Buat Apa Merekonstruksi Kesenian Langka?
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
Gamsec yang diperkuat oleh Lindung sebagai toser, dan Gus Ekik dan Eka sebagai spiker. dan Mereka adalah pemain Pon Bali. Toser Lindung adalah pemain proliga dan sempat bergabung di tim-tim kuat di Jakarta. Jadi tak diragukan lagi Gamsek layak sebagai juara. Apalagi pemain lokal Gamsec seperti Kodok, Yuda, Ean Candra juga tidak kalah lihai dalam memainkan bola-bola pendek umpan dari Toser Lindung,.
Porsec sebagai juara dua juga tim kuat dan sudah sering menjuarai liga-liga kampung. Pemain lokal mereka sudah terasah betul karena sudah sering bersanding dengan pemain-pemain pro. Dalam turnamen ini mereka menggandeng toser Bonces, Gung Dodi dan Edy Kumara sebagai spiker yang merupakan pemain Pon Junior Bali.
Pada perebutan posisi tiga dan empat ada tim Bamba dari Banjar Baru dan tim Sri Awandira dari Banjar Kelaci, yang keduanya mewakili Kecamatan Marga. Bamba diperkuat Pandim, Tison, Wira dan Opo. Sri Awandira diperkuat Ledin, Dolar dan Kalipo. Mereka adalah pemain-pemain yang berhasil menghibur warga desa dengan kelincahan mereka di lapangan.
Semi Open
Yang membuat turnamen voli tarkam selalu menarik karena yang tampil bukan hanya pemian lokal yang beredar di desa-desa, melainkan juga pemain professional. Jadi, jangan heran, banyak warga pelosok desa hapal nama-nama pemain profesional yang biasa berlaga pada event besar.
Sistem pertandingan yang digunakan dalam liga kampung ini antara lain lokal, semi open tournamen, dan open tournamen. Pada sistem lokal semua pemainnya harus lokal alias sebunan, minimal pemain lokal dalam skup satu desa tergantung kesepakatan.
Kalau semi open, sebuah klub bisa menggunakan tiga orang pemain lokal dan tiga pemain sewaan baik itu pemain Porda, Porprov, Prapon, bahkan pemain Proliga Nasional sekalipun tergantung tebal tipis kantong klub. Jika open tournament, keenam pemain boleh didatangkan dari luar atau boleh pemain sewaan tanpa menggunakan pemain lokal sama sekali.
Dari ketiga sistem itu, yang paling populer adalah semi open tournament. Karena dalam sistem ini masih ada unsur lokal alias sebunan yang disandingkan dengan pemain pro. Dengan begitu, yang menonton selalu ramai, karena penontonnya masih punya kebanggaan membela nama desa karena pemainnya masih ada yang berasal dari desa sendiri.
Merupakan kepuasan dan pengalaman tersendiri buat pemain-pemain di desa bisa berbagi lapangan dengan pemain-pemain proliga. Bagi pemain-pemain pro, sistem ini juga menguntungkan mereka karena bisa mendapatkan hasil tambahan dari uang sewa. Apalagi bayaran pemain pro bisa mencapai Rp 500 ribu hingga 1 juta per malam atau setiap kali berlaga.
Bagi penyelenggara, sistem ini juga sangat menguntungkan. Jumlah tim yang berlaga dalam satu liga kampung ini adalah 32 tim. Dengan sistem double knock out atau kalah dua kali akan langsung keluar, sehingga liga ini bergulir satu bulan penuh sampai di laga puncak. Dengan begitu akan ada kurang lebih 30 kali pertandingan dengan harga tiket Rp 10 ribu di penyisihan dan harganya terus naik sampai Rp 35.000 di babak semifinal dan final. Kalau penonton selalu ramai, penyelenggara bisa mengumpulkan dana hingga Rp 200 juta dari penjualan tiket langsung.
Selain tiket langsung panitia juga menyediakan tiket terusan seharga Rp 200 ribu dan bisa dibawa selama liga bergulir. Penyebaran tiket terusan dilakukan sebelum liga dimulai dan menyasar kalangan berduit, penggemar voli, pejabat daerah, dan juga anggota dewan. Adapun penjualan tiket ini bisa digunakan sebagai modal awal dalam penyelengaraan turnamen dan juga bisa dianggarkan sebagai hadiah.
Selain sebagai hiburan bagi warga desa, turnamen voli antarkampung bisa dianggap sebagai partisipasi warga secara aktif untuk mengembangkan olahraga voli tanpa harus melibatkan secara langsung peran pemerintah. Di sisi lain, masyarakat juga membiasakan diri melakukan swadaya dengan menggali dana sendiri tanpa harus terus-terusan minta bansos pada tokoh-tokoh politik di legislatif dan ekskutif.
Dalam hal ini, bolehlah negara dianggap berhutang pada turnamen voli antarkampung. Selain ikut membantu negara mengembangkan olahraga dengan caranya sendiri, turnamen antarkampung ini juga mendidik warga untuk mandiri: menggelar ajang olahraga sendiri, menonton sendiri, bayar tiket sendiri. (T)
DI Selat Duda, Karangasem, pada 1983 silam, puluhan kesenian sakral Sanghyang pernah dipentaskan dalam satu kesempatan. Ada 31 jenis Sanghyang yang tampil saat itu. Sebagian direk...
PERNAHKAH Anda menyaksikan kisah Aladdin, Rapunzel, atau The Little Mermaid? Pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, kisah-kisah yang selama ini akrab melalui film animasi di layar televi...
SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) pada Selasa, 23 Juni 2026 didampingi gurunya, Mamiko Sensei. Ini adalah kunjungan...
GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi die-cast (mainan atau miniatur mobil) b...
SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut sebagai performative. Kita menonton dialog-dialo...
RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di atas panggung bertemu Sekaa Gong Kebyar Anak-Anak dari...
SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan Makan...
LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia itu m...
SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan membelah umbi gembili yang masih tertimbun tanah. Pat...
PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam sistem hukum...