Hari itu, Kamis, 11 Juni 2026, para siswa yang tergabung dalam OSIS dan MPK (Majelis Perwakilan Kelas) SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) berkunjung ke Yayasan Bali Baby Home dan Yayasan Sayangi Bali membawa sejumlah bantuan, tetapi lebih dari itu, mereka datang membawa kepedulian.
Kunjungan tersebut menjadi salah satu agenda sosial yang dilaksanakan OSIS dan MPK Kesbam sebagai upaya menumbuhkan rasa empati sekaligus semangat berbagi kepada sesama, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Sebelum kunjungan berlangsung, para pengurus OSIS dan MPK Kesbam lebih dahulu menggelar program Open Donasi yang berlangsung pada 1 hingga 8 Juni 2026. Melalui berbagai platform media sosial, mereka mengajak warga sekolah dan masyarakat untuk ikut berbagi. Respons yang diterima cukup menggembirakan. Donasi yang terkumpul kemudian diwujudkan dalam berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan bayi, mulai dari beras, telur, minyak goreng, susu, popok, hingga kebutuhan harian lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing yayasan.
Bakti Sosial OSIS dan MPK Kesbam di Yayasan Bali Baby Home│Dok. OSIS Kesbam
Namun, hari kunjungan itu bukan semata tentang menyerahkan bantuan.
Di Bali Baby Home, para siswa berkesempatan berinteraksi langsung dengan anak-anak yang tinggal di sana. Suasana hangat segera tercipta. Ada yang mengajak bercengkerama, ada yang menemani bermain, dan ada pula yang sekadar berbagi senyum. Interaksi sederhana tersebut menghadirkan kesan mendalam bagi para siswa yang terlibat.
Di tengah kegiatan, para siswa menyaksikan bagaimana anak-anak di yayasan menjalani hari-harinya dengan penuh semangat. Keterbatasan yang mereka miliki tidak menghalangi mereka untuk tetap tersenyum dan menikmati kebersamaan.
Ketua OSIS Kesbam, Adelia Trianti, mengatakan bahwa kegiatan sosial semacam ini menjadi ruang belajar yang berharga bagi para anggota.
“Kami ingin mengajak teman-teman untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Tidak harus menunggu memiliki banyak untuk bisa berbagi. Melalui kegiatan ini, kami belajar bahwa perhatian kecil dan kepedulian sederhana pun dapat memberikan arti bagi orang lain,” ujarnya.
Bakti Sosial OSIS dan MPK Kesbam di Yayasan Sayangi Bali│Dok. OSIS Kesbam
Dari Bali Baby Home, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Yayasan Sayangi Bali. Di tempat ini, bantuan yang telah dihimpun turut diserahkan kepada pihak yayasan. Momen tersebut berlangsung sederhana, tetapi sarat makna. Para siswa dapat melihat secara langsung bagaimana dukungan dari banyak orang mampu memberikan manfaat nyata bagi mereka yang membutuhkan.
Bagi sebagian peserta, kunjungan ini menjadi pengalaman yang membuka perspektif baru tentang kehidupan. Apa yang mereka temui di lapangan menghadirkan pelajaran yang tidak selalu ditemukan di ruang kelas.
Hal itu dirasakan pula oleh Andika Kamatra, salah satu anggota OSIS Kesbam. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang membekas dan memperkaya cara pandangnya terhadap sesama.
“Saya merasa kegiatan ini mengajarkan banyak hal. Ketika bertemu langsung dengan anak-anak di yayasan, saya belajar tentang rasa syukur, ketulusan, dan pentingnya saling membantu. Mereka justru mengajarkan kami untuk tetap kuat dan menghargai hal-hal sederhana dalam hidup,” tuturnya.
Bakti Sosial OSIS dan MPK Kesbam di Yayasan Bali Baby Home dan Yayasan Sayangi Bali│Dok. OSIS Kesbam
Lebih dari sekadar menjalankan program kerja, kunjungan sosial ini menjadi pengingat bahwa kepedulian tumbuh melalui tindakan nyata. Setiap bantuan yang diberikan mungkin tidak mampu menyelesaikan seluruh persoalan, tetapi dapat menghadirkan harapan dan kebahagiaan bagi mereka yang menerimanya.
Di penghujung kegiatan, bantuan telah tersalurkan dan foto-foto kebersamaan telah diabadikan. Namun, yang paling berharga bukanlah apa yang dibawa saat datang, melainkan pelajaran yang dibawa pulang. Para siswa pulang dengan pemahaman bahwa berbagi tidak selalu diukur dari besarnya pemberian, melainkan dari ketulusan hati yang menyertainya.
Melalui kegiatan ini, OSIS dan MPK Kesbam berharap semakin banyak siswa dan masyarakat tergerak untuk menumbuhkan budaya peduli terhadap sesama. Sebab, perubahan besar sering kali berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama. [T]
Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna Editor: Adnyana Ole
DERU puluhan sepeda motor bergema dari arah utara Kota Singaraja pada Senin, 29 Juni 2026. Satu per satu kendaraan itu bergerak perlahan melintasi Jalan Ngurah Rai menuju Gedung D...
Bali Kembali Diserang, Kali Ini Tanpa Ledakan
TANGGAL 12 Oktober 2002 menjadi salah satu hari paling kelam dalam sejarah Bali. Ledakan bom merenggut ratusan nyawa dan menggunca...
NOTARIS pada hakikatnya merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kepastian hukum, khususnya dalam lalu lintas perdata, investasi, pembentukan badan usaha, hingga berbagai tr...
PEMBACA tak perlu mengukur jarak antara Plaju dan Hawkins, apalagi harus repot-repot mencari tahu apa yang hendak dihidangkan di sana, sebab keniscayaan yang akan pembaca dapati....
HAMPIR saja tim nasional sepak bola Republik Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 yang dihelat di tiga negara, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Iya, hampir saja. Itu berarti b...
Ketika anak-anak itu bermain riang, ruang Gedung Mario berubah menjadi area interaktif, sangat dinamis dan terkesan lebih hidup. Langit-langit tinggi dan tiang-tiang bangunan ikut...
KEMBALINYA seni Arja di Banjar Bukit Buwung, Kesiman, tidak dapat dipahami semata sebagai upaya revitalisasi kesenian tradisional, melainkan sebagai proses pemulihan roh kebudayaa...
IRONI terbesar abad ke-21 mungkin bukan ketika mesin mulai mampu berbicara. Ironinya justru ketika mesin mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang telah lama berhenti diajukan m...
PADA tahun 1999 sampai 2005 saya sempat membantu Bre Redana, mengkurasi karya-karya seni rupa yang berdialog dengan cerpen. Waktu itu, Bre Redaktur Kompas Minggu.
Bagi saya, it...