Pesta Kesenian Bali: Keroncong Tidak Mati
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
Aku tiba di negerimu yang terik di bulan Agustus
saat Jakarta telah jauh kutinggalkan dalam larik-larik sajak
Sejenak matamu yang sunyi berkelip kala roda pesawatku menyentuh tanah leluhurmu
lalu meredup kembali semisal lampu panggung saat sandiwara usai
Di negerimu yang memanggang
tak ada kumandang adzan di pendengaran Seoul serupa bola api
kulit-kulit melepuh seperti ikan di penggorengan Daging-daging hangus dilahap dengan rakus
Seorang lelaki tergopoh menuju dirinya sendiri yang hampa
Tanpa Tuhan
Di tengah panas yang membara
“Yeo Bo Se Yo, maukah kau kuajak ke suatu tempat sejuk,
yang di bawahnya mengalir sungai-sungai?”
.
Yeo Bo Se Yo : Panggilan untuk seseorang, atau kata permisi dalam bahasa Korea
Tempat yang sejuk yang di bawahnya mengalir sungai-sungai : adalah Surga menurut pandangan agama Islam
.
Aku menulis sebait doa
di pelataran hatimu yang diselimuti salju
dengan pinsil serupa jiwa yang bergegas melangkah menembus es yang membatu di sepanjang Sungai Han di remang bulan
Kupetik ayat-ayat suci dalam dingin
untuk disuguhkan di piringmu yang hampa seakan tanpa Tuhan
Kau adalah tamu yang datang dari sebuah musim yang gamang
yang mengirimku kolase bejana retak
tapi aku kembali mengemasnya di sisa perjalanan bulan naik ke atas langit
sambil kupahat waktu untuk mengeja cinta-Nya dengan kerinduan akan musim semi yang penuh pengharapan
Samar-samar, adzan dalam hatiku berkumandang menyongsong Tuhan
.
-Nya : Sebutan untuk Tuhan
Adzan : Panggilan untuk melaksanakan sholat
Sungai Han : Suatu sungai di Korea
.
Penulis: Senny Suzanna Alwasilah
Editor: Adnyana Ole
KETIKA tubuh meragang nyawa, dalam perukan persada. Tinggal nafas yang masih tersisa. Kau pekikkan merdeka. Bait lagu Puji Bagi Pahlawan ciptaan Basuki itu mengalun dalam sunyi. La...
Apakah yang paling membanggakan dari makhluk yang bernama manusia? “Kreativitas.” Itulah jawabnya. Manusia menjadi “lebih” ketimbang binatang karena memiliki ruang yang sangat luas...
Sebagai orang yang tidak berkompeten dalam bidang bahasa Bali, mungkin saya akan tulah idup karena apa yang akan saya paparkan barangkali banyak bohongnya. Saya bukan orang yang la...
Kaohsiung adalah kota terbesar kedua di Taiwan setelah Taipe. Di kota itulah saya berada, awal Juni 2016. Seperti sebuah mimpi, dari Singaraja – kota tempat tinggal saya - segalany...
FENOMENA The Great Pacific Garbage Patch menjadi bukti betapa kita sebagai manusia telah membunuh bumi dengan plastik. Miliaran ton sampah plastik terapung di laut, membuat jutaan...
KEMISKINAN, di Bali, bisa berarti sebuah upacara. Warga Desa Trunyan di Desa Kintamani, Kabupaten Bangli, sebelum berperilaku menjadi manusia miskin melakukan ritus kecil: membakar...
JIKA hobi facebook-an, singgahlah sesekali ke halaman Punk Kwala Ngibur. Bisa kita nikmati komik berbahasa Bali dari tingkat paling kepara sampai sor se-singgih-singgihnya. Tulisan...
MUNGKIN saya sudah terlambat menguraikan hal ini. Karena saat ini sudah makin banyak masyarakat yang menolak reklamasi Teluk Benoa. Namun dalam konteks ini, saya meyakini bahwa leb...
Bahasa menunjukkan bangsa. Itu peribahasa yang akrab saya dengar di Sekolah Dasar dulu yang bertahun-tahun kemudian saya amini kebenarannya. Kultur sebuah bangsa, seturut makna per...
Judul Buku : Badriyah Pengarang : Ayu Weda Penerbit : Gambang Buku Budaya Tahun Terbit : Maret 2016 Jumlah Halaman : xiv + 207 halaman ISBN : 978-602-6776-15-0 SELURUH cerita dala...