Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar
10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi pada tulisan. Satu kolom pada...
Pada puncak antara umur 20-an dan 30-an aku pernah lihat
air anak sungai berwarna tanah liat merah mengalir bagaikan ular menjalar
yang belum tahu asal usulnya menuju muara yang samar-samar
Di dalam hutan rimba Batulicin
kulit kegelisahanku mulai terkelupas satu demi satu
Di atas jalan malam ke arah Palangkaraya gugusan bintang tetap bersama mengikuti bayangan hatiku waktu itu
Kini,
Di suatu sudut waktu
yang dapat diampuni meskipun terlupakan
Aku berjalan menuju ke tepi sungai Barito di mana seseorang harus menginjak kakinya sebelum menghadapi ajal
Dengan arah penglihatan jauh yang bergoyang aku sedang melintasi langit Kalimantan
.
Batulicin : Sebuah nama daerah di Kalimantan Selatan
Palangkaraya : Nama kota di Kalimantan Tengah
Barito : Nama sebuah sungai di Kalimantan Selatan
.
Laut,
seberang cakrawala di bawah khatulistiwa
‘Pulau Laut’menggambarkan lukisan samudera yang belum selesai
Tempat,
di mana waktuku dua puluh delapan tahun yang bergairah
berkumpul serta menyebar,
menginjakkan kaki pertama dengan kegelisahan yang berlebih
di lapangan terbang sederhana Stagen, Kotabaru. tanpa kenyamanan pendaratan
Di selat biru yang mendalam
jalannya terus disambung dengan jalur laut Di hutan perawan Batulicin dan Kintap,
kegelapan dalam yang tak kenal, dicekik oleh
naungan hitam
Di sanalah Aku mengupas kulit eksistensi yang belum sempurna
satu per satu
Dengan buta warna merah-hijau yang terhuyung- huyung
Luka yang belum sembuh dicabik-cabik lagi oleh duri rotan
Darah dihisap tanpa rasa sakit oleh lintah hutan yang melekat pada dadaku
Tak mungkin melepaskan kesedihan yang parah oleh pohon raksasa yang ditebang
Kini,
sambil melihat figur di belakangku dua puluh delapan tahun
yang semakin tersebar di langit seberang‘Pulau Laut’
tanpa sedih, tanpa sakit, tanpa gembira,
Aku
menghapus, menutup dan mengantarkan sehelai
ingatan yang hampa
.
Pulau Laut : nama sebuah pulau di Kalimantan Selatan, Indonesia
Stagen/Kotabaru : nama daerah di Pulau Laut
Barulicin/Kintap : nama daerah di Kalimantan Selatan
.
Penulis: Kim Young Soo
Editor: Adnyana Ole
.
10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi pada tulisan. Satu kolom pada...
SEKAA Dramatari Arja Sudhamala ini baru pertamakali pentas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Bahkan, sekaa kesenian tradisional Bali yang memadukan unsur drama, tari, dan nyanyi...
LAGU “A Salty Dog” oleh Procol Harum (1969), dengan lirik karya Keith Reid, adalah elegi tentang pelayaran terakhir, tentang manusia yang berangkat dengan keberanian, namun akhirn...
PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa kehadiran Presiden Prabowo Subianto sempat menimbu...
“Kalau mau menjadi penulis hebat, tulis yang unik dan autentik.” Kalimat itu meluncur dari mulut sastrawan Bali, Gde Aryantha Soethama, dalam acara ‘NGERUMPI’: Ngobrol Se...
MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa. Apalagi ketika ia mulai berbicara dengan logat...
DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku diajari bahwa Barong adalah pelindung, bukan pemangsa....
Yang Tua yang Tak Mau Purna Segara punya pantai sebagai batas gelombangSungai punya sempadan untuk batas aliranTetapi tidak bagi yang tua yang tak mau purnaMereka tak punya bat...
“Mari kawan bersama kita bekerja, bersihkan lingkungan….” ITU adalah penggalan tembang yang menjadi salah satu hal menarik dari pementasan kesenian janger tradisi d...