SUASANA semarak terasa di ajang Confident 2026 yang digelar Sekolah Tinggi Agama Islam Denpasar (STAID) pada 26 April 2026. Kegiatan yang menjadi wadah pengembangan intelektual dan kepercayaan diri pelajar ini diikuti peserta dari berbagai sekolah di Bali. Di tengah persaingan yang ketat, siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) berhasil membawa pulang prestasi membanggakan.
Mereka adalah Bq Rizkika Indah Yulianti dan Bunga Azzahra Budiono. Rizkika sukses meraih Juara 3 pada lomba dai atau pidato Islami, sementara Bunga dinobatkan sebagai Juara Favorit. Capaian tersebut bukan diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh latihan, evaluasi, dan penguatan mental sebelum tampil di atas panggung.
Sejak masa persiapan, para peserta ditempa untuk menguasai materi sekaligus membangun kepercayaan diri. Di sinilah peran pembina, Muhammad Agus Wahyudi, S.Pd., menjadi penting. Ia tidak hanya membimbing secara teknis, tetapi juga memberi dorongan moral agar siswa berani tampil dan percaya pada kemampuan diri mereka.
“Alhamdulillah saya senang sekali bisa menemani mereka berproses. Hasil juara ini adalah jerih payah dan usaha mereka. Semoga kedepannya anak anak semakin bisa mengembangkan minat dan bakatnya di jenjang yang lebih tinggi lagi,” ujarnya.
Penyerahan hadiah juara di ajang Confident 2026│Dok. Kesbam
Salah satu siswa Kesbam, Bunga Azzahra Budiono mengatakan, pengalaman mengikuti Confident 2026 menjadi momen yang tak terlupakan. Ia mengaku sempat diliputi rasa gugup, namun justru dari proses itulah ia belajar mengelola emosi dan tampil lebih percaya diri.
“Setelah mengikuti lomba confident ini, saya merasa senang dan cukup bangga bisa melewati setiap prosesnya. Kegiatan ini memberikan pengalaman yang berharga, terutama dalam melatih kepercayaan diri dan kemampuan saya dalam mengekspresikan diri,” ungkapnya.
Ia juga merasakan manfaat lain dari ajang tersebut, yakni kesempatan bertemu dan belajar dari peserta lain yang memiliki kemampuan luar biasa.
“Selain itu, saya juga mendapatkan banyak pelajaran serta motivasi dari peserta lain yang luar biasa. Secara keseluruhan, pengalaman ini sangat berkesan dan membuat saya semakin termotivasi untuk terus berkembang ke depannya,” tambah Bunga.
Prestasi yang diraih siswa Kesbam ini menjadi bukti bahwa keberanian untuk mencoba dan konsistensi dalam berlatih dapat menghasilkan capaian yang membanggakan. Lebih dari sekadar kompetisi, Confident 2026 menjadi ruang bagi pelajar untuk tumbuh, belajar, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa depan. [T]
Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna Editor: Adnyana Ole
JIKA menyaksikan Lomba Baca Puisi tingkat SMP dalam rangka Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, kekhawatiran bahwa generasi muda semakin jauh dari sastra tampaknya tidak berala...
UJUNG telunjuk dan jari tengah itu bergerak lincah di atas papan beroda sepanjang tak lebih dari sepuluh sentimeter. Sesaat papan skateboard mungil itu meluncur, lalu melompat. La...
PEMBUKAAN Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 3 Juli 2026, berlangsung berbeda dari kebiasaan. Bukannya diawali dengan tari penyambutan tradisional seperti Panyembrama, Seka...
SOSOK-SOSOK perempuan bergerak perlahan menari di atas panggung, mengenakan caping petani dan membawa slepan (daun kelapa yang sudah tua) sebagai simbol kedekatan dengan alam. Mel...
KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love poetry", tulisnya dalam buku barunya M...
PADA 3 Juli 2026 digelar pameran senirupa yang cukup menarik, pameran senirupa ini, menurut saya, lahir dari keyakinan bahwa seni adalah ‘bahasa universal’ yang mampu menjembatani...
DUA PULUH lima tahun lalu, tepat saat 2 bulan setelah Milenium ketiga dimulai, segerombol anak muda yang menyebut diri mereka Kamasra (Keluarga mahasiswa Seni Rupa) STSI Den...
MANUSIA adalah makhluk yang gemar mengembara.
Tubuhnya berada di sini, tetapi pikirannya berlari ke hari esok. Atau sebaliknya, tubuhnya telah meninggalkan kemarin, tetapi bati...
Sorak-sorai penonton menyemangati temannya ketika tampil sebagai peserta lomba Matajog (egrang bambu) dalam ajang Jantra Tradisi Bali serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII,...