Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihat air anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir bagaikan ular menjalar yang belum tahu asal usulnya menuju muara yang samar-samar
Di dalam hutan rimba Batulicin kulit kegelisahanku mulai terkelupas satu demi satu Di atas jalan malam ke arah Palangkaraya gugusan bintang tetap bersama mengikuti bayangan hatiku waktu itu
Kini,
Di suatu sudut waktu yang dapat diampuni meskipun terlupakan
Aku berjalan menuju ke tepi sungai Barito di mana seseorang harus menginjak kakinya sebelum menghadapi ajal
Dengan arah penglihatan jauh yang bergoyang aku sedang melintasi langit Kalimantan
.
Batulicin : Sebuah nama daerah di Kalimantan Selatan Palangkaraya : Nama kota di Kalimantan Tengah Barito : Nama sebuah sungai di Kalimantan Selatan
.
MERENUNG PULAU LAUT
Laut, seberang cakrawala di bawah khatulistiwa ‘Pulau Laut’menggambarkan lukisan samudera yang belum selesai
Tempat, di mana waktuku dua puluh delapan tahun yang bergairah berkumpul serta menyebar, menginjakkan kaki pertama dengan kegelisahan yang berlebih di lapangan terbang sederhana Stagen, Kotabaru. tanpa kenyamanan pendaratan
Di selat biru yang mendalam jalannya terus disambung dengan jalur laut Di hutan perawan Batulicin dan Kintap, kegelapan dalam yang tak kenal, dicekik oleh naungan hitam
Di sanalah Aku mengupas kulit eksistensi yang belum sempurna satu per satu
Dengan buta warna merah-hijau yang terhuyung- huyung Luka yang belum sembuh dicabik-cabik lagi oleh duri rotan Darah dihisap tanpa rasa sakit oleh lintah hutan yang melekat pada dadaku Tak mungkin melepaskan kesedihan yang parah oleh pohon raksasa yang ditebang
Kini, sambil melihat figur di belakangku dua puluh delapan tahun yang semakin tersebar di langit seberang‘Pulau Laut’ tanpa sedih, tanpa sakit, tanpa gembira, Aku menghapus, menutup dan mengantarkan sehelai ingatan yang hampa
.
Pulau Laut : nama sebuah pulau di Kalimantan Selatan, Indonesia Stagen/Kotabaru : nama daerah di Pulau Laut Barulicin/Kintap : nama daerah di Kalimantan Selatan
CAHAYA panggung perlahan meredup. Alunan musik mengalir lembut, mengisi ruang Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, yang malam itu dipadati penonton. Di tengah suasana he...
Di tengah gempuran media sosial, kembali kepada buku kertas adalah penting untuk dipikirkan ulang. Apakah pengetahuan-pengetahuan di media sosial itu cukup? Atau ketika semu...
SUASANA Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, malam itu terasa berbeda ketika denting pertama gamelan Selonding mulai mengalun dari atas panggung. Berpadu dengan suara su...
Matematikawan yang Menolak Realitas Sekadar Mesin
Roger Penrose bukan sekadar fisikawan biasa. Ia adalah salah satu ilmuwan yang berani melampaui batas disiplin ilmu modern. Ke...
ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya tertinggal zaman, dan pe...
GAMBARAN sosok pemimpin dari masa ke masa selalu berubah seiring dengan dinamika masyarakatnya. Dahulu kala, pemimpin di Indonesia sarat dengan nuansa mitologi. Pemimpin di desa a...
BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari pembahasannya, apalagi...
DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka hidup di era yang menuntu...
SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning. Sebagian pinggirnya kusut dimakan usia...