Baduy Luar, Etalase Pariwisata Banten
SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami pedesaan juga merasakan nafas kemajuan s...
aroma tanah selepas hujan
sisakan nafasnya yang gemetar
dingin pagi
kekecewaan yang bersandar
yang tak pernah dicapai matahari
tak berikan waktu terbaik
untuk kita
desah jangkrik
nyanyian katak: sesekali muncul
larut dalam cawan-cawan embun
2026
cerita dari etalase
toko bakery favorit kita
sepotong roti
secangkir cappuccino
cara kita melompati batas mimpi
menemani kita lewati api
dan salju dada masing-masing
2026
kedua matamu
puisi yang tak ingin kuselesaikan
tafsir yang selalu aku samakan
tubuhmu album kenangan
dan aku memilih tersesat di dalamnya
libur tak bertemu
rindu selalu bertamu
bukti puncak cinta kita
embun pecah dada berdegup
sesak cemburu
memar oleh matahari
terimalah cintaku yang tak
seberapa ini
dan kemungkinan menerima kegagalan
2026
berdengung di telinga
pekik di kepala
menjalar seluruh raga
jiwa entah kemana
seperti ada jeda
daun-daun kering
menahan karma
biar tak lekas lepas
gugur bukan sebagai pahlawan
meluputkan yang seharusnya
habis punah musnah
telah lama ia
tak bergairah, selepas hujan
tak lagi melimpah
pada matahari ia mengalah
berdengung di telinga
pening di kepala
menghitung cuaca sebenarnya
angin dan hujan tanpa musim
2026
malam sunyi cahaya telah raib
mengoyak lamunan
buat dada lumat nyeri
esok mungkin musnah
memaki tubuhmu
langit bulan sembunyi
dalam rindu lengkap
tanpa peluk, tiada kecup
dibuat lenyap dari ingatan
rahasia apa
yang dibawa malaikat murung
dilatari requeme mistis
kepedihan
2026
aku mencintaimu
hingga ke ujung langit
kuingin kita menua tanpa impian
dan waktu
meski sering dipermainkan hantu-hantu
udara dingin, rindu jadi pelangi
meyirat tak habis-habisnya
pada semesta pinggulmu
kususuri hari-hari bahagia
kuhapus seluruh ingatan masa lalu
gemetar dadaku menjelma kupu-kupu
betapa harum rambutmu
yang luruh di keningmu
tiada kebosanan, hanya derita sempurna
2026
Penulis: Wayan Esa Bhaskara
Editor: Adnyana Ole
SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami pedesaan juga merasakan nafas kemajuan s...
DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah mengatakan “pilihan kata (diksi) meng...
SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. Wantilan yang biasanya digunakan...
REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di bidang pertanahan. Selama puluh...
MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir (TA) Proyek Inovatif Seni Pertunjukan, P...
DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus penjaga nilai-nilai keh...
Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata, India. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga terpelaj...
DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa...
BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang menyimak. Malam pertama Juni 2026, itul...
JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat itu adalah Buleleng. Tepat pada...