bersenang dengan penikmat musik Hardcore Punk[/caption]
Selain bersenang-senang dengan musik Hardcore Punk yang diusung oleh All In, band ini juga membawa isu-isu positif seperti veganism, healthy life dan tentu isu paling panas di Bali, reklamasi teluk benoa.
Dalam penampilannya malam itu All In juga menegaskan bahwa mereka sangat menolak rencana reklamasi di Bali. "We fuckin hate reclamation. I love Bali. I love the peaceful, the people, and the culture. And Bali dont need anymore resort, anymore tourism places,"
Acara yang diselenggarakan oleh Singaraja Movement itu sukses menggaet banyak penonton untuk ikut menyaksikan All In dan beberapa band dari Bali.
Hanya dengan 5.000 rupiah penonton sudah bisa menyaksikan dan mendukung pergerakan skena musik bawah tanah Singaraja. Diramaikan oleh banyak band yang berasal dari berbagai kota di seluruh Bali, tour All In ini sukses menghentak Singaraja.
Ini adalah pertama kali All In manggung di luar Australia, dan itu membuat mereka sangat antusias untuk bertemu dan berkawan. All In akan menggelar tournya selama 2 minggu.
Beberapa lokasi yang akan menjadi tempat singgah All In selanjutnya antara lain: Gimmie Shelter, Bahana Studio, Doom Kitchen dan ditutup dengan penampilan serangkaian tournya di Pretty Poison, Canggu, Bali. (T)
“Rhythm of the Rain” yang dinyanyikan oleh The Cascades tetaplah lagu yang sama seperti ketika pertama kali kita memutarnya puluhan tahun silam. Pianonya masih berdenting dengan j...
DI sebuah kota yang tumbuh setengah hati—antara ambisi menjadi metropolitan dan kebiasaan menjadi desa besar—tinggallah seorang pejabat tua bernama samaran Raka Wiratama. Usianya...
GUBERNUR Bali secara resmi menutup pelaksanaan Bulan Bahasa Bali VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu 28 Pebruari 2026. Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali tahun...
JARAK MENCURI KAU DARIKU Ketika cinta mulai terjelaskanjarak telah mencuri kau dariku. Sementara pagi tak menjanjikanbahwa kau akan datang,setiap detik adalah sunyiyang pant...
RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan pasti naik ke atas panggung...
DERING telepon membangunkan saya dari tidur siang hari itu. Di seberang sambungan, suara Ariel Valeryan: sahabat dari Kuningan, Jawa Barat terdengar parau. Ia menyampaikan kabar d...
SUDAH sejak lama Wahyu Ardi dikenal sebagai sutradara dan penulis naskah drama modern, baik berbahasa Bali maupun bahasa Indonesia. Lalu, Bulan Bahasa Bali memberi pengaruh baik p...
ANA seorang siswi yang tidak disebutkan secara jelas sekolahanya tidak menyukai bahasa Bali, bahkan tidak pernah memakai Bahasa itu dalam pergaulannya. Namun, pada satu ketika keb...
Perkulihaan mahasiswa Program Studi (Prodi) Sastra Bali Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (Unud) boleh dibilang berbeda hari ini, Kamis 26 Pebruari 2026. Seluruh mahasiswa...
ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana yang dilakukan oleh Keluarga Mahasiswa Seja...