Razia Warung? Ah, Saya Selalu Sukses Puasa Dikurung Warung
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
“Mari kawan bersama kita bekerja, bersihkan lingkungan….”
ITU adalah penggalan tembang yang menjadi salah satu hal menarik dari pementasan kesenian janger tradisi dari Sanggar Seni Murti Kanti Swara, Banjar Tegeh, Kerobokan, Kuta Utara, yang menjadi duta Kabupaten Badung dalam perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 tahun 2026.
Pementasan janger ini memang sudah ditunggu oleh para penikmat seni di PKB. Beberapa jam sebelum pementasan dimulai, Kalangan Ayodya telah penuh oleh penonton. Tentu motif mereka yang hadir beragam. Ada yang hadir karena koleganya ikut dalam pementasan. Ada yang hadir karena kebetulan berkunjung. Atau ada pula yang memang sengaja datang karena fanatiknya terhadap kesenian ini. Namun apapun itu, pementasan janger ini berhasil menarik antusiasme penonton dari berbagai motif ini.
Ketika janger dan kecak keluar, penonton bertepuk tangan. Perhatian awal tertuju pada kostum yang dirancang dengan sangat apik oleh penatanya. Dari sela-sela penonton, penulis mendengar beberapa komentar yang mengapresiasi kostum terutama pemilihan warnanya. Hijau yang dibuat sedikit kecoklatan yang berpadu dengan pantas dengan tata rias sehingga membuat penari terkesan anggun.

Pola pola geraknya juga ditata sedemikian rupa, terutama yang menarik adalah bagian gerak yang mencoba memberikan respon terhadap suara gamelan. Tentu hal ini bukan sesuatu baru, tetapi penempatannya tampaknya pas sehingga bagian ini berhasil menjadi fitur yang menarik perhatian penonton.
Ditambah lagi bagian gerak silat yang diperagakan oleh kecak, yang berhasil mengundang riuh tepuk tangan penonton. Gerakannya tidak dibuat akrobatik secara berlebihan. Penggarap nampaknya cerdas dalam mengatur posisi tata panggung penari dan menyesuaikan iringannya, sehingga bagian atraksi silat ini berhasil menjadi poin menarik.
Sekali lagi, elemen silat bukan sesuatu yang baru juga dalam kesenian janger. Janger merupakan kesenian yang sangat terbuka dengan elemen-elemen lainnya yang kemudian dipadupadankan dalam rangkaian gerak. Sifatnya yang moderat inilah barangkali juga yang membuat kesenian ini dipakai sebagai bagian dari proganda maupun sosialisasi.
Dimensi propaganda ini juga tetap dihadirkan dalam kesenian janger duta kabupaten Badung. Ini bukan untuk kepentingan apapun, namun propaganda ini tampaknya dilihat sebagai salah ciri khas dari janger, sehingga tetap dimunculkan. Pengukuhan nilai-nilai Pancasila menjadi proganda yang disampaikan dalam pementasan, dikemas dalam rangkaian gerak kecak yang merepresentasikan tiap-tiap sila.

Termasuk juga ajakan gotong royong untuk membersihkan lingkungan. Ini tentu adalah propaganda yang positif dan sangat kontekstual, relevan dengan persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini. Senyum sumringah janger, melantukan tembang ajakan bersih-bersih, dengan gerak pinggul yang gemulai, disambut gerakan kecak yang seperti gerakan mencangkul, harus diapresiasi sebagai bentuk penyajian yang berhasil memikat hati penonton.
Ada sebuah catatan yang perlu direnungkan dari pementasan janger duta kabupaten Badung ini.
Pertama, janger ini tentu tidak setenar dengan grup Janger Peliatan maupun Janger Kedaton. Hanya saja satu hal yang perlu dicatat, bahwa janger adalah bentuk kesenian klasik yang pernah menjadi trend dalam kancah kesenian Bali, terutama periode 60 hingga 80-an. Ketika itu grup-grup janger tumbuh dengan subur, di banjar-banjar. Termasuk di banjar Tegeh Kerobokan. Tampilnya janger ini tentunya memutar balik memori lama generasi 60 hingan 70an, khususnya Kerobokan, mengingatkan betapa dinamisnya kehidupan sosial budaya yang telah dilalui hingga kini.
Sebagimana diketahui Kerobokan adalah satu kawasan pariwisata dengan segenap tantangannya. Pentas janger ini menjadi salah satu bukti betapa masyarakat Kerobokan, dari segenap lintas generasi, tetap berupaya untuk menjaga kelestarian keseniannya. Ada rasa bangga tentunya dari rangkaian proses yang berhasil dilalui oleh segenap tim dan masyarakat pendukungnya.

Kedua, kesenian, termasuk janger, adalah pesan yang harus sampai di hati penonton yang beragam motifnya. Tidak semua penonton yang hadir, sengaja atau dalam istilah Balinya mabuaka untuk hadir. Bagaimana mengemas sebuah pertunjukkan yang bisa merangsuk ke sukma audiens yang beragam itu. Itulah tantangan besar para seniman Bali di masa kini, di tengah disrupsi hiburan era digital. Janger adalah kesenian rakyat yang harus senantiasa memperhatikan suara-suara rakyat. Dalam hal ini, tampaknya janger yang dipentaskan duta Kabupaten Badung, telah berhasil mengupayakannya. [T]
Penulis: Surya Jayadi
Editor: Adnyana Ole
SAYA geli membaca berita tentang razia warung saat Ramadhan. Razia yang katanya demi “mengamankan” masyarakat saat bulan puasa. Ini dilakukan setiap tahun. Ada apa dengan warung? A...
JUDUL tulisan ini merupakan tema diskusi Kupang Pesta Monolog yang coba menggali daya vital teater dan perannya dalam kehidupan konkret (aktual). Bahwa teater sebagai seni...
DI Bali, lumrah bila di tempat atau kawasan yang disucikan, jika melihat sesuatu, umpamanya benda, hewan atau binatang (langka), orang sering menyebutnya “Due”. (“Due” dibaca seper...
“KINI banyak pengarang muda yang bagus. Banyak sekali,” kata Seno Gumira Ajidarma saat ngobrol singkat pada suatu pagi dengan tatkala.co di Honeymoon Guest House, Ubud, 6 Juni lalu...
SEBUAH analog yang saya anggap pas untuk menggambarkan budaya korupsi di Indonesia adalah tradisi buang sampah sembarangan. Meski lingkungan jadi kotor, menghilangkan rasa nyaman,...
HALO sahabat mahasiswa super di manapun kalian berada, selamat beraktivitas. Semoga semua hidup berbahagia dan dalam lindungan dosen yang maha buasnya. Sangat super sekali kita mas...
Buta paling buruk adalah buta politik. Dia yang buta politik adalah dia yang tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tahu bahw...
DUNIA pendidikan, modal utama dalam perkembangan peradaban manusia. Inovasi-inovasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir terlahir di dalamnya. Sejarah perubahan besar-bes...
PAWAI pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 dibuka Presiden Joko Widodo alias Jokowi, di depan Monumen Bajra Sandi, Denpasar, Sabtu (11/6). Dan betapa senang mendengar Presiden...
Menikah itu sulit, tapi bercerai ternyata jauh lebih sulit. Saat mau menikah, yang penting hanya sedikit kemantapan hati, komitmen untuk sama susah sama senang, izin orang tua, sed...