“Susah Ya, Gak Ada Orang Jawa” - Sebuah Catatan Budaya
“Susah ya gak ada orang Jawa,” begitu kawan saya berujar saat hendak berangkat kerja bingung mencari penjual nasi yang pada hari-hari biasa mudah ditemui di pinggiran jalan...
“Susah ya gak ada orang Jawa,” begitu kawan saya berujar saat hendak berangkat kerja bingung mencari penjual nasi yang pada hari-hari biasa mudah ditemui di pinggiran jalan...
BERADA di kampung orang, awalnya memang serasa sebagai orang terbuang. Sebagian besar orang seperti memandang sinis, layaknya mereka berkata dalam batin: siapa sih orang in...
Suku Sunda, Jawa, Bali, dan Lombok bisa dikatakan menjadi suku-suku yang sangat vital posisi tawarnya bagi terbentuknya negara Indonesia. Hal ini mengingat warganya, khususnya Jawa...
PENGANTAR Tradisi suci Hindu mewajibkan kita menjaga air (toya) sumber mata air dan mata air suci (petirtan atau patoyan) sebagai sumber kehidupan dan air suci. Air suci atau toya...
Walau hanya 3 jam perjalanan dari Singaraja, namun pesona Taman Nasional Bali Barat (TNBB), di wilayah Buleleng bagian barat, Bali, selalu membuat penasaran. Aku sudah berkali-kali...
HARI baik, hari ayu, odalan di Pura Bale Agung, Buleleng. Waktu: sekitar 1887. Dua perempuan dari Banjar Bale Agung, Nyoman Rai Srimben dan Made Lastri, menghias diri sembari berc...
ADA hutan dan pegunungan yang demikian penting dalam perjalanan Airlangga, yaitu pegunungan Wanagiri. Berawal dari sebuah “pralaya”, lalu menggungsi ke Wanagiri, dan dari sanalah...
DULU, petani-petani kopi di desa saya, di Desa Munduk, Buleleng, Bali, hanya mengenal dua jenis kopi: kopi jawa dan kopi bali. Keduanya diterima sebagai pengkategorian satu-satunya...
SAYA membayangkan ada benang merah antara budaya peninggalan Hindu-Budha, masyarakat pedesaan yang berkarakter agraris serta napas keislaman. Dan jika benang merah itu terus ditari...