Razia Warung? Ah, Saya Selalu Sukses Puasa Dikurung Warung
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
HALO MAHASISA! Sudahkah wisuda tahun ini? Kalau belum, dengan segala rasa iba dan duka yang teramat sangat dari lubuk hati yang paling dalam, saya sarankan tak usah melanjutkan membaca artikel ini.
Sebab SKS anda belum cukup untuk membacanya. Lebih baik waktu yang semakin sempit, digunakan untuk melanjutkan skripsi yang belum juga rampung dari zaman Pokemon Yellow. Bayangkan! Ini sudah lewat zaman pokemon-Go, Bung! Harusnya, Go! Go! Skripsi dong! Seperti kata seorang kawan, “Skripsi itu diketik, Bung! Bukan dipikirin!”
Nah, bagi kawan-kawan yang diwisuda, saya ucapkan selamat! Welcome to jungle! Nikmatilah hidup yang lebih sengsara dari sekadar rasa lapar anak kosan yang menunggu kiriman bekal orang tua. Nikmatilah keputusasaan tak dapat kerja yang lebih menyakitkan ketimbang diputusin pacar.
Dan yang paling penting, nikmatilah kesendirian karena tak ada lagi kawan. Sebab kini yang ada hanyalah saingan-saingan yang mesti dikalahkan saat tes CPNS nanti.
Dalam rangka menanggulangi hal-hal yang tak diinginkan inilah, saya menyuguhkan jenis-jenis wisudawan dan pekerjaan apa yang paling tepat untuk ditekuni. Dengan mengkombinasikan karakter, tahun, zodiak, wuku, weton, ditambah landasan teori disertai uji validitas yang tak jelas daftar pustakanya, silahkan diterawang, jenis-jenis wisudawan dan pekerjaan apa yang paling tepat ditekuni oleh anda sekalian.
Wisudawan Cumlaude
Inilah wisudawan paling topcer. Yang paling dielu-elukan oleh Pak Rektor, dosen, orang tua, pacar, dan tentu saja dirinya sendiri. Cumlaude! Apalagi tamat 3,5 tahun! Tentu ia mahasiswa yang rajin, disiplin, dan cepat waktu. Kecepatan waktu bahkan.
Yang menarik adalah, sebagian dari mereka merupakan tipe pekerja keras. Itu tampak saat menyusun skripsi. Sekarang bimbingan, malam revisi, besok bimbingan lagi. Tak peduli revisiannya sudah benar, masih salah, atau makin salah. Yang penting revisi. Jika itu anda, dengan tekad sekuat ini, pekerjaan yang paling cocok adalah aktivis dan bisnis MLM.
Bayangkanlah jika semua aktivis seperti anda. Pagi demo, siang demo, malam demo, kapanpun, dimanapun demo. Siapa yang bisa tahan coba? Begitu pula dengan bisnis MLM, bisa dipastikan karena sang klien tidak tahan dengan omongan anda yang itu-itu saja. Yang datang tiap hari. Mereka terpaksa mengalah untuk ikut anda. Tentunya, bisnis ini akan berkembang berjuta-juta kaki kali lipat!
Wisudawan Biasa-biasa Saja
Kalau yang ini sih, tak ada menarik-menariknya. Semua yang dilakukan ya normal-normal saja. Lancaaarrr... amaaaannn.... terkendaliiii.... pekerjaan yang cocok hemm....... ya... cari-cari sendiriiiii.....
Wisudawan Adem Ayem
Ia adalah wisudawan yang pasrah. Ia pasrah sejak jadi mahasiswa, dan tamat juga dalam kondisi pasrah. Saat bikin skripsi itu tampak jelas. Dikasi ujian ya syukur. Revisi lagi ya jalani. Di balik kesederhanaan wisudawan adem ayem ini, sebenarnya ia benar-benar punya kharisma tersembunyi. Bakat yang tak pernah dibayangkan siapapun.
Sebab, dalam hidup yang serba cepat, carut marut, dan penuh tuntutan dewasa ini, bukanlah hal mudah untuk pasrah. Berserah pada Yang Di Atas. Alam biasanya menyayangi orang seperti ini.
Maka jangan heran apabila kelak ia menjadi cenayang yang disegani atau orang suci yang menuntun umat ke jalan maha suci, yakni ketiadaan. Sebab Kosong adalah berisi. Berisi adalah kosong. Apalah bedanya ujian kini dan nanti jikalau skripsi akhirnya digunakan alas penyangga LCD? Amitaba.. Sancai.. sancai..
Wisudawan Beli Skripsi
Nah.. semua juga sudah sama-sama tahu tentang wisudawan jenis ini, kan. Sudah jadi rahasia umum. Jadi tak perlulah dijelaskan lagi.
