Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
[caption id="attachment_3361" align="alignnone" width="695"]
All In bersenang dengan penikmat musik Hardcore Punk[/caption]
Selain bersenang-senang dengan musik Hardcore Punk yang diusung oleh All In, band ini juga membawa isu-isu positif seperti veganism, healthy life dan tentu isu paling panas di Bali, reklamasi teluk benoa.
Dalam penampilannya malam itu All In juga menegaskan bahwa mereka sangat menolak rencana reklamasi di Bali. "We fuckin hate reclamation. I love Bali. I love the peaceful, the people, and the culture. And Bali dont need anymore resort, anymore tourism places,"
Acara yang diselenggarakan oleh Singaraja Movement itu sukses menggaet banyak penonton untuk ikut menyaksikan All In dan beberapa band dari Bali.
Hanya dengan 5.000 rupiah penonton sudah bisa menyaksikan dan mendukung pergerakan skena musik bawah tanah Singaraja. Diramaikan oleh banyak band yang berasal dari berbagai kota di seluruh Bali, tour All In ini sukses menghentak Singaraja.
Ini adalah pertama kali All In manggung di luar Australia, dan itu membuat mereka sangat antusias untuk bertemu dan berkawan. All In akan menggelar tournya selama 2 minggu.
Beberapa lokasi yang akan menjadi tempat singgah All In selanjutnya antara lain: Gimmie Shelter, Bahana Studio, Doom Kitchen dan ditutup dengan penampilan serangkaian tournya di Pretty Poison, Canggu, Bali. (T)
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...