Puisi-puisi Made Bryan Mahararta | Perang Teluk

Made Bryan Mahararta
by Made Bryan Mahararta — April 04, 2026 in Puisi

Tatkala.co

Perang Teluk

Peristiwa penting dalam babak sejarah dunia
Geopolitik modern yang tersirat krisis internasional
Konflik regional yang penuh ambisi dan amarah
Negara kawasan bergegas memilih waspada

Serangan ini bukan sekedar perebutan wilayah
Tapi juga persoalan ego dan ambisi penguasa
Rakyat kecil semakin terombang-ambing
Polemik energi yang masih belum bergeming

Pasca perang dingin sampai peperangan proxy
Membangun relasi namun bersifat intimidasi
Intervensi jaringan internasional
Menjauhkan kepentingan nasional

Keterlibatan Amerika Serikat patut dipertanyakan
Penuh kepentingan yang bukan hanya sesaat
Khususnya terkait sumber daya pembangunan
Superioritas teknologi militer barat
Batas intervensi tak mau dibahas

Sialnya,
Perang teluk berdampak besar bagi dunia internasional
Tragedi kemanusiaan yang ditimbulkan berskala besar
Krisis ekonomi dan politik yang penuh dengan intrik
Elite politik yang menjadi aktor utama konflik

Geopolitik Timur Tengah hingga saat ini
Ketegangan yang tak pernah selesai di penghujung hari
Konflik lanjutan termasuk intervensi militer yang berkepanjangan
Pertanda awal dari siklus ketidakstabilan

Sebuah pelajaran penting tentang kompleksitas sebuah keserakahan
Soal perbanyak relasi dan jaringan internasional
Konflik yang menegaskan adanya berbagai kepentingan
Mulai dari ekonomi, politik, hingga energi terbarukan

Saling berkaitan erat dan sulit dipisahkan
Soal pendekatan diplomasi dan kerja sama internasional
Prioritas utama dalam selesaikan permasalahan
Agar tragedi serupa tidak terus terulang
Penuh kedamaian di masa yang akan datang

(Maret, 2026)

Fluktuasi

Indikator penting perekonomian global
Punya pengaruh langsung berbagai sektor
Krisis energi hingga politik internasional
Harga minyak dunia tentukan beragam faktor

Tak cuma di layar kaca sibuk bahas geopolitik
Linimasa media ramai berseliweran
Tak sampai hati melihat yang sedang berkonflik
Amerika Serikat bersekutu dengan Israel menyerang Iran

Mendengar kabar cenderung tak pasti
Situasi nasional tidak baik-baik saja
Perang teluk bergejolak tinggi
Berdampak langsung pada lonjakan harga
Ketika aktivitas industri dan mobilitas meningkat
Permintaan transisi menuju energi terbarukan
Kebutuhan transportasi dan industri berat
Banyak negara dunia mengurangi ketergantungan

Perlambatan ekonomi global cenderung melemah
Sangat sensitif terhadap siklus ekonomi dunia
Minyak bumi masih menjadi sumber energi utama
Bagi banyak negara termasuk juga Indonesia

Banyak pemimpin dunia sedang berupaya
Negosiasi di tengah ketidakpastian dunia
Mengantisipasi dampak fluktuasi harga
Efisiensi menjadi satu-satunya wacana

(Maret, 2026)

Ego

Ada rupa yang ingin menukar geopolitik dunia
Seakan strategi permainan adu domba
Bukan sekedar perebutan wilayah
Bukan juga sekedar mengukur kekuatan politik semata
Melainkan teknologi, pengaruh ideologi, dan sumber energi suatu bangsa
Semua rencana mengikuti selera penguasa

Perdamaian hanyalah angan-angan
Bagi mereka yang selalu menuju ke sana
Perubahan tatanan dunia sedang dalam kekacauan
Dilema besar pertaruhkan nasib jutaan manusia

Lantas,
Siapakah yang pantas untuk kita bela?

Di ujung tanah berjejal setinggi-tingginya harapan
Sebuah pilu yang menutup sebab kerinduan
Tentang rumah dan puing-puing gedung sekolah
Atau ratap tangis anak-anak dan juga para ibu muda

Semakin dinamis,
Semakin tak habis pikir
Semua telah menjadi krisis
Tinggal bersisa ego
Yang tak pernah benar-benar habis

(Maret, 2026)

Keberagaman

Jejak tanah yang ditenun ribuan cerita
Tempat lahirnya peradaban manusia
Beragam bahasa, rupa, dan mantra
Namun satu dalam rasa bagi sesama

Bisik leluhur sungguh bijaksana
Bukan sekadar kata mutiara
Bahwa beda bukan alasan untuk saling menjauh
Bahwa beda bukan alasan untuk perbanyak musuh

Jejak kaki membentuk irama
Lantunan doa mengalun ke langit yang sama
Terdapat harmoni yang tak terlihat mata
Namun terasa damai indahnya semesta

Ada tangan-tangan yang saling membantu
Dalam gotong royong yang tak kenal waktu
Menyatukan perbedaan dalam tujuan
Membangun harapan dalam kebersamaan

Wahai dunia yang penuh warna dan makna
Rawatlah keberagaman ini dengan penuh cinta
Agar tak retak oleh buruk prasangka
Agar tetap utuh sepanjang masa

(Maret, 2026)

Ambisi

Di hamparan pasir yang sunyi dan panas
Api berkobar tanpa suara belas
Ketika Amerika Serikat melampaui batas
Selat Hormuz menjadi luka yang membekas

Langit gelap oleh gemuruh baja
Dentum perang memecah doa
Amerika Serikat dengan segala rencananya
Membawa damai, atau hasrat untuk terus berkuasa?

Di balik nama Operasi Desert Storm yang menggema
Terdengar tangis yang tak masuk berita
Ada anak-anak yang kehilangan masa
Doa ibu meratap dalam sunyi tanpa suara

Minyak menjadi nadi yang diperebutkan
Tanah menjadi saksi yang dilupakan
Siapa benar dan siapa dikorbankan
Tentang ambisi dan luka manusia
Perang tak benar-benar usai dalam ingatan
Ketika kepentingan sekutu menjadi tujuan?

(Maret, 2026)

Penulis: Made Bryan Mahararta
Editor: Adnyana Ole

Tag: Puisi
Avatar

Made Bryan Mahararta

Related Posts