Berlari Bersama Denpasar: Kota yang Berlari, Saya yang Tertinggal Sedikit
November, “Ber”nya apa? Berkutat dalam Denpasar Bercerita. Denpasar Bercerita digelar pada 22 November 2025 lalu di Hall 2B Graha Yowana Suci, Denpasar. Sebelumnya, r...
November, “Ber”nya apa? Berkutat dalam Denpasar Bercerita. Denpasar Bercerita digelar pada 22 November 2025 lalu di Hall 2B Graha Yowana Suci, Denpasar. Sebelumnya, r...
DENPASAR; sebuah kota kecil di ujung selatan perut Pulau Bali. Sebuah wilayah yang menjadi saksi bagi rentetan peristiwa: pertumpahan darah, pembangunan ekonomi, geliat pariwisata...
LELAKI bertubuh tegap berjalan di depan saya. Ia mengenakan celana jeans dan kemeja hitam lengan panjang, lengkap dengan tas punggung abu-abu. Seketika itu, ia tiba-tiba melontark...
SABTU menjelang siang, 18 Oktober 2025, hiruk-pikuk Denpasar berjalan seperti biasa—jalanan yang padat dan udara yang panas. Di lantai 2 Graha Yowana Suci, beberapa orang tampak b...
BUKU Indonesia dari Pinggir karya Fatris MF menghadirkan perspektif yang segar dan mendalam tentang realitas Indonesia melalui lensa masyarakat pinggiran. Fatris menggambarkan kom...
Terima kasih Mahima, Pak Ole dan Ibu Sonia. Terima kasih kawan-kawan yang sudah hadir pada malam hari ini. Selamat datang di Mahima, ruang ketiga saya sejak pertama kali men...
1/ SAYA membaca catatan perjalanan Trinity di blog-nya. Juga buku kisah perjuangannya saat jalan-jalan, yang berjudul The Naked Traveler terbitan Bentang Pustaka tahun 200...