Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustus saat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajak Sejenak matamu yang sunyi berkelip kala roda pesawatku menyentuh tanah leluhurmu lalu meredup kembali semisal lampu panggung saat sandiwara usai
Di negerimu yang memanggang tak ada kumandang adzan di pendengaran Seoul serupa bola api kulit-kulit melepuh seperti ikan di penggorengan Daging-daging hangus dilahap dengan rakus
Seorang lelaki tergopoh menuju dirinya sendiri yang hampa Tanpa Tuhan Di tengah panas yang membara
“Yeo Bo Se Yo, maukah kau kuajak ke suatu tempat sejuk, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai?”
.
Yeo Bo Se Yo : Panggilan untuk seseorang, atau kata permisi dalam bahasa Korea Tempat yang sejuk yang di bawahnya mengalir sungai-sungai : adalah Surga menurut pandangan agama Islam
.
FRAGMEN DI SEPERTIGA MALAM
Aku menulis sebait doa di pelataran hatimu yang diselimuti salju dengan pinsil serupa jiwa yang bergegas melangkah menembus es yang membatu di sepanjang Sungai Han di remang bulan Kupetik ayat-ayat suci dalam dingin untuk disuguhkan di piringmu yang hampa seakan tanpa Tuhan
Kau adalah tamu yang datang dari sebuah musim yang gamang yang mengirimku kolase bejana retak tapi aku kembali mengemasnya di sisa perjalanan bulan naik ke atas langit sambil kupahat waktu untuk mengeja cinta-Nya dengan kerinduan akan musim semi yang penuh pengharapan Samar-samar, adzan dalam hatiku berkumandang menyongsong Tuhan
.
-Nya : Sebutan untuk Tuhan Adzan : Panggilan untuk melaksanakan sholat Sungai Han : Suatu sungai di Korea
.
Penulis: Senny Suzanna Alwasilah Editor: Adnyana Ole
MUSIK tradisional Opera Beijing "Gong dan Drum Tradisional Hakka" membuat penonton terkesima dengan perpaduan luar biasa antara kekuatan ritme yang menggelegar, sinkronisasi koreo...
SAAT matahari mulai menuju satu garis lurus di atas kepala, derau ritmis mengisi ruang di bawah atap Bale Daja rumahku di Kelurahan Beng, Gianyar, Bali. Di tengah orkestrasi aroma...
TIGAminggu lalu saya mendengarkan tunangan saya diwawancarai. Kalimat itu terdengar aneh. Biasanya sayalah yang mewawancarai orang. Sejak menjadi wartawan, entah sudah berapa ratu...
KESERIUSAN Wikan Satya terhadap musik rupanya tidak berhenti pada “Anacaraka”. Setelah karya itu mendapat banyak sorotan sebagai lagu anak-anak yang mengangkat Bahasa dan Aksara B...
JUNI adalah Bulan Bung Karno. Pada 1 Juni 1945, hari ketiga sidang BPUPKI, Bung Karno mendapat kesempatan ketiga setelah Muhamad Yamin dan Soepomo menyampaikan pidatonya. Hari lah...
“BECEK lagi, becek lagi,” keluh istri saya setiap kali menghadiri hajatan di kampung—entah pernikahan, tujuh bulanan, kematian, sedekah bumi, khitanan, maupun perayaan hari raya....
Penjor yang Menjulang dan Pertanyaan yang Menggantung
Setiap Hari Galungan, Bali berubah menjadi lautan penjor. Di depan rumah-rumah, di sepanjang jalan desa, hingga di pusat-p...
MENJELANG pembukaan Pesta Kesenian Bali 2026, perhatian publik justru tidak tertuju pada tarian, tabuh-tabuh baru, atau tema yang diusung tahun ini. Yang ramai diperbincangkan han...
INI adalah pertunjukan seni panggung. Namun, stage proscenium itu dimeriahkan dengan foto-foto indah dan bersejarah. Bidikan aktivitas budaya, bangunan bersejarah dan hasil keraji...
BEBERAPA waktu lalu saya sengaja mampir ke sebuah toko buku di Malang yang pernah menjadi tempat favorit saya semasa mahasiswa. Dulu, toko buku itu selalu hidup. Lorong-lorongnya...