Bagian penting yang perlu ditekankan adalah orang-orang inilah yang benar-benar tahu kapasitas dirinya sendiri. Sejarah sudah membuktikan, bahwa bukan orang pintar, kaya, atau beruntung yang akan sukses dalam karirnya. Melainkan orang yang tahu kapasitas dirinya sendiri.
Kalau tahu diri mampu tapi malas, belilah skripsi. Kalau tahu diri bodoh, beli jugalah skripsi. tinggal minta si empunya untuk mengajarimu sampai mengerti. Beres!
Perlu anda ketahui. Banyak sarjana-sarjana pintar yang tak beruntung, yang tak dapat pekerjaan dengan gaji yang layak, hidup berkat diri anda. Dengan ini pula, anda telah membantu negara yang tak kunjung mampu memberikan pekerjaan yang layak bagi warga negaranya.
Wisudawan Hampir D.O
Jika boleh memilih, dari semua wisudawan, ini adalah jenis yang paling fenomenal, kontroversial, dan krusial. Di zaman yang tak lagi mampu mengonstruksi sesuatunya menjadi legenda dan mitos. Ialah yang mampu mengalahkan zaman. Ialah sang legenda hidup! Mitos yang ditakuti dosen.
Sebab jika ada saja yang D.O, tentu akan mencoreng nama lembaga itu sendiri. Maka saat mahasiswa kebanyakan mengejar dosen, ia malah berbalik. Dosen mengejar dirinya! Betapa mengerikannya.
Ialah satu-satunya yang tidak terjebak oleh arus industri wisuda. Ialah penyeimbang bagi mereka yang cepat wisuda. Ialah pengingat bagi lembaga yang lupa mengayomi mahasiwa. Ialah satu-satunya mesias, yang kelak boleh jadi membawa harkat dan martabat negara menjadi bangsa yang besar.
Tak lagi terpengaruh pada wacana politik dunia melainkan menjadi poros yang dikejar-kejar dunia. Sebagaimana yang dicita-citakan oleh bapak bangsa kita, bahwa Indonesia mesi BERDIKARI. Berdiri di Bawah Kaki Sendiri. Meski terancam D.O sekalipun! Maka wahai Wisudawan yang Hampir D.O, berbanggalah. Berbahagialah! Semoga amal dan ibadahmu diterima di sisi rektor, dosen, dan segenap staf lembaga. Amin.
Begitulah saudara-saudara. Memang, banyak hal yang mesti digali kembali mengingat banyaknya wisudawan yang masih berceceran di mana-mana. Jika dijelaskan, mungkin web tatkala.co ini tak cukup mampu menampung semuanya. Dalam kesederhaannya, semoga artikel ini dapat menyadarkan kita, bahwasanya PNS bukan satu-satunya bintang di langit. Masih banyak pekerjaan-pekerjaan, usaha-usaha, tempat-tempat, atau yah... paling sial, janda-janda muda yang bisa dikawini. Betul?
Ah, Semoga saja betul. Kalau tidak, mungkin belum benar saatnya kita untuk wisuda. Hemmm. (T)
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
JUDUL tulisan ini merupakan tema diskusi Kupang Pesta Monolog yang coba menggali daya vital teater dan perannya dalam kehidupan konkret (aktual). Bahwa teater sebagai seni...
DI Bali, lumrah bila di tempat atau kawasan yang disucikan, jika melihat sesuatu, umpamanya benda, hewan atau binatang (langka), orang sering menyebutnya “Due”. (“Due” dibaca seper...
“KINI banyak pengarang muda yang bagus. Banyak sekali,” kata Seno Gumira Ajidarma saat ngobrol singkat pada suatu pagi dengan tatkala.co di Honeymoon Guest House, Ubud, 6 Juni lalu...
SEBUAH analog yang saya anggap pas untuk menggambarkan budaya korupsi di Indonesia adalah tradisi buang sampah sembarangan. Meski lingkungan jadi kotor, menghilangkan rasa nyaman,...
HALO sahabat mahasiswa super di manapun kalian berada, selamat beraktivitas. Semoga semua hidup berbahagia dan dalam lindungan dosen yang maha buasnya. Sangat super sekali kita mas...
Buta paling buruk adalah buta politik. Dia yang buta politik adalah dia yang tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahw...
DUNIA pendidikan, modal utama dalam perkembangan peradaban manusia. Inovasi-inovasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir terlahir di dalamnya. Sejarah perubahan besar-bes...
PAWAI pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 dibuka Presiden Joko Widodo alias Jokowi, di depan Monumen Bajra Sandi, Denpasar, Sabtu (11/6). Dan betapa senang mendengar Presiden...
Menikah itu sulit, tapi bercerai ternyata jauh lebih sulit. Saat mau menikah, yang penting hanya sedikit kemantapan hati, komitmen untuk sama susah sama senang, izin orang tua, sed...