Anomali Bahasa Putu Wahya Santosa Dalam Novelet ”Aji Kecubung”
DI mana kekhasan sastra Bali di tengah-tengah relasi sastra yang luas? Hal ini dapat dibahas pada dikhotomi sastra yang sudah sangat konvensional dan tidak terbantah: apa kandunga...
DI mana kekhasan sastra Bali di tengah-tengah relasi sastra yang luas? Hal ini dapat dibahas pada dikhotomi sastra yang sudah sangat konvensional dan tidak terbantah: apa kandunga...
PUPULAN Puisi Bali Modern "Renganis" Karya Komang Sujana diterbitkan oleh Pustaka Ekspresi Tahun 2024 merupakan karya sastra Bali Anyar berupa antologi puisi dengan memaduka...
SETELAH hujan benar-benar lewat dan menjauh, yang tersisa malam itu hanya becek tanah dan rembesan sisa air hujan yang menetes diantara tembok dan dedaunan. Dari jarak kurang lebi...
“Ada dua problem besar dalam penyajian Drama Bali Modern (Drama Berbahasa Bali), yaitu naskah dan bagaimana mereka memandang Drama Bali Modern itu!” Itu kata Wayan Sumahardika,...
SALAH satu topik pembicaraan Putu Setia dalam buku Menggugat Bali adalah keberadaan sastra Bali di Tengah-tengah perubahan masyarakat karena pilihan politik setelah perang, pendid...
ADALAH peristiwa pendidikan dan kebudayaan yang cukup menggembirakan ketika melihat dosen dan mahasiswa Program Pendidikan Sastra Agama dan Bahasa Bali (PSABB) STAHN Mpu Kuturan S...
ADA tiga hal penting yang harus diperhatikan dalam menggarap Drama Bali Modern atau Drama Modern berbahasa Bali. Itu dikatakan Mas Ruscitadewi, sastrawan dan dramawan berkaitan...
BUKU kumpulan cerpen Ngantosang Ulungan Bulan (Menanti Bulan Jatuh) karya Carma Mira (Klungkung, Bali, 31 Agustus 1991) ditetapkan sebagai buku sastra Bali modern terbai...
Sangat tertarik saya menyimak cerita pendek berbahasa Bali "Tresnané Ampehang Angin" Sweta Aryawan. Saya abaikan cerpen, dalam hal penulisan judul. Saya abaikan penulisan kosakata...
ANGIN Sastra Bali Modern berembus makin kencang dari Bangli. Embusan kali ini ditiup Wayan Antari, seorang perempuan dari Banjar Wanaprasta, Desa Kintamani, Kecamatan Kintam...
KETIKA sayembara Gerip Maurip diumumkan muncullah nama Carma Mira sebagai salah satu pemenang. Ia menang untuk katagori Satua Bali Modern, atau cerita pendek berbahasa Bali. Judul...
GERIP MAURIP menjadi ajang lomba menulis paling prestisius yang pernah saya ikuti. Gerip Maurip pun, bagi saya, menjadi penghargaan sastra paling penting yang pernah ada di Bali....
MLANCARAN KE SASAK ditulis oleh Gde Srawana yang diterjemahkan oleh Balai Bahasa Provinsi Bali 2021 dengan penerjemah I Gede Agus Darma Putra. Jika ditilik dari judulnya, no...
APA yang kita warisi adalah sesuatu yang kita terima secara turun-temurun. Kesenian tradisi telah mengakar pada nadi orang Bali. Setiap manusia Bali, memiliki genetic seni yang tu